Jakarta -
Kemampuan belajar anak dapat dikembangkan melalui kejuaraan berbasis kecerdasan, Bunda. Kompetisi seperti pandai jeli dapat mendorong produktivitas anak dalam memecahkan masalah.
Menurut Psikolog Anak dan Keluarga, Saskhya Aulia, M.Psi., kejuaraan kepintaran yang edukatif juga dapat membentuk karakter anak-anak ke arah yang positif. Mereka bisa mendapatkan faedah dari segi akademik, emosional, hingga sosial.
"Kompetisi edukatif yang sesuai usia dan didampingi dengan baik merupakan langkah efektif untuk menstimulasi perkembangan kepintaran anak secara menyeluruh. Dinilai dari segi akademik, kejuaraan dapat mendorong anak berpikir lebih fokus, strategis, kreatif, kritis, sekaligus meningkatkan motivasi intrinsik untuk terus berkembang," kata Saskhya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dilihat dari segi emosional, kejuaraan membantu anak mengenali dan mengelola perasaan, seperti belajar menghadapi rasa gugup, kecewa, maupun rasa percaya diri atas pencapaian. Sementara secara sosial, anak bisa belajar tentang aturan, sportivitas, dan empati," sambungnya, dalam kegiatan Jumpa Pers Pembukaan Kompetisi DANCOW Indonesia CERDAS Season 2, di Jakarta Pusat, belum lama ini.
Saskhya mengatakan bahwa kejuaraan seperti pandai jeli sudah bisa dikenalkan ke anak saat duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Sementara itu, anak dianggap sudah siap untuk berkompetisi saat usianya memasuki tujuh tahun.
"Dalam satu kompetisi, anak dianggap sudah siap jika dia sudah berumur di atas tujuh tahun. Kompetisi ini bisa membangun karakternya. Jadi enggak hanya mendukung anak untuk pintar, tapi juga berbudi pekerti sehat," ungkap Saskhya.
Anak yang sudah siap ikut berkompetisi perlu mendapatkan support penuh dari orang di sekitarnya, termasuk pembimbing dan orang tua. Pasalnya, support yang cukup bisa membikin anak antusias untuk terus berkompetisi.
Cara mendukung anak agar semangat ikut kompetisi
Bunda bisa menerapkan 3D untuk mendukung anak agar semangat ikut kejuaraan seperti pandai cermat. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini:
1. Didampingi
Cara pertama untuk mendukung anak adalah didampingi. Ya, orang tua perlu mendampingi anak ketika dia memilih untuk ikut kompetisi. Tapi, model pendampingan yang tepat tak hanya terpaku pada hasil akhir ya, Bunda.
"Jadi fokusnya tidak hanya pada hasil, tapi juga pada proses. Misalnya, kita enggak hanya nanya PR anak jika dia pulang sekolah. Tapi kita juga bisa bertanya, apa hari ini menyenangkan? Apa yang bikin Anda sebel hari ini? Apa yang bikin Anda tidak konsentrasi saat ikut lomba?" ungkap Saskhya.
"Jadi pembicaraan terus bersambung dan akhirnya anak juga lebih mudah untuk mengikuti sesuatu yang menantang."
2. Didengarkan
Cara selanjutnya adalah menjadi pendengar yang baik. Bunda dan Ayah perlu mendengarkan emosi anak. Misalnya, rasa takut alias degdegan yang dialami Si Kecil saat di rumah alias saat ikut kompetisi.
"Didengarkan perasaannya seperti apa, takut alias degdegan. Dengarkan juga keluhan dan kebutuhan anak di rumah dan di sekolah," ujar Saskhya.
3. Didefinisikan ulang
Setelah mendengarkan keluhan dan kebutuhan anak, Bunda bisa mendefinisikan ulang perasaannya. Kita bisa membantu dalam mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
"Jadi jika misalnya anak gugup saat kompetisi. Sebagai orang tua, apa nih yang kita bisa latih?" kata Saskhya.
"Terus jika misalnya anak merasa dirinya enggak pintar, itu ditanya, 'Apa yang membikin Anda merasa kayak gitu?' Misalnya lantaran nilai. Nah, lantaran nilai itu kan sebenarnya hanya di luar saja, apa nih yang bisa kita perbaiki di dalamnya?" lanjut Saskhya.
Pentingnya memberikan apresiasi ke anak
Dalam kejuaraan seperti pandai cermat, ada yang keluar menjadi pemenang, dan ada juga yang kalah. Sebagai orang tua, Bunda perlu menanamkan makna sebenarnya dari kemenangan dan kekalahan ini ke dalam diri anak.
"Kalau kalah, kita dapat dengarkan emosi anak dulu, biarkan dia menangis alias kesal. Paling krusial adalah mendampingi dan mendefinisikan emosi anak. Kita dapat membantu anak melakukan pertimbangan ketika dia sudah tenang," ujar Saskhya.
"Kita dapat menjelaskan anak langkah menghadapi kegagalan. Cara paling mudah bisa dengan menunjukkan langsung langkah kita menghadapi perihal tersebut dalam kehidupan sehari-hari."
Menang alias kalah dalam kejuaraan juga perlu mendapatkan apresiasi, Bunda. Apresiasi bisa menjadi corak support pada anak lantaran sukses mengikuti kompetisi.
Menurut Saskhya, apresiasi tak kudu dalam corak bingkisan fisik. Bunda bisa memberikan apresiasi dalam corak kalimat positif ke Si Kecil.
"Apresiasi itu bentuknya banyak. Apresiasi bukan hanya diberikan pada saat anak sukses, tapi ketika mereka kita juga belum berhasil. Kita lihat anak sudah berjuang banget dengan belajar setiap hari. Jadi sampaikan apresiasi dengan perilaku alias kegiatan yang bikin anak tambah semangat," ujarnya.
Demikian faedah kejuaraan pandai jeli anak SD serta langkah memberikan anak semangat untuk terus ikut kompetisi. Semoga info ini berfaedah ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·