Dongeng tentang Pangeran yang Setia dan Tampan untuk Cerita Sebelum Tidur, Kaya Pesan Moral

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 7 menit 515x dilihat
Dongeng tentang Pangeran yang Setia dan Tampan untuk Cerita Sebelum Tidur, Kaya Pesan Moral

Bagikan Postingan

Mungkin sebagian dari kita bertanya-tanya, kenapa sih anak suka dongeng putri dan pangeran kerajaan? Rupanya, anak-anak sering kali tertarik pada kisah-kisah ini lantaran unsur-unsur keajaiban yang nyata. Seperti mahkota, istana, pesta dansa, menara, naga, kutukan, dan pintu rahasia. Namun, mereka terus mengingatnya lantaran emosi yang terkandung di dalamnya terasa begitu jelas.

Seorang anak mungkin tidak tinggal di istana, tetapi mereka memahami kemauan untuk diperlakukan secara adil. Mereka mengerti rasanya takut saat berada di rimba yang gelap, mengharapkan pertolongan, menepati janji, memecahkan misteri, alias berambisi bakal adanya perubahan.

Itulah sebabnya dongeng pangeran dan putri yang terbaik tetap digemari. Latar kerajaan membikin cerita tampak memukau, namun emosi yang mendasarinya sangatlah manusiawi.


Dikutip dari laman Kooky Kids World, kisah-kisah ini dapat membantu anak-anak mengeksplorasi nilai-nilai seperti kebaikan hati yang disampaikan melalui cerita Cinderella, lampau keberanian seperti yang disampaikan lewat Rapunzel. Lalu, tentang menepati janji seperti yang disampaikan dalam The Frog Prince.

Jika Si Kecil termasuk fans cerita putri dan pangeran, kali ini ada tiga cerita yang di dalamnya tak hanya mengisahkan seorang putri, tapi juga menceritakan seorang pangeran.

Dikisahkan dalam cerita-cerita berikut ini adalah sosok pangeran yang tak hanya tampan, tapi juga setia. Berikut cerita dongeng tentang pangeran tersebut!

3 Dongeng tentang pangeran yang setia dan tampan kaya pesan moral

Dongeng tentang pangeran yang setia dan tampan selalu mempunyai daya tarik tersendiri. Berikut ini tiga dongeng pilihan dari beragam sumber yang tidak hanya menghibur sebagai cerita sebelum tidur, tetapi juga menyimpan pesan moral yang menarik untuk dipelajari!

Putri dan Kacang Polong

Dahulu kala, ada seorang pangeran yang mau menikahi seorang putri, namun sang putri haruslah putri sejati. Ia pun berkeliling bumi untuk mencarinya, tetapi selalu saja ada kekurangan pada setiap putri yang ditemuinya. Memang banyak putri di luar sana, namun dia tidak bisa memastikan apakah mereka putri sejati alias bukan. Selalu ada saja kekurangan mini yang menandakan bahwa sosok putri sejati belum ditemukan.

Akhirnya, dia pulang dengan emosi kecewa dan sedih, lantaran dia sangat mendambakan seorang putri sejati. Suatu malam, angin besar luar biasa melanda; guntur menggelegar, kilat menyambar, dan hujan turun dengan sangat deras. Sungguh mengerikan! Terdengar bunyi ketukan di gerbang istana, dan sang raja tua pun pergi membukanya.

Di luar gerbang, berdirilah seorang putri; namun, ya ampun! Betapa menyedihkan keadaannya akibat hujan dan angin besar itu! Air mengalir dari rambut dan gaunnya hingga ke ujung sepatunya, lampau menetes keluar dari bagian tumit. Meski demikian, dia mengaku sebagai putri sejati.

"Yah, kita bakal segera membuktikannya!" pikir sang ratu tua. Namun, dia tidak berbicara apa-apa; dia masuk ke bilik tidur, menyingkirkan semua perlengkapan tidur, lampau meletakkan sebutir kacang polong di dasar tempat tidur. Kemudian, dia menumpuk dua puluh kasur di atas kacang polong itu, serta dua puluh selimut bulu angsa di atas tumpukan kasur tersebut. Di tempat tidur itulah sang putri bakal bermalam.

Keesokan paginya, dia ditanya gimana tidurnya semalam.

"Oh, sangat buruk!" ujar sang putri. "Aku nyaris tidak bisa memejamkan mata sepanjang malam! Entah apa yang ada di tempat tidur itu. Aku berebahan di atas sesuatu yang begitu keras hingga seluruh tubuhku memar-memar. Sungguh mengerikan!"

Saat itulah mereka menyadari bahwa dia adalah putri sejati, lantaran dia bisa merasakan keberadaan kacang polong itu meski terhalang oleh dua puluh lapis kasur dan dua puluh lapis selimut bulu angsa. Hanya seorang putri sejati yang bisa mempunyai kepekaan seperti itu.

Sang pangeran pun menikahinya, lantaran sekarang dia tahu bahwa akhirnya dia telah menemukan seorang putri sejati. Kacang polong itu kemudian disimpan di Museum Kerajaan, tempat barang itu tetap bisa dilihat hingga kini.

Aurora Sang Putri Tidur

Dahulu kala, hiduplah seorang raja dan ratu yang baik hati. Mereka dicintai oleh semua orang, namun mereka sangat sedih lantaran tidak mempunyai anak. Setelah bertahun-tahun, sang ratu akhirnya melahirkan seorang bayi wanita elok berjulukan Aurora.

Seluruh kerajaan merayakan kelahiran Aurora dan mempersiapkan upacara pembaptisan yang megah. Banyak tokoh krusial dan peri baik hati diundang, namun raja dan ratu lupa mengundang seorang peri menyeramkan berjulukan Grizzelstinki yang tinggal di pegunungan.

Selama seremoni berlangsung, para peri baik hati memberikan bingkisan ajaib kepada Aurora. Mereka menganugerahinya kecantikan, kebaikan hati, sifat yang manis, bunyi yang merdu, pesona, dan selera humor. Tiba-tiba, Grizzelstinki muncul dan dengan marah mengumumkan bingkisan darinya.

Grizzelstinki mengutuk Aurora; dia berbicara bahwa saat beranjak dewasa, jari Aurora bakal tertusuk dan dia bakal tertidur selamanya. Kemudian, Grizzelstinki menghilang dalam kepulan asap. Seorang peri baik hati mengubah kutukan itu sehingga Aurora hanya bakal tertidur selama seratus tahun.

Raja dan ratu tetap merasa khawatir, sehingga mereka melarang keberadaan benda-benda tajam di kerajaan. Tahun demi tahun berlalu, dan Aurora tumbuh menjadi seorang putri muda yang cantik. Seiring berjalannya waktu, semua orang nyaris melupakan kutukan tersebut.

Suatu hari, Aurora menjelajahi istana dan menemukan sebuah tangga tua yang mengarah ke ruangan di puncak menara. Di dalamnya, dia memandang seorang wanita tua mini sedang memintal sutra menggunakan perangkat pemintal.

Aurora dengan sopan bertanya apakah dia boleh mencoba memintal sutra itu. Wanita tua itu setuju dan menunjukkan langkah menggunakan perangkat pemintal tersebut. Tiba-tiba, ujung perangkat pemintal yang tajam menusuk jari Aurora.

Itulah kutukan itu! Wanita tua mini itu melepas jubahnya dan menampakkan bentuk aslinya sebagai Grizzelstinki. Ia tertawa jahat lampau melarikan diri, meninggalkan Aurora seorang diri. Tak lama kemudian, Aurora jatuh tertidur lelap.

Tidur ajaib itu menyebar ke seluruh penjuru istana. Para ahli masak, penjaga, pelayan, tukang kebun, raja, dan ratu semuanya jatuh tertidur. Bahkan kucing istana pun terus tertidur dengan nyenyak.

Tahun demi tahun berlalu, dan istana itu tertutup oleh semak belukar, tanaman, serta pepohonan yang lebat. Hutan rimba tumbuh mengelilinginya, dan orang-orang di luar perlahan melupakan keberadaan istana tersebut.

Pada suatu hari di musim semi, seorang pangeran muda yang tampan berkuda memasuki hutan. Namanya Pangeran Philip. Ia pernah mendengar kisah tentang seorang putri elok yang tertidur akibat kutukan yang mengerikan. Karena penasaran, dia memutuskan untuk mencari istana yang telah terlupakan itu.

Hutan itu sangat lebat, sehingga sang pangeran menggunakan pedangnya untuk menebas semak-semak. Tiba-tiba, pedangnya membentur tembok batu. Ia menyadari bahwa dia telah menemukan istana yang diceritakan dalam kisah-kisah lama.

Pangeran Philip memanjat tembok istana dan menjelajahi istana yang sedang tertidur lelap itu. Akhirnya, dia tiba di sebuah ruangan mini di puncak menara, tempat dia menemukan Putri Aurora sedang tidur dengan nyenyak.

Sang pangeran mencium Aurora dengan lembut, dan sang putri pun tiba-tiba terbangun. Pada saat yang sama, semua orang di istana juga terbangun. Raja dan ratu sangat ceria memandang putri mereka telah bangun dan berterima kasih kepada sang pangeran lantaran telah mematahkan kutukan tersebut.

Sang pangeran tinggal di istana berbareng Aurora dan keluarganya. Seluruh masyarakat kerajaan merasa bahagia, dan mereka semua hidup senang selamanya.

Keong Mas

Raja Kertamarta dari Kerajaan Daha mempunyai dia putri yang elok ialah Dewi Galuh dan Candra Kirana. Suatu saat, datang pangeran berjulukan Raden Inu Kertapati untuk melamar salah satu putri. Ia jatuh hati dengan Candra Kirana.

Pertunangan pun berjalan tapi Dewi Galuh merasa iri dan dengki dengan Candra Kirana. Dewi Galuh kemudian menjadi tidak suka dan sengaja mau mengutuk Candra Kirana dengan datang ke penyihir.

Penyihir dan Dewi Galuh sepakat lampau memfitnah Candra Kirana untuk diusir dari istana. Di luar istana, penyihir itu kemudian mengutuk Candra Kirana menjadi Keong Mas. Akan tetapi, kutukan itu konon bakal sirna ketika Candra Kirana ditemukan Raden Inu.

Dikutuk menjadi Keong Mas, Candra Kirana ditemukan oleh nenek yang tinggal di Desa Dadapan ketika sedang menjala ikan. Nenek itu pun dikejutkan dengan keajaiban yang datang sejak dia pelihara Keong Mas. Misal, makanan sedap yang tersaji di rumahnya.

Ia semakin terkejut ketika tahu Keong Mas lah yang menyajikan masakan tersebut. Keong Mas kala itu berbentuk aslinya Candra Kirana. Sang putri kemudian menjelaskan.

Di sisi lain, Raden Inu mencari keberadaan sang tunangan walaupun dihadapkan beragam tantangan dari penyihir. Namun, yang namanya berjodoh, Raden Inu akhirnya berjumpa Candra Kirana. Kutukannya lenyap dan mereka senang bersama.

Setelah membaca tiga dongeng mengenai pangeran baik hati yang kaya bakal pesan moral, mana cerita favorit Si Kecil? Bacakan menjelang tidur dan ajak anak menerima pesan yang terkandung di dalamnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads