Jakarta -
Bunda, pernah membayangkan bayi lahir bukan dalam kondisi 'basah' seperti biasanya, tapi justru tetap berada di dalam kantong transparan seperti balon air?
Meski terdengar seperti segmen film, kondisi ini betul-betul nyata dan dikenal sebagai en caul birth, kejadian langka ketika bayi lahir tetap terbungkus utuh dalam kantung ketuban.
Pada umumnya, persalinan diawali dengan pecahnya air ketuban. Namun dalam kasus tertentu, kantung ketuban tetap utuh hingga bayi lahir ke dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu terjadi, bayi terlihat seperti melayang-layang di dalam cairan bening, tetap terlindungi oleh selaput tipis yang membungkus seluruh tubuhnya. Pemandangan ini sering membikin tenaga medis maupun family terharu sekaligus takjub.
Apa itu en caul birth?
En caul birth adalah kondisi ketika bayi lahir tanpa pecahnya kantung ketuban. Artinya, bayi keluar dari rahim tetap dalam balut alami yang selama ini melindunginya di dalam kandungan. Fenomena ini sangat berbeda dengan kondisi umum, di mana kantung ketuban biasanya sudah pecah sebelum alias selama proses persalinan berlangsung.
Menurut studi di jurnal Cureus, en caul birth didefinisikan sebagai kelahiran janin yang sepenuhnya terbungkus dalam kantung amnion yang tidak pecah.
Fenomena ini rupanya sangat langka, lho Bunda. Diperkirakan hanya terjadi sekitar 1 dari 80.000 kelahiran. Bahkan, tidak semua master pernah menyaksikannya langsung sepanjang pekerjaan mereka. Karena itulah, en caul birth sering dianggap sebagai momen spesial yang jarang terjadi.
Kenapa bisa terjadi?
Bunda, sebenarnya en caul birth terjadi secara alami dan belum bisa diprediksi alias direncanakan. Namun, beberapa penelitian mencoba menjelaskan aspek yang membikin kondisi ini lebih mungkin terjadi.
Salah satunya disebutkan dalam laporan kasus di jurnal International Journal of Reproduction, Contraception, Obstetrics and Gynecology, yang menemukan bahwa en caul birth lebih sering terjadi pada persalinan prematur dengan kondisi tertentu.
Pada kehamilan prematur, kantung ketuban condong tetap kuat dan belum mengalami tekanan kontraksi yang cukup besar untuk membuatnya pecah. Akibatnya, bayi bisa lahir tetap dalam keadaan terbungkus utuh.
Selain itu, beberapa aspek lain yang diduga berkedudukan antara lain:
- Tekanan kontraksi yang tidak terlalu kuat
- Posisi janin yang mendukung kantung tetap utuh
- Proses persalinan yang berjalan cepat
- Persalinan melalui operasi caesar
Meski begitu, para mahir menegaskan bahwa kejadian ini tetap tergolong kebetulan alami dan bukan sesuatu yang bisa diusahakan secara medis.
Apakah kondusif untuk bayi?
Kabar baiknya, Bunda, en caul birth umumnya kondusif untuk bayi, selama segera ditangani oleh tenaga medis. Setelah bayi lahir, master alias perawat bakal langsung membuka kantung ketuban agar si mini bisa mulai bernapas normal. Proses ini biasanya dilakukan dengan sigap dan hati-hati, sehingga tidak membahayakan bayi.
Menariknya, beberapa penelitian justru menemukan sisi positif dari kondisi ini, terutama pada bayi prematur. Studi yang dipublikasikan di Taiwanese Journal of Obstetrics and Gynecology menyebut bahwa kantung ketuban yang tetap utuh dapat membantu melindungi bayi dari tekanan kontraksi dan cedera saat persalinan.
Namun, tetap ada perihal yang perlu diperhatikan. Jika tidak segera ditangani, bayi bisa mengalami:
- Kesulitan bernapas
- Kekurangan oksigen
- Komplikasi neonatal lainnya
Selain itu, lantaran banyak kasus en caul birth terjadi pada bayi prematur, akibat kesehatan biasanya lebih berangkaian dengan kondisi prematuritas itu sendiri, bukan lantaran kantung ketubannya.
Studi lain menunjukkan teknik persalinan en caul dapat mengurangi trauma saat persalinan prematur dan memberikan kondisi yang lebih stabil bagi bayi saat lahir. Namun, faedah ini terutama bertindak pada bayi prematur dan tetap memerlukan penanganan medis yang tepat.
Jangan tertukar, ini perbedaan en caul birth dan caul birth
Bunda, istilah en caul birth dan caul birth memang sering terdengar mirip, tapi sebenarnya keduanya adalah kondisi yang berbeda, lho. Perbedaan utamanya terletak pada seberapa banyak kantung ketuban yang tetap menempel pada bayi saat lahir.
Caul birth adalah kondisi yang jauh lebih umum. Pada situasi ini, bayi lahir dengan sebagian selaput ketuban yang tetap menempel, biasanya di area kepala alias wajah. Selaput tipis ini bisa langsung dilepas setelah bayi lahir dan umumnya tidak menimbulkan akibat apa pun. Dikutip dari Healthline, caul birth merupakan kondisi yang relatif sering terjadi dan tidak rawan bagi bayi.
Selain itu, caul birth jauh lebih sering ditemukan dalam proses persalinan dibandingkan en caul birth. Sebaliknya, en caul birth termasuk kejadian langka yang apalagi tidak semua tenaga medis pernah melihatnya secara langsung.
Berikut perbedaannya:
En Caul Birth (langka)
- Bayi lahir tetap terbungkus seluruhnya dalam kantung ketuban utuh
- Terlihat seperti berada di dalam gelembung air transparan
- Sangat jarang terjadi (sekitar 1 dari 80.000 kelahiran)
- Biasanya lebih sering ditemukan pada persalinan prematur alias operasi caesar
Caul Birth (lebih umum)
- Bayi lahir dengan sebagian selaput ketuban saja yang menempel
- Umumnya hanya terlihat di area kepala alias wajah bayi
- Jauh lebih sering terjadi dibanding en caul
- Biasanya tidak rawan dan selaput bisa langsung dilepas setelah lahir
Demikian penjelasan mengenai fenomena en caul, kantung ketuban tetap utuh hingga bayi lahir ke dunia. Semoga informasinya membantu ya Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·