Jakarta -
Banyak ibu memilih untuk menempatkan kebutuhan famili sebagai prioritas. Di tengah kesibukan mengurus keluarga, waktu untuk istirahat maupun sekadar berbuat hal yang disukai terkadang justru terlewatkan.
Padahal, menjadi produktif bukan berarti mesti terus bergeser tanpa jeda. Ibu juga membutuhkan waktu untuk mengisi balik tenaga agar dapat menjalani rutinitas dengan semangat, sekaligus memiliki ruang untuk menikmati beragam hal yang berarti bagi dirinya sendiri.
Jeda sederhana bisa menjadi kesempatan bagi ibu untuk balik terhubung dengan diri sendiri. Mulai dari menjalankan hobi, mengeksplorasi passion, hingga menikmati momen berkualitas berbareng orang-orang terdekat, beragam aktivitas tersebut dapat membikin hari terasa lebih berarti.
Melihat pentingnya selang bagi Ibu, Frisian Flag kental manis menghadirkan kampanye #TanggalMerahUntukIbu melalui aktivitas di Pakuwon Mall Yogyakarta pada 2-4 Oktober 2026. Mengajak Bapak dan seluruh personel famili memungut peran sejenak, aktivitas ini memberikan kesempatan bagi Ibu untuk beristirahat, mengisi balik tenaga, dan menikmati beragam hal yang disukai agar dapat menjalani keseharian dengan semangat serta perspektif pandang yang lebih positif.
Mengambil selang bantu ibu balik produktif dan ciptakan momen bermakna
Frisian Flag/ Foto: Tim Kincai Media
Menjadi Ibu produktif bukan berarti mesti selalu aktif menjalani beragam peran tanpa jeda. Di tengah kesibukan mengurus famili dan pekerjaan, Ibu statis membutuhkan waktu istirahat agar tenaga balik terisi. Dengan begitu, Ibu dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan kondisi yang lebih baik sekaligus memberikan perhatian penuh kepada keluarga.
Psikolog Adhe Vrilia menjelaskan, momen berarti berbareng famili tidak mesti diwujudkan melalui aktivitas besar maupun membutuhkan banyak waktu. Rutinitas sederhana yang dilakukan secara konsisten justru dapat membangun kedekatan emosional antar anggotanya.
“Ketika kita bisa membangun aktivitas-aktivitas maupun rutinitas yang positif, tentunya ini akan membikin sebuah kelekatan secara emosional antara personel keluarga. Inilah yang disebut dengan hubungan interpersonal,” ujar Adhe dalam talkshow Ibu Lebih Produktif, Ciptakan Lebih Banyak Momen Bermakna, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, kebersamaan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti sarapan berbareng sambil menanyakan emosi personel famili sebelum berangkat sekolah, maupun berbincang dengan pasangan mengenai aktivitas yang akan dijalani hari itu. Kebiasaan tersebut membantu menciptakan kondisi hangat di rumah sekaligus membikin setiap personel famili merasa diperhatikan.
Hal senada disampaikan figur publik, Gusti Kanjeng Ratu Bendara. Di tengah kesibukan dirinya dan sang suami, ia berupaya menciptakan waktu khusus berbareng kedua anaknya. Menurutnya, kebersamaan tidak selalu membutuhkan waktu panjang karena yang lebih krusial adalah memberikan perhatian secara utuh.
“Saya berkomitmen untuk punya momen one-on-one dengan mereka, suami aku juga. Jadi, aku ngajak jalan anak aku perempuan, suami aku ngajak jalan anak aku laki-laki, begitu juga kita tukeran,” ungkap Gusti Bendara.
Momen tersebut dapat dilakukan dalam beragam bentuk, mulai dari berjalan-jalan, berlibur, hingga sekadar duduk berbareng tanpa terdistraksi televisi. Durasi pun tidak menjadi permasalahan selama Ibu benar-benar datang dan memberikan perhatian kepada anak.
“Apakah momen tadi adalah satu jam, 15 menit, yang krusial benar-benar terpisahkan 15 menit ngobrol sama anak one-on-one. Dan suami juga punya momen one-on-one, itu penting,” tuturnya.
Gusti Bendara menyadari bahwa membagi waktu antara pekerjaan dan famili bukan hal yang mudah. Apalagi, kebutuhan anak akan perhatian juga berubah seiring bertambahnya usia. Karena itu, ia memilih untuk terus menyesuaikan diri dengan kondisi keluarga.
“Ya, aku statis work in progress ya, Ibu-ibu. Karena setiap momen perjalanan anak tentu menuntut atensi-atensi dari kita yang berbeda-beda. Tentu ini terus ada adjustment-adjustment yang terjadi,” jelasnya.
Baginya, tidak ada ketentuan baku mengenai kapan waktu terbaik untuk menciptakan momen berbareng keluarga. Ibu bisa memilih pagi, malam, maupun waktu lain yang sesuai dengan rutinitas masing-masing. Namun, ketika sudah menentukan waktu tersebut, Ibu sebaiknya benar-benar datang dan tidak sibuk dengan pekerjaan lain.
“Yang terpenting adalah momen sederhana berbareng anak-anak. Kalau terutama adalah 15 menit maupun 1 jam, sebisa Ibu, itu adalah momen atensi yang dilakukan di setiap harinya,” katanya.
Selain menyediakan waktu untuk keluarga, Gusti Bendara juga menekankan pentingnya mengenali kondisi diri. Ia belajar bahwa tubuh dapat memberikan tanda ketika aktivitas yang dijalani sudah terlalu padat dan membutuhkan jeda.
“Setiap harinya, setiap bulannya itu berubah-ubah, tergantung dengan jadwal, kondisi tubuh kita, dan lain sebagainya. Tentu menyeimbangkannya adalah dengan kita mengevaluasi diri kita sendiri,” ungkapnya.
Pengalaman beberapa tahun terakhir membikin Gusti semakin memahami pentingnya memungut waktu untuk benar-benar berhenti. Ia mengaku sempat mengalami kondisi tubuh yang menurun setiap beberapa bulan hingga membutuhkan waktu untuk beristirahat.
“Beberapa tahun terakhir itu kok aku setiap tiga bulan pasti ada sakit sekali, di mana aku flu bermutu yang mesti tidur. Itu tandanya badan aku butuh istirahat. Kalau kegiatannya seperti ini, aku coba deh satu hari di mana aku benar-benar off,” ujarnya.
Menurut Gusti, keseimbangan antara keluarga, pekerjaan, dan kebutuhan pribadi memang tidak bisa disamakan untuk setiap Ibu. Prioritas pun dapat berubah sesuai kondisi pada hari tersebut. Karena itu, memberikan waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat menjadi bagiankecil krusial agar Ibu dapat balik menjalankan beragam peran dengan lebih baik.
Booth Pampering hadirkan momen relaksasi untuk ibu
Selain talkshow, rangkaian aktivitas #TanggalMerahUntukIbu juga menghadirkan area pampering yang dirancang khusus untuk memberikan ruang bagi Ibu menikmati waktu untuk diri sendiri. Di sini, tersedia beragam aktivitas yang membujuk Ibu sebentar bersantai, merawat diri, hingga mengeksplorasi penampilan.
Ada tiga booth yang bisa Ibu kunjungi, yaitu Temani Relaksasi, Kilau Jemari, dan Temani Pesonamu. Masing-masing menawarkan pengalaman berbeda yang dapat menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang di tengah padatnya aktivitas sehari-hari.
Frisian Flag/ Foto: Tim Kincai Media
Di booth Temani Relaksasi, Ibu bisa menikmati pijat singkat untuk membantu tubuh terasa lebih rileks. Beralih ke Kilau Jemari, tersedia perawatan singkat untuk tangan dan kaki yang bisa menjadi kesempatan bagi Ibu memanjakan diri sejenak.
Sementara itu, booth Temani Pesonamu menawarkan pengalaman hair and hijab styling bagi Ibu yang mau mencoba corak baru. Tak cuma menata rambut dan hijab, Ibu juga dapat mengikuti personal color analysis untuk mengetahui palet warna yang sesuai dan menunjang penampilan.
Frisian Flag Indonesia juga menghadirkan sejumlah area yang dapat dinikmati berbareng keluarga. Ada Frisian Flag Cafe, Kreasi Nikmat, photo booth, hingga Korner Keluarga yang bisa menjadi tempat menghabiskan waktu bersama.
Bapak juga dapat memberitahu perhatian melalui Pojok Cipta Kreasi. Di area ini, famili bisa membikin pemberian istimewa untuk Ibu, mulai dari buket, bag charm berbahan manik-manik, hingga ciptaan mewarnai bunga.
Beragam aktivitas tersebut membikin #TanggalMerahUntukIbu tak cuma menjadi kesempatan bagi Ibu untuk memungut jeda, tetapi juga menghadirkan ruang bagi famili untuk memberikan perhatian secara langsung. Dengan begitu, waktu yang biasanya dipenuhi rutinitas dapat berubah menjadi momen menyenangkan yang lebih berkesan bagi Ibu dan keluarga.
Para ibu yang datang pun tampak menikmati beragam aktivitas tersebut. Salah satunya, Ibu Nova, yang sempat berbagi pengalaman mencoba pijat dan perawatan kecantikan kuku.
“Yang paling aku gemar tadi pijat sama pedicure-nya. Memang aku bahagia banget, aku seperti merasa cantik lagi setelah banyak aktivitas mengurus personel famili di rumah,” tuturnya.
Serunya hari kedua #TanggalMerahUntukIbu, ada masak bareng hingga hiburan
Frisian Flag/ Foto: Tim Kincai Media
Rangkaian aktivitas #TanggalMerahUntukIbu hari kedua di Yogyakarta juga dimeriahkan melalui cooking creation berbareng Chef Adit Tian yang membujuk Bapak dan Ibu berkarya menyiapkan sajian favorit untuk mengawali hari.
Dalam sesi ini, famili diajak melihat bahwa menyiapkan makanan dan minuman sederhana juga bisa menjadi metode untuk menciptakan momen kebersamaan. Berbagai ciptaan pun semakin nikmat dengan tambahan Frisian Flag Kental Manis yang memiliki rasa manis pas, creamy, dan gurih.
Acara ini juga memberi kesempatan bagi para ibu untuk mengikuti kelas poundfit berbareng Motion Makers. Sesi ini membujuk peserta bergeser aktif dalam kondisi menyenangkan sekaligus menjadi kesempatan bagi ibu untuk menjaga kebugaran sambil menikmati waktu bersama.
Keseruan kemudian berlanjut lewat permainan Arisan untuk Ibu. Para peserta diajak mengikuti beragam tantangan yang menguji kekompakan dan menghadirkan banyak momen menghibur. Tak cuma membawa pulang pengalaman seru, peserta yang berhasil menyelesaikan tantangan juga berkesempatan mendapatkan pemberian menarik.
Rangkaian aktivitas hari ini ditutup dengan penampilan dari 4Kids+Band yang semakin memeriahkan suasana. Beragam aktivitas tersebut membikin #TanggalMerahUntukIbu menjadi ruang bagi Ibu dan famili untuk beraktivitas, bersantai, serta menikmati waktu berkualitas bersama.
Nah, itulah keseruan aktivitas #TanggalMerahUntukIbu berbareng Frisian Flag hari kedua. Sampai jumpa di aktivitas selanjutnya, ya.
(asa/rap)