Gen Z Kini Makin Jarang Posting di Medsos, Ternyata Ini Alasannya

Aug 12, 2026 10:00 PM - 1 jam yang lalu 3

Jakarta -

Media sosial sekarang tak selalu menjadi tempat bagi Gen Z untuk membagikan beragam momen dalam hidupnya. Meski tetap aktif berselancar di media sosial, banyak yang mulai mengurangi gelombang posting.

Fenomena Gen Z yang makin jarang posting ini menunjukkan bahwa langkah mereka menggunakan media sosial mulai berubah.

Perubahan kebiasaan ini dapat dipengaruhi oleh beragam hal, mulai dari kemauan menjaga privasi hingga rasa capek dengan tuntutan untuk selalu terlihat aktif di media sosial.


Alasan Gen Z jarang posting di medsos

Dilansir Studio Scribis, semakin banyak orang sekarang memilih strategi ‘Posting Zero’, ialah sengaja mengurangi alias apalagi berakhir mengunggah sesuatu di media sosial.

Lini masa IG mungkin tetap dipenuhi banyak konten, tetapi semakin sedikit orang yang membagikan hal-hal pribadi alias memulai percakapan yang betul-betul menarik. Mereka tetap membuka media sosial, tetapi lebih memilih diam, melihat-lihat unggahan orang lain tanpa ikut membagikan sesuatu.

Fenomena ini bukan sekadar perasaan. Ada perubahan dalam kebiasaan penggunaan media sosial, terutama di kalangan anak muda.

Bahkan, Gen Z sebenarnya sudah mulai mempertanyakan penggunaan media sosial sejak beberapa tahun lampau lantaran merasa platform tersebut dapat memicu kecemasan, kesedihan, dan tekanan.

Ada banyak aspek yang memengaruhinya, mulai dari terlalu banyak iklan, rasa takut dinilai orang lain, konten jualan yang semakin mendominasi, hingga kondisi bumi yang penuh masalah. Semua itu membikin banyak orang merasa capek dengan internet.

Matt Richards, seorang manajer berumur 23 tahun, menghapus semua aplikasi media sosial dari ponselnya. Ia justru terkejut lantaran merasa hidupnya menjadi lebih baik setelah melakukan perihal tersebut.

Dilansir CNBC Make It, Richards sudah menggunakan smartphone sejak usia 11 tahun. Namun, beberapa tahun terakhir dia mulai merasa media sosial tidak lagi menyenangkan.

Linimasa dipenuhi konten buatan AI, iklan dari influencer, serta unggahan yang membikin orang terus membandingkan style hidup dan pencapaian mereka dengan orang lain.

Menurut Richards, dulu orang menggunakan ponsel untuk sejenak menjauh dari kehidupan nyata. Kini, banyak anak muda justru mulai menjauh dari ponsel agar bisa kembali menikmati kehidupan nyata.

Setelah mengurangi media sosial, dia merasa lebih mudah terhubung dengan orang lain secara langsung dan menjadi lebih percaya diri.

Fenomena ini dikenal sebagai chronically offline, ialah kebiasaan untuk lebih sering berada di luar bumi digital. Menariknya, tren ini justru ramai dibicarakan di media sosial.

Banyak anak muda membagikan pengalaman mereka menghapus aplikasi media sosial dan mulai melakukan kegiatan secara langsung, seperti berjumpa teman, menggunakan ponsel jadul, hingga mencoba hobi.

Banyak anak muda juga yang merasa media sosial sekarang memberikan terlalu banyak tekanan. Selain kudu terus mengikuti tren, mereka juga dihadapkan pada iklan, pencapaian orang lain, dan beragam info yang tidak ada habisnya.

Kondisi tersebut membikin sebagian orang merasa capek dan kurang nyaman dengan dirinya sendiri.

Media sosial mulai dianggap sebagai platform penuh tekanan lantaran penggunanya terus dibombardir beragam info dan iklan. Richards pun merasa media sosial membuatnya berpikir bahwa dia tidak mempunyai cukup banyak peralatan alias belum mencapai cukup banyak perihal dalam kariernya.

Oleh lantaran itu, sebagian Gen Z dan Milenial mulai memilih untuk mengurangi penggunaan media sosial, apalagi meninggalkannya sama sekali. Mereka mau mendapatkan kembali keseimbangan, rasa aman, dan kendali atas kehidupan mereka.

Nah, itulah argumen kenapa Gen Z sekarang lebih jarang posting di media sosial. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/pri)

Selengkapnya