Jakarta -
Hamil 17 minggu apa yang dirasakan Bunda mungkin makin beragam. Pada trimester kedua ini, tubuh Bunda mulai beradaptasi dengan perubahan hormon dan pertumbuhan Si Kecil yang makin pesat. Banyak Bunda penasaran dengan sensasi bentuk maupun perubahan pada tubuh saat usia kehamilan mencapai momen ini.
Lantas, mengandung 17 minggu apa yang dirasakan? Apa saja perubahan tubuh yang terjadi dan gimana perkembangan janin pada usia kehamilan ini?
Hamil 17 minggu, apa yang dirasakan?
Setiap kehamilan dapat terasa berbeda. Pada usia 17 minggu, sebagian Bunda justru mulai merasa lebih nyaman lantaran keluhan seperti mual dan muntah pada trimester pertama biasanya sudah berkurang. Namun, beberapa indikasi baru dapat muncul seiring pertumbuhan rahim dan janin.
Mengutip laman NHS dan Mayo Clinic, beberapa keluhan yang mungkin dialami pada usia kehamilan 17 minggu antara lain:
1. Mulai merasakan aktivitas janin
Salah satu momen yang paling ditunggu saat kehamilan trimester kedua adalah merasakan aktivitas Si Kecil. Pada usia 17 minggu, sebagian Bunda mungkin mulai merasakan aktivitas janin seperti gelembung kecil, kedutan, sampai sensasi bergulir di dalam perut. Namun, belum merasakan aktivitas pada minggu ini juga tetap normal.
Namun jika Bunda mengandung 17 minggu tetapi belum merasakan aktivitas janin, tidak perlu langsung khawatir. Waktu pertama kali merasakan aktivitas dapat berbeda pada setiap kehamilan.
2. Payudara membesar, nyeri dan lebih sensitif
Payudara dapat terasa lebih penuh dan membesar sebagai bagian dari persiapan tubuh untuk menyusui. Pada trimester kedua, pertumbuhan tetek tetap dapat berlangsung. Selain membesar, tetek terasa nyeri dan lebih sensitif dari sebelumnya.
3. Nyeri punggung alias tubuh terasa pegal
Rahim yang semakin besar dapat mengubah pusat gravitasi tubuh. Ditambah perubahan hormonal, kondisi ini dapat membikin Bunda mengalami pegal, terutama pada bagian punggung bawah. Nyeri punggung bawah termasuk perubahan bentuk yang dapat terjadi selama trimester kedua.
4. Gusi lebih mudah berdarah
Perubahan hormon kehamilan dapat membikin gusi lebih sensitif, bengkak alias mudah berdarah ketika menyikat gigi. Karena itu, Bunda wajib menjaga kesehatan mulut tetap krusial selama kehamilan.
5. Mudah capek dan mengalami gangguan tidur
lantaran perubahan hormon serta perut semakin membesar membikin Bunda mudah lelah. Tak heran jika insomnia alias gangguan tidur dialami oleh Bunda di usia kehamilan masuk trimester kedua ini.
6. Sakit kepala dan pusing
Sakit kepala, pusing, alias merasa lebih mudah kepanasan juga termasuk keluhan yang dapat terjadi pada usia kehamilan ini. Bunda sebaiknya mencukupi kebutuhan cairan dan tidak melewatkan waktu makan.
Jika sakit kepala terasa sangat berat alias disertai gangguan penglihatan maupun pembengkakan mendadak, segera konsultasikan kepada master alias tenaga kesehatan. Gejala tersebut perlu diperiksa lantaran dapat menjadi tanda kondisi kehamilan yang memerlukan penanganan.
7. Heartburn alias rasa panas di dada
Rasa panas alias terbakar di dada (heartburn) juga dapat muncul selama trimester kedua. Perubahan hormon kehamilan dan tekanan rahim yang semakin besar dapat memengaruhi sistem pencernaan.
Bunda bisa mencoba makan dalam porsi mini tetapi lebih sering dan menghindari langsung berebahan setelah makan.
8. Perut kembung dan sembelit
Perubahan hormon selama kehamilan dapat membikin sistem pencernaan bekerja lebih lambat. Akibatnya, Bunda mungkin mengalami perut kembung alias sembelit.
Perbanyak asupan serat dari sayur, buah, biji-bijian, serta cukup minum air untuk membantu menjaga kelancaran pencernaan.
9. Nyeri di sisi perut
Rahim yang semakin membesar dapat meregangkan jaringan penyangganya. Kondisi ini dapat menyebabkan round ligament pain alias nyeri ligamen yang terasa di sisi perut.
Nyeri biasanya muncul ketika Bunda bergerak, berdiri, batuk, bersin, alias mengubah posisi tubuh secara tiba-tiba.
Perubahan pada ibu mengandung saat kehamilan memasuki 17 minggu
Mengutip laman Whattoexpect, NHS dan Healthline ada beberapa perubahan pada ibu mengandung di usia 17 minggu kehamilan antara lain:
1. Nafsu makan meningkat
Bagi sebagian besar ibu hamil, trimester kedua tidak hanya membawa kelegaan dari morning sickness, tetapi juga membikin nafsu makan meningkat. Jadi, jangan kaget jika pada usia kehamilan 17 minggu Bunda tiba-tiba merasa sangat lapar hingga bisa menghabiskan seporsi besar makanan.
2. Keputihan cairan memek bertambah
Bunda mungkin menemukan cairan memek berwarna putih seperti susu selama kehamilan. Kondisi ini dapat menjadi bagian dari perubahan normal pada kehamilan. Namun, jika cairan disertai aroma menyengat, rasa gatal, nyeri, alias perubahan warna yang tidak biasa, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
3. Perubahan kulit dan rambut
Bunda mungkin memandang kulit menjadi lebih berminyak alias muncul jerawat. Beberapa ibu mengandung juga mengalami perubahan pigmentasi pada wajah berupa bercak kecokelatan yang dikenal sebagai chloasma alias melasma. Di sisi lain, rambut bisa terasa lebih tebal dan berkilau selama kehamilan.
4. Kenaikan berat badan dan pembengkakan
Kenaikan berat badan, pembengkakan, dan perubahan hormon juga dapat membikin ukuran kaki Bunda bertambah. Dalam beberapa minggu ke depan, Bunda mungkin bakal merasa mempunyai lebih banyak daya dan berada dalam kondisi yang lebih baik.
5. Detak jantung dan suhu tubuh meningkat
Aliran darah yang meningkat pesat membikin tubuh terasa lebih hangat dan Bunda lebih mudah berkeringat.
6. Mood swing
Kondisi emosi dapat berubah, termasuk merasa lebih sensitif, resah alias khawatir. Perubahan hormon dapat membikin masalah mini terasa lebih berat selama kehamilan.
7. Perut mulai semakin terlihat
Rahim yang terus membesar mulai bergerak naik keluar dari panggul. Akibatnya, lingkar pinggang dapat terlihat semakin menghilang dan corak perut mulai lebih tampak sebagai perut hamil.
Bunda yang pernah mengandung sebelumnya mungkin sudah mempunyai baby bump yang cukup terlihat, sedangkan pada kehamilan pertama perut bisa saja belum terlalu besar.
8. Muncul stretch mark
Pertumbuhan perut dan tetek yang semakin sigap dapat membikin sebagian Bunda memandang garis-garis pada kulit. Stretch mark dapat berwarna merah muda, merah, ungu, cokelat alias kemudian memudar menjadi keperakan.
Stretch mark dapat muncul pada perut, payudara, pinggul dan paha, serta dialami hingga 8 dari 10 wanita selama kehamilan.
Tips saat mengandung 17 minggu
Memasuki trimester kedua, Bunda dapat mulai lebih konsentrasi menjaga kebugaran dan mempersiapkan diri menghadapi kehamilan yang semakin besar. Mengutip laman Whattoexpect, Healthline, NHS berikut beberapa tips yang bisa Bunda dilakukan:
1. Konsumsi makanan bergizi seimbang
Bunda tidak perlu makan dengan porsi dua kali lipat hanya lantaran sedang hamil. Fokuslah pada makanan dengan gizi seimbang, termasuk sayuran, buah, protein, sumber karbohidrat, dan lemak sehat.
2. Aktif bergerak
Jika kondisi kehamilan sehat dan master tidak memberikan larangan khusus, Bunda dapat tetap melakukan kegiatan bentuk yang sesuai kemampuan.
Jalan kaki, berenang, yoga prenatal, alias olahraga ringan lainnya dapat menjadi pilihan. Meski begitu, Bunda tetap mendengarkan kondisi tubuh selama melakukan kegiatan fisik.
3. Lakukan peregangan mencegah Skiatika
Saraf skiatik merupakan saraf terbesar di tubuh. Saraf ini berasal dari punggung bagian bawah, melewati bokong, kemudian bercabang hingga ke bagian belakang kaki, pergelangan kaki, dan telapak kaki.
Dalam banyak kasus, skiatika ditandai dengan rasa nyeri tajam seperti tertusuk alias tersengat, kesemutan, maupun meninggal rasa yang bermulai dari punggung alias pinggul dan menjalar hingga ke kaki. Kondisi ini biasanya terjadi ketika saraf skiatik mengalami tekanan akibat alas tulang belakang yang menonjol, bergeser, alias pecah.
Oleh lantaran itu, di 17 minggu kehamilan menyarankan Bunda untuk melakukan peregangan. Selain itu, Bunda bisa mencoba menggunakan kompres alias alas hangat maupun melakukan peregangan punggung untuk membantu meredakan rasa sakit.
4. Ubah posisi berebahan secara bertahap
Selama kehamilan, hormon progesteron meningkatkan aliran darah menuju bayi. Kondisi ini dapat menyebabkan tekanan darah menjadi lebih rendah dan aliran darah ke otak berkurang sehingga Bunda bisa merasa pusing alias seperti bakal pingsan.
Untuk mencegah pusing alias merasa seperti bakal pingsan, ubah posisi tubuh secara perlahan, terutama saat beranjak dari posisi berebahan ke duduk alias dari duduk ke berdiri. Jika mulai merasa berkunang-kunang, segera duduk dan tundukkan kepala, alias berebahan sejenak.
5. Cukupi kebutuhan cairan
Minum air yang cukup dapat membantu mencegah dehidrasi sekaligus membantu mengurangi akibat sembelit.
6. Jaga kesehatan gigi dan gusi
Perubahan hormon kehamilan dapat memengaruhi gusi, ligamen, dan tulang di dalam mulut. Hal ini pada akhirnya bisa membikin gigi sedikit lebih longgar, terutama jika Bunda mempunyai masalah gigi dan gusi yang lebih serius dan belum ditangani, seperti gingivitis alias periodontitis.
Segera periksakan diri ke master gigi jika gigi terasa sangat goyang alias Bunda mengalami masalah gigi lainnya yang cukup serius. Pastikan tetap menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi dua kali sehari, rutin menggunakan benang gigi (floss), serta melakukan kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut lainnya selama kehamilan.
7. Hindari paparan mentari berlebih
Berbagai perubahan kulit selama kehamilan, termasuk tahi lalat yang menjadi lebih gelap dan biang keringat, umumnya normal dan berkarakter sementara.
Seperti banyak perubahan lain selama kehamilan, hormon menjadi salah satu penyebabnya. Namun, paparan sinar mentari dapat membikin perubahan pada kulit tersebut semakin terlihat. Karena itu, sebisa mungkin lindungi kulit dari paparan sinar mentari langsung.
8. Jadwalkan pijat prenatal
Seiring perubahan tubuh selama kehamilan, Bunda mungkin mulai merasakan pegal alias nyeri di beberapa bagian tubuh. Pijat prenatal dapat menjadi langkah yang menyenangkan untuk memanjakan tubuh sekaligus membantu meredakan rasa tidak nyaman.
Pijat ini juga dapat membantu Bunda lebih rileks. Pastikan Bunda memilih terapis yang terlatih melakukan pijat prenatal, dan beri tahu terapis mengenai usia kehamilan Bunda.
9. Pemeriksaan kehamilan
Tetap ikuti agenda pemeriksaan antenatal. Dokter alias perawat dapat memantau kesehatan Bunda dan pertumbuhan janin serta memberikan pemeriksaan yang sesuai dengan usia kehamilan.
Meskipun akibat keguguran sudah menurun pada tahap kehamilan ini, risikonya tetap tetap ada. Jika Bunda mengalami perdarahan dari vagina, keluar cairan dari vagina, alias nyeri perut yang parah, segera hubungi dokter. Bunda juga perlu menghubungi master jika mengalami demam.
Perkembangan janin saat bulan mengandung 17 minggu
Perkembangan janin di usia 17 minggu kehamilan sudah mulai terlihat. Mulai dari ukuran janin yang semakin besar sampai aktivitas serta respon janin di dalam kandungan. Berikut beberapa perkembangan janin di usia 17 minggu kehamilan yang sudah bisa Bunda ketahui antara lain:
1. Ukuran janin
Janin pada usia kehamilan ini berukuran sekitar 12 cm dari kepala hingga bokong, kurang lebih sebesar buah delima.
2. Aktif bergerak dan merespon
Janin juga semakin aktif bergerak di dalam rahim. Selain itu, bayi juga sudah bisa menggerakkan mata meskipun untuk sementara matanya tetap tertutup. Si Kecil yang semakin aktif juga mulai melakukan aktivitas seperti bergulir dan berputar di dalam rahim.
3. Janin merespon suara
Janin juga sudah bisa merespons bunyi keras dan membuka dan menutup mulut. Perkembangan sistem saraf dan organ sensorik terus berjalan selama trimester kedua.
4. Lemak tubuh mulai terbentuk
Lemak tubuh bayi mulai terbentuk pada tahap ini dan bakal terus bertambah hingga akhir kehamilan. Jadi, Si Kecil sedang mulai mempunyai persediaan lemak untuk mendukung pertumbuhannya.
5. Sidik jari mulai terbentuk
Dalam waktu sekitar satu minggu ke depan, alas pada ujung jari tangan dan kaki bayi bakal mulai dihiasi pola garis dan lekukan yang khas. Pola tersebut nantinya bakal berkembang menjadi sidik jari yang betul-betul unik pada setiap individu.
6. Rambut dan bulu lembut mulai tumbuh
Rambut di kepala, alis, dan bulu mata bayi juga semakin tumbuh. Si Kecil mulai bisa mengepalkan tangan dan memasukkan tangan mungilnya ke dalam mulut.
7. Aktivitas jantung semakin teratur
Pada usia kehamilan 17 minggu, debar jantung bayi mulai diatur oleh otak sehingga tidak lagi berdebar secara acak. Jantung Si Kecil berdebar sekitar 140–150 kali per menit, alias kira-kira dua kali lebih sigap dibandingkan debar jantung Bunda.
Begitulah penjelasan tentang mengandung 17 minggu apa yang dirasakan, perkembangan sampai tips menjaga kehamilan agar tetap aman. Semoga informasinya berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)