Jakarta -
Bunda sedang mencari tahu mengandung 2 minggu apa yang dirasakan? Jangan buru-buru mengira perut sudah mulai membesar alias mual karena, secara medis, usia kehamilan 2 minggu sebenarnya tetap termasuk fase yang sangat awal.
Menariknya, saat master menyebut usia kehamilan 2 minggu, pembuahan belum tentu terjadi. Kok bisa?
Usia kehamilan secara medis dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir (HPHT), bukan dari hari terjadinya pembuahan. Jadi, dua minggu pertama kehamilan umumnya merupakan masa ketika tubuh sedang mempersiapkan ovulasi. Pada siklus menstruasi rata-rata 28 hari, ovulasi biasanya terjadi sekitar hari ke-14.
Lantas, apa saja perubahan yang mungkin Bunda rasakan dan gimana perkembangan calon bayi pada fase ini? Yuk, simak selengkapnya.
Hamil 2 minggu, apa yang dirasakan?
Pada usia kehamilan 2 minggu berasas HPHT, sebagian besar wanita belum merasakan indikasi kehamilan yang khas. Sebab, tubuh tetap berada dalam fase ovulasi alias mendekati ovulasi.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), waktu ovulasi dapat berbeda pada setiap perempuan. Pada siklus 28 hari, ovulasi umumnya terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi berikutnya.
Beberapa perubahan yang mungkin Bunda rasakan antara lain:
1. Lendir memek lebih banyak
Menjelang ovulasi, lendir serviks dapat menjadi lebih bening, licin, dan elastis. Teksturnya sering kali menyerupai putih telur mentah. Perubahan ini berangkaian dengan masa subur.
2. Nyeri ringan di perut bagian bawah
Sebagian wanita mengalami rasa nyeri alias kram ringan di salah satu sisi perut saat ovulasi. Kondisi ini dikenal sebagai mittelschmerz.
3. Payudara lebih sensitif
Perubahan hormon selama siklus menstruasi dapat membikin tetek terasa lebih penuh, kencang, alias sensitif.
4. Perut terasa kembung
Perubahan hormon juga dapat membikin sebagian wanita mengalami kembung. Namun, kondisi ini belum bisa dijadikan tanda pasti kehamilan.
Jadi, jika Bunda tidak merasakan perubahan apa pun pada usia 2 minggu, tidak perlu khawatir. Tidak adanya indikasi bukan berfaedah ada masalah.
Perubahan pada ibu mengandung saat kehamilan memasuki 2 minggu
Pada fase ini, tubuh sebenarnya sedang sibuk mempersiapkan kemungkinan terjadinya kehamilan. Hormon membantu folikel di ovarium berkembang dan mematangkan sel telur. Ketika ovulasi terjadi, sel telur dilepaskan dari ovarium dan dapat dibuahi oleh sperma.
ACOG menjelaskan bahwa sperma dapat memperkuat hidup selama beberapa hari di saluran reproduksi perempuan, sedangkan sel telur mempunyai waktu hidup yang jauh lebih singkat setelah ovulasi. Karena itu, hubungan seksual beberapa hari sebelum ovulasi pun tetap dapat berkesempatan menyebabkan kehamilan.
Jika sperma sukses membuahi sel telur, sel hasil pembuahan kemudian bakal mengalami pembelahan dan bergerak menuju rahim. Proses menempelnya hasil konsepsi pada tembok rahim disebut implantasi.
Hormon kehamilan human chorionic gonadotropin (hCG) kemudian mulai diproduksi setelah proses tersebut berlangsung. Hormon inilah yang nantinya dapat dideteksi melalui tes kehamilan. Artinya, Bunda mungkin belum bisa memastikan kehamilan hanya berasas perubahan tubuh saat usia 2 minggu.
Adakah perubahan corak perut pada ibu mengandung 2 minggu?
Kalau Bunda baru memasuki usia kehamilan 2 minggu, jangan heran jika corak perut belum berubah sama sekali. Bahkan, secara medis, pada usia ini pembuahan mungkin belum terjadi lantaran usia kehamilan dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir (HPHT), bukan dari hari terjadinya pembuahan. Jadi, belum ada janin yang cukup besar untuk membikin perut terlihat membuncit. Rahim juga tetap berada dalam ukuran normal dan belum mengalami pembesaran yang signifikan.
Kalaupun perut terasa lebih penuh, kencang, alias terlihat sedikit buncit, kondisi tersebut lebih mungkin disebabkan oleh kembung, perubahan hormon, alias sistem pencernaan, bukan lantaran pertumbuhan janin.
Menurut ACOG, perkembangan dan pembesaran rahim berjalan secara berjenjang selama kehamilan. Perubahan corak perut biasanya baru semakin terlihat ketika kehamilan memasuki trimester berikutnya.
Kapan corak perut berubah saat hamil?
Setiap Bunda bisa mengalami perubahan corak perut pada waktu yang berbeda. Umumnya, baby bump mulai terlihat pada akhir trimester pertama hingga awal trimester kedua, sekitar usia kehamilan 12–16 minggu.
Pada sebagian perempuan, baby bump mulai terlihat pada akhir trimester pertama alias memasuki trimester kedua. Namun, pada kehamilan pertama, perut mungkin baru tampak lebih jelas beberapa minggu setelahnya.
Pada kehamilan pertama, baby bump juga condong terlihat lebih lambat lantaran otot perut tetap cukup kencang. Sementara itu, pada kehamilan berikutnya, corak perut bisa terlihat lebih cepat.
Bentuk dan ukuran perut juga dipengaruhi oleh beragam faktor, antara lain:
- Kehamilan pertama alias bukan
- Bentuk dan ukuran tubuh sebelum hamil
- Kekuatan otot perut
- Posisi rahim dan janin
- Jumlah bayi yang dikandung
- Pertumbuhan dan perkembangan janin
Menurut ACOG, rahim memang bakal membesar seiring perkembangan kehamilan dan secara berjenjang bergerak keluar dari panggul. Perubahan tersebut kemudian membikin perut semakin terlihat menonjol. Jadi, tidak perlu membandingkan ukuran perut dengan Bunda lain yang usia kehamilannya sama. Perkembangan setiap kehamilan memang bisa berbeda.
Tips saat mengandung 2 minggu
Karena dua minggu pertama merupakan fase yang sangat awal, Bunda bisa mulai mempersiapkan tubuh untuk kehamilan.
1. Mulai konsumsi masam folat
Jika sedang merencanakan kehamilan, jangan menunggu sampai tes kehamilan menunjukkan hasil positif untuk mulai memperhatikan masam folat.
ACOG merekomendasikan sebagian besar wanita yang sedang merencanakan kehamilan alias berpotensi mengandung untuk mengonsumsi setidaknya 400 mikrogram (mcg) masam folat setiap hari, idealnya dimulai setidaknya satu bulan sebelum kehamilan.
Asam folat krusial untuk membantu mencegah abnormal tabung saraf pada bayi.
2. Konsumsi makanan bergizi
Perbanyak makanan yang mengandung protein, sayuran, buah, biji-bijian, serta sumber nutrisi krusial lainnya. Pola makan seimbang dapat membantu mempersiapkan tubuh menghadapi kehamilan.
3. Hindari rokok dan alkohol
Jika sedang berupaya hamil, sebaiknya mulai menghindari rokok, alkohol, dan paparan unsur rawan lainnya.
4. Cukupi waktu istirahat
Tidur yang cukup dan menjaga kesehatan tubuh tetap krusial selama mempersiapkan kehamilan.
5. Catat siklus menstruasi
Mencatat HPHT dan siklus menstruasi dapat membantu Bunda mengetahui pola menstruasi dan memperkirakan masa ovulasi.
Perkembangan janin saat kehamilan 2 minggu
Nah, ini bagian yang sering bikin penasaran.
Pada usia kehamilan 2 minggu berasas HPHT, janin sebenarnya belum terbentuk. Tubuh Bunda tetap berada dalam fase persiapan menuju ovulasi.
Jika ovulasi terjadi dan sel telur berjumpa dengan sperma, barulah pembuahan dapat berlangsung. Sel hasil pembuahan kemudian mulai membelah menjadi lebih banyak sel sembari bergerak menuju rahim.
Jadi, istilah 'perkembangan janin usia 2 minggu' sebenarnya sedikit berbeda dengan gambaran perkembangan janin pada minggu-minggu berikutnya.
Menurut ACOG, kalkulasi usia kehamilan memang dimulai dari HPHT sehingga dua minggu pertama termasuk dalam kalkulasi meskipun pembuahan biasanya belum terjadi. Setelah pembuahan dan implantasi terjadi, tubuh mulai meningkatkan produksi hormon hCG. Inilah yang nantinya menjadi dasar pemeriksaan kehamilan menggunakan tes urine maupun darah.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)