Manfaat Baik Granola untuk Busui, Bisa Buat Camilan Sehat

Jakarta -

Menyusui si mini sering bikin Bunda mudah lapar. Belum lagi jika kudu mengurus bayi, melakukan pekerjaan rumah, sampai tetap menjalani kegiatan lainnya. Rasanya, camilan jadi penyelamat di sela-sela waktu makan.

Nah, granola bisa menjadi salah satu pilihan camilan untuk ibu menyusui (busui). Apalagi jika granola yang dipilih mengandung oat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan buah kering dengan gula tambahan yang tidak berlebihan.

Lantas, apa saja faedah granola untuk busui? Dan benarkah makanan yang satu ini bisa membantu memperbanyak ASI?


Kenapa busui perlu memperhatikan asupan makanan?

Selama menyusui, tubuh Bunda memerlukan daya dan sejumlah unsur gizi tambahan. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ibu menyusui yang gizinya tercukupi umumnya memerlukan tambahan sekitar 330–400 kkal per hari dibandingkan kebutuhan sebelum hamil. Kebutuhan tersebut bisa berbeda tergantung usia, indeks massa tubuh, aktivitas, serta apakah Bunda menyusui secara eksklusif alias juga memberikan susu formula.

Bukan berfaedah Bunda kudu terus-menerus makan dalam porsi besar. Camilan bergizi di antara waktu makan bisa menjadi salah satu langkah untuk membantu memenuhi kebutuhan daya harian. Di sinilah granola dapat menjadi pilihan.

Manfaat granola untuk busui

Berikut beberapa manfaatnya: 

1. Bisa membantu menambah asupan energi

Granola umumnya dibuat dari oat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan buah kering. Bahan-bahan tersebut dapat memberikan daya yang dibutuhkan Bunda untuk menjalani kegiatan sehari-hari.

Granola juga cukup praktis. Bunda bisa menikmatinya ketika lapar di sela waktu makan tanpa perlu repot memasak.

Namun, lantaran granola cukup padat energi, porsinya tetap perlu diperhatikan. Jangan sampai camilan yang awalnya mau menyehatkan justru membikin asupan kalori berlebihan.

2. Mengandung serat

Oat yang menjadi bahan utama banyak produk granola merupakan sumber serat. Serat krusial untuk mendukung kesehatan sistem pencernaan dan membantu Bunda merasa kenyang lebih lama. Agar manfaatnya lebih maksimal, pilih granola yang menggunakan whole grain dan tidak terlalu banyak mengandung gula tambahan.

3. Bisa mengandung lemak sehat

Granola yang dibuat dengan tambahan almond, kacang tanah, kenari, chia seed, alias biji labu dapat memberikan lemak tidak jenuh. Lemak merupakan bagian krusial dari pola makan seimbang. Kacang dan biji-bijian juga dapat memberikan protein serta sejumlah vitamin dan mineral.

Meski begitu, tetap perhatikan jumlahnya lantaran kacang, biji-bijian, dan granola umumnya cukup tinggi kalori.

4. Bisa dipadukan dengan makanan bergizi lain

Granola sebenarnya tidak kudu dimakan sendirian. Bunda bisa mencampurkannya dengan yoghurt, susu, alias buah segar. Dengan begitu, camilan tidak hanya mendapatkan karbohidrat dari granola, tetapi juga bisa memperoleh protein, vitamin, mineral, dan nutrisi lain dari bahan pendamping.

Misalnya, granola dengan yoghurt dan pisang bisa menjadi camilan yang praktis saat Bunda sedang sibuk mengurus si kecil.

5. Praktis untuk busui yang sering sibuk

Ini mungkin menjadi salah satu argumen granola cukup menarik untuk dijadikan camilan.

Bunda bisa menyimpannya di wadah tertutup dan mengambil secukupnya ketika lapar. Tidak perlu memasak alias menyiapkan makanan dalam waktu lama.

Buat Bunda yang sering melewatkan waktu makan lantaran si mini memerlukan perhatian, camilan praktis seperti ini bisa membantu.

Benarkah granola bisa memperbanyak ASI?

Nah, ini yang sering membikin granola dikaitkan dengan ibu menyusui.

Granola yang mengandung oat kerap disebut sebagai salah satu makanan yang dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Namun, Bunda sebaiknya tidak menganggap granola sebagai makanan pelancar ASI yang sudah terbukti secara ilmiah.

Penelitian mengenai makanan yang disebut sebagai galactagogue alias bahan yang dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI tetap menunjukkan hasil yang beragam.

Salah satu penelitian krusial diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition pada 2023. Studi randomized controlled trial ini melibatkan 176 ibu menyusui. Peserta diberikan cookies yang mengandung bahan yang disebut sebagai galactagogue, ialah oatmeal, brewer's yeast, flaxseed, dan fenugreek, alias cookies kontrol selama satu bulan.

Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan dalam produksi ASI antara golongan yang mengonsumsi cookies dengan bahan galactagogue dan golongan kontrol. Peneliti pun menyimpulkan bahwa belum ada bukti bahwa cookies tersebut dapat meningkatkan produksi ASI secara objektif maupun persepsi ibu terhadap kecukupan ASI.

Jadi, meskipun cookies dalam penelitian tersebut mengandung oatmeal, hasilnya tidak bisa dijadikan bukti bahwa granola dapat memperbanyak ASI.

Menariknya, ada penelitian lain dari peneliti IPB University yang memberikan hasil berbeda.

Studi yang diterbitkan dalam Korean Journal of Family Medicine pada 2022 tersebut melibatkan 20 pasangan ibu dan bayi. Peserta dibagi menjadi golongan yang mendapatkan Galohgor nutraceutical lactation cookies dan golongan yang mendapatkan cookies biasa.

Setelah 14 hari, golongan yang mendapatkan cookies Galohgor mempunyai rata-rata volume ASI sekitar 557 mL/hari, sedangkan golongan kontrol sekitar 435,9 mL/hari. Konsentrasi laktosa ASI juga lebih tinggi pada golongan intervensi.

Namun, Bunda perlu memandang penelitian ini secara hati-hati. Cookies yang digunakan bukan granola biasa alias oatmeal saja, melainkan mengandung formula nutraceutical berbahan herbal Galohgor. Selain itu, jumlah peserta penelitian relatif kecil, ialah hanya 20 pasangan ibu dan bayi.

Artinya, penelitian tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa granola secara umum bisa meningkatkan produksi ASI.

Jadi, apa faedah granola untuk busui?

Lebih tepat jika granola dipandang sebagai camilan praktis yang dapat membantu memenuhi kebutuhan daya dan nutrisi Bunda selama masa menyusui, bukan sebagai makanan unik untuk memperbanyak ASI.

CDC juga menekankan bahwa ibu menyusui sebaiknya mengonsumsi makanan yang sehat dan beragam. Kebutuhan beberapa nutrisi, seperti iodium dan kolin, apalagi meningkat selama masa menyusui. Untuk tahun pertama setelah melahirkan, rekomendasi asupan iodium adalah sekitar 290 mikrogram per hari, sedangkan kolin sekitar 550 mg per hari.

Karena itu, jangan hanya mengandalkan granola. Tetap lengkapi menu harian dengan sumber protein, sayur, buah, biji-bijian, kacang-kacangan, serta sumber nutrisi lainnya.

Tips memilih granola untuk busui

Tidak semua granola mempunyai kandungan yang sama, Bunda. Beberapa produk di pasaran justru mengandung gula tambahan cukup tinggi.

Saat memilih granola, coba perhatikan label kemasannya. Pilih produk yang:

  • Mengandung oat alias whole grain sebagai salah satu bahan utamanya.
  • Tidak terlalu tinggi gula tambahan.
  • Mengandung kacang alias biji-bijian.
  • Tidak terlalu tinggi lemak jenuh.
  • Menggunakan bahan yang sederhana.
  • Sesuaikan porsinya dengan kebutuhan daya harian.

Bunda juga bisa membikin granola sendiri di rumah dengan bahan seperti oat, kacang almond, biji labu, chia seed, dan buah kering. Dengan begitu, jumlah gula dan bahan tambahan bisa lebih mudah dikontrol.

Ide camilan granola untuk busui

Bosan makan granola begitu saja? Tenang, Bunda bisa mengombinasikannya dengan beragam bahan lain agar camilan terasa lebih lezat sekaligus mengenyangkan. Beberapa buahpikiran yang bisa dicoba, yaitu:

1. Granola, yoghurt, dan buah

Campurkan granola dengan yoghurt tawar alias rendah gula, lampau tambahkan buah seperti pisang, stroberi, mangga, alias blueberry. Kombinasi ini memberikan karbohidrat, protein, serat, serta vitamin dan mineral.

2. Granola dan pisang

Kalau mau yang simpel, Bunda bisa menambahkan granola di atas irisan pisang. Tambahkan selai kacang tanpa gula alias kacang-kacangan jika mau camilan yang lebih mengenyangkan.

3. Overnight oats dengan granola

Siapkan oat, susu, dan yoghurt dalam wadah, kemudian simpan di lemari es semalaman. Saat bakal disantap, tambahkan granola dan buah segar sebagai topping.

4. Smoothie bowl dengan granola

Blender pisang, yoghurt, dan buah favorit Bunda hingga lembut. Tuangkan ke mangkuk, lampau tambahkan granola, chia seed, dan potongan buah. Camilan ini cocok disantap saat cuaca sedang panas.

5. Granola dengan susu dan buah

Tidak sempat menyiapkan camilan? Tuangkan susu ke dalam mangkuk berisi granola, kemudian tambahkan potongan pisang alias buah lainnya. Praktis dan bisa dibuat dalam beberapa menit.

6. Energy bites dari granola

Bunda juga bisa membikin bola-bola camilan dari granola, selai kacang, oat, dan sedikit madu. Campurkan semua bahan, corak bulat, lampau simpan di kulkas. Camilan ini bisa disiapkan sekaligus untuk beberapa hari.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya
Manfaat Baik Granola untuk Busui, Bisa Buat Camilan Sehat
InMotion Shared Hosting
CloudWays Cloud Hosting