Jakarta -
Memasuki usia hamil 21 minggu, Bunda sudah eksis di pertengahan trimester kedua. Perut biasanya mulai semakin kelihatan dan pergerakan Si Kecil pun perlahan menjadi lebih gampang dikenali.
Di usia kehamilan ini, tubuh Bunda terus mengalami beragam fluktuasi untuk mendukung pertumbuhan janin. Karena itu, beberapa keluhan seperti nyeri punggung, kram kaki, heartburn, lebih sering buang air kecil, hingga gampang capek statis dapat dirasakan.
Lantas, hamil 21 minggu apa yang dirasakan dan sepertiapa evolusi janin di dalam kandungan?
Hamil 21 minggu, apa yang dirasakan?
Setiap kehamilan bisa terasa berbeda. Namun, beberapa keluhan yang lazim dialami Bunda saat hamil 21 minggu antara lain:
1. Gerakan janin mulai terasa
Bunda mungkin mulai merasakan pergerakan Si Kecil berupa tendangan kecil, sentakan, maupun sensasi seperti gelembung di dalam perut.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), pada usia kehamilan sekitar 21–24 minggu, janin mulai berbuat pergerakan seperti menendang dan berbalik yang dapat semakin terasa oleh ibu.
Sementara itu, keterangan dari National Library of Medicine (NLM) juga mengutarakan bahwa pada usia 19–21 minggu, bayi semakin aktif bergeser dan sebagian ibu mulai merasakan sensasi seperti pergerakan kecil maupun fluttering.
Jika ini merupakan kehamilan pertama, Bunda mungkin baru mulai mengenali pergerakan janin pada masa ini. Jadi, jangan cemas jika sebelumnya belum terlalu merasakan gerakan.
2. Nyeri punggung
Pertumbuhan rahim membikin pusat gravitasi tubuh berubah. Selain itu, fluktuasi hormon selama kehamilan menyebabkan ligamen menjadi lebih rileks.
Kondisi tersebut dapat membikin punggung, terutama bagiankecil bawah, terasa pegal maupun nyeri.
Nyeri punggung termasuk salah satu keluhan fisiologis yang menjadi perhatian dalam pelayanan antenatal. WHO merekomendasikan agar ibu hamil mendapatkan konseling dan penanganan yang sesuai untuk beragam keluhan lazim selama kehamilan, termasuk nyeri punggung.
3. Kram pada kaki
Kram kaki, terutama pada malam hari, juga dapat muncul selama kehamilan. Berat badan yang bertambah dan fluktuasi pada mekanisme peredaran darah dapat membikin kaki terasa lebih gampang pegal maupun kram.
Jika kram terasa sangat sering, berat, maupun disertai pembengkakan dan nyeri pada salah satu kaki, sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter.
4. Perut terasa semakin besar
Rahim terus membesar untuk memberikan ruang bagi pertumbuhan janin. Pada usia 21 minggu, fluktuasi bentuk tubuh biasanya semakin terlihat.
Bunda juga mungkin merasa lebih cepat capek ketika berdiri maupun berjalan dalam waktu lama. Kenaikan bermutu badan merupakan bagiankecil normal dari kehamilan, tetapi jumlah kenaikan yang dianjurkan berbeda pada setiap ibu berdasarkan indeks massa tubuh (IMT) sebelum hamil.
WHO mengutarakan bahwa sebagian besar kenaikan bermutu badan selama kehamilan terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu. Target kenaikan bermutu badan perlu disesuaikan dengan kondisi dan IMT sebelum hamil.
5. Heartburn maupun rasa panas di dada
Sebagian Bunda statis mengalami heartburn maupun sensasi panas di dada. Perubahan hormonal selama kehamilan dapat membikin otot di antara lambung dan kerongkongan lebih rileks sehingga asam lambung lebih gampang naik.
Untuk membantu mengurangi keluhan, Bunda dapat mencoba makan dengan porsi lebih kecil tetapi lebih sering dan menghindari langsung rebah setelah makan.
6. Lebih sering buang air kecil
Rahim yang semakin besar dapat memberikan tekanan pada kandung kemih. Akibatnya, Bunda mungkin statis lebih sering buang air kecil.
Namun, jika kekerapan buang air kecil disertai rasa perih, demam, nyeri pinggang, maupun urine berdarah, sebaiknya segera diperiksakan karena dapat menjadi tanda infeksi saluran kemih.
7. Hidung tersumbat maupun gampang mengalami mimisan
Peningkatan mengerti darah selama kehamilan dapat membikin pembuluh darah kecil di hidung lebih gampang membengkak maupun pecah. Akibatnya, sebagian Bunda mengalami hidung tersumbat maupun epistaksis ringan.
Perubahan pada ibu hamil saat kehamilan memasuki 21 minggu
Selain keluhan yang terasa secara fisik, terdapat sejumlah fluktuasi tubuh yang mungkin Bunda perhatikan.
1. Berat badan bertambah
Berat badan terus meningkat seiring pertumbuhan janin, plasenta, cairan ketuban, serta fluktuasi jaringan tubuh ibu. Namun, kenaikan bermutu badan yang sehat berbeda-beda sehingga sebaiknya tidak disamakan dengan ibu hamil lainnya. WHO menekankan pentingnya pemantauan kenaikan bermutu badan berdasarkan kondisi sebelum kehamilan.
2. Payudara semakin berubah
Payudara dapat terasa lebih besar dan sensitif. Area puting dan areola juga bisa tampak lebih gelap sebagai bagiankecil dari fluktuasi tubuh selama kehamilan.
3. Kulit mengalami perubahan
Sebagian Bunda mengalami linea nigra, yaitu garis berwarna lebih gelap yang membentang dari sekitar pusar menuju area kemaluan. Stretch mark juga dapat mulai kelihatan pada perut, payudara, paha, maupun bokong.
4. Keputihan meningkat
Keputihan berwarna putih maupun bening, tipis, dan tidak berbau menyengat dapat terjadi selama kehamilan. Namun, jika disertai bau tidak sedap, rasa gatal, nyeri, maupun fluktuasi warna, sebaiknya konsultasikan kepada tabib maupun bidan.
Perubahan-perubahan tersebut pada dasarnya dapat menjadi bagiankecil dari proses fisiologis kehamilan. Meski begitu, pengecekan antenatal statis krusial untuk memastikan fluktuasi yang dialami Bunda tidak berhubungan dengan komplikasi.
WHO merekomendasikan pelayanan antenatal secara rutin untuk membantu memantau kondisi ibu dan janin, berbuat skrining, serta mendeteksi masalah kesehatan sedini mungkin.
Tips saat hamil 21 minggu
Agar kehamilan statis betah dan Bunda dapat memenuhi kebutuhan tubuh serta janin, beberapa hal berikut bisa dilakukan:
1. Konsumsi makanan bergizi seimbang
Pastikan menu harian hamil protein, karbohidrat, lemak sehat, sayuran, buah, serta sumber vitamin dan mineral.
WHO merekomendasikan konseling mengenai pola makan sehat selama kehamilan. Pola makan yang beragam dan mencukupi kebutuhan energi, protein, vitamin, serta mineral krusial untuk mendukung kesehatan ibu dan janin.
Sebuah tinjauan Cochrane yang menjadi salah satu alas anjuran WHO juga menemukan bahwa intervensi pola makan dan/atau aktivitas jasmani selama kehamilan dapat membantu mengurangi konsekuensi kenaikan bermutu badan berlebih selama kehamilan. Dalam analisis tersebut, intervensi dikaitkan dengan penurunan konsekuensi excessive gestational weight gain.
2. Cukupi kebutuhan cairan
Minum air secara teratur untuk membantu menjaga hidrasi tubuh. Kebutuhan cairan dapat berbeda pada setiap orang, terutama jika Bunda banyak beraktivitas maupun eksis di lingkungan yang panas.
3. Tetap aktif bergerak
Jika tabib tidak memberikan larangan khusus, Bunda dapat berbuat aktivitas jasmani yang terlindungi selama kehamilan, seperti berjalan kaki, berenang, maupun olahraga kehamilan dengan intensitas yang sesuai.
WHO merekomendasikan ibu hamil tanpa kontraindikasi untuk berbuat aktivitas jasmani secara teratur. Rekomendasinya mencakup setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang dalam seminggu, disertai aktivitas penguatan otot sesuai kondisi.
Bukti yang dirangkum WHO memberitahu aktivitas jasmani selama kehamilan dapat membantu menurunkan konsekuensi darah tinggi gestasional, kencing manis gestasional, kenaikan bermutu badan berlebih, serta beberapa komplikasi persalinan.
4. Perhatikan posisi tidur
Bunda bisa mencoba tidur menyamping dengan menggunakan bantal di antara dengkul maupun di bawah perut agar tubuh terasa lebih nyaman.
5. Gunakan alas kaki yang nyaman
Pilih sepatu dengan ukuran yang sesuai, nyaman, dan tidak licin, terutama ketika keseimbangan tubuh mulai berubah.
6. Jangan melewatkan pengecekan kehamilan
Pemeriksaan rutin membantu tabib maupun tenaga kesehatan memantau pertumbuhan janin, kondisi ibu, tekanan darah, serta beragam indikator kesehatan lainnya.
WHO merekomendasikan kontak antenatal secara rutin sepanjang kehamilan. Pemeriksaan tersebut bukan cuma bermaksud mendeteksi komplikasi, tetapi juga memberikan kesempatan bagi ibu untuk memperoleh informasi, konseling, dan sokongan yang dibutuhkan selama kehamilan.
Bunda juga perlu segera mendapatkan pertolongan medis jika mengalami perdarahan dari vagina, keluar cairan yang dicurigai sebagai air ketuban, nyeri perut hebat, sakit imam berat, gangguan penglihatan, demam, sesak napas, maupun pembengkakan yang muncul secara tiba-tiba.
Perkembangan janin saat hamil 21 minggu
Pada usia hamil 21 minggu, janin terus mengalami evolusi pesat. Panjang tubuhnya semakin bertambah dan gerakannya menjadi lebih aktif.
Menurut ACOG, pada minggu ke-21 hingga ke-24, janin mengalami evolusi pergerakan yang semakin nyata, termasuk menendang dan berbalik.
Beberapa evolusi yang terjadi pada masa ini meliputi:
1. Gerakan semakin aktif
Otot dan mekanisme saraf janin terus berkembang sehingga gerakannya semakin terkoordinasi. Bunda mungkin mulai merasakan Si Kecil menendang, berguling, maupun bergeser di dalam rahim.
Penelitian mengenai evolusi perilaku janin memberitahu bahwa pergerakan dan aktivitas janin sudah dapat diamati sejak trimester kedua dan menjadi bagiankecil krusial dari evolusi mekanisme saraf serta perilaku janin.
2. Janin mulai mendengar suara
Pada usia sekitar 19–21 minggu, janin mulai dapat mendengar. NLM mencatat bahwa pada masa ini bayi semakin aktif dan terus bergeser di dalam rahim.
Karena itu, Bunda dan Ayah dapat mulai membujuk Si Kecil berbicara. Meski belum dapat memahami kata-kata seperti orang dewasa, bunyi dari lingkungan menjadi bagiankecil dari rangsangan yang diterima janin.
3. Sistem pencernaan terus berkembang
Janin mulai menelan cairan ketuban. Sistem pencernaannya terus berkembang dan berlatih menjalankan fungsinya.
4. Sistem saraf semakin berkembang
Perkembangan otak dan mekanisme saraf terjadi pesat pada trimester kedua. Gerakan janin yang semakin terkoordinasi merupakan salah satu tanda bahwa mekanisme saraf dan ototnya terus berkembang.
Kajian ilmiah mengenai perilaku janin memberitahu bahwa beragam pola gerakan, termasuk pergerakan mulut dan tubuh, sudah dapat diamati sejak usia kehamilan trimester kedua.
5. Rambut dan alis mulai berkembang
Rambut halus, alis, dan bulu mata terus berkembang. Namun, tampilannya tentu belum seperti bayi baru lahir karena tubuh janin statis akan mengalami banyak fluktuasi hingga waktunya persalinan.
Pada akhirnya, hamil 21 minggu apa yang dirasakan bisa berbeda pada setiap Bunda. Ada yang mulai sering merasakan pergerakan janin, sementara yang lain mungkin baru mengenali gerakannya secara perlahan.
Yang terpenting, statis ikuti agenda pengecekan kehamilan dan jangan ragu berkonsultasi jika muncul keluhan yang terasa tidak biasa. Dengan pemantauan rutin, evolusi Bunda dan Si Kecil dapat terus dipantau hingga mendekati persalinan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)