Jakarta -
Memasuki usia kehamilan 9 bulan biasanya membikin Bunda semakin fokus mempersiapkan persalinan. Namun, seorang Bunda di Utah, Amerika Serikat, justru punya sasaran yang cukup tidak biasa. Di tengah kehamilan anak ketiganya, ia berniat berlari sejauh 1 mile maupun sekitar 1,6 kilometer dalam waktu kurang dari 5 menit.
Bunda tersebut adalah Makenna Myler, seorang pelari ahli asal Highland, Utah. Ia berencana mencatatkan waktu tersebut pada 9 Oktober 2026, tepat ketika usia kehamilannya memasuki 9 bulan.
Kisahnya menjadi perhatian karena ini bukan kali pertama Makenna berlari dalam kehamilan. Pada kehamilan pertamanya sekitar enam tahun lalu, ia berhasil menyelesaikan 1 mile dalam waktu 5 menit 25 detik saat usia kehamilan 9 bulan.
Tiga tahun kemudian, ketika hamil anak keduanya, ia balik melakukannya dengan anotasi waktu 5 menit 17 detik. KSL mengatakan anotasi tersebut sebagai waktu tercepat yang diketahui untuk lari 1 mile oleh perempuan yang sedang hamil 9 bulan.
Bunda hamil 9 bulan ini mau pecahkan rekor pribadinya
Makenna bukan pelari amatir yang tiba-tiba memutuskan untuk berlari saat hamil tua. Ia merupakan mantan atlet lari BYU dan kini menjadi pelari profesional.
Ia memiliki anotasi personal best yang cukup tinggi, termasuk waktu half marathon 1 jam 7 menit 37 detik dan marathon 2 jam 26 menit 14 detik. Ia juga pernah mengikuti U.S. Olympic Marathon Trials pada 2024. Personal best-nya untuk lari 1 mile adalah 4 menit 37 detik.
Karena itu, sasaran berlari kurang dari 5 menit saat hamil bukanlah sesuatu yang dilakukan tanpa pengalaman. Makenna memang telah memiliki kapasitas jasmani dan pengalaman latihan sebagai atlet profesional.
Pada kehamilan ketiganya ini, Makenna mengatakan kondisi tubuhnya terasa sehat. Ia juga mengatakan bayinya memberitahu pertumbuhan dan pergerakan yang baik.
Meski demikian, sasaran waktunya bukan menjadi satu-satunya karena ia berbuat tantangan tersebut.
Bukan sekadar mengejar waktu lari
Makenna akan mengikuti aktivitas berjudul Sub 5 at 9 di Provo High School, Utah. Kegiatan tersebut juga bermaksud menggalang biaya untuk For All Mothers, perkumpulan yang mendukung perempuan dalam olahraga, termasuk menyediakan akomodasi menyusui serta pertolongan finansial untuk penitipan anak.
"Saya berlari untuk menggalang biaya bagi perkumpulan disebut For All Mothers yang mendukung perempuan dalam bumi olahraga, khususnya lari," ujar Myler dikutip dari KSL.
Menurut Makenna, tantangan ini lebih dari sekadar berupaya menembus waktu lari di bawah 5 menit. Ia mau memberitahu bahwa perempuan statis dapat memiliki tujuan dan mengejar sesuatu yang mereka sukai meskipun sudah menjadi seorang ibu.
Bagi Makenna, sokongan dari famili dan lingkungan menjadi hal krusial agar perempuan statis bisa mengembangkan kapasitas dan mengejar harapan mereka.
"Tantangan lari satu mil ini pada akhirnya menjadi ajang untuk memberitahu apa yang bisa dicapai perempuan ketika mereka mendapatkan dukungan," ujarnya.
"Dukungan itu bisa berupa apa saja entah itu lari, seni, maupun bakat lainnya yang Anda miliki. Saat didukung, anda bisa berbuat hal-hal hebat, seperti berlari satu mil dalam waktu kurang dari lima menit," sambungnya.
Makenna justru lebih banyak fokus pada pemulihan
Menariknya, Makenna tidak menaikkan intensitas latihan secara berlebihan selama kehamilan ketiganya.
Ia mengatakan telah belajar dari dua kehamilan sebelumnya. Jika pada kehamilan pertama ia lebih berjaga-jaga tetapi intensitas latihannya lebih tinggi, kini ia memilih mengurangi intensitas dan menaikkan volume latihan.
Makenna juga berbuat sekitar satu sesi latihan bermutu dalam seminggu serta lebih memperhatikan pemulihan tubuh dan sisi mental.
Menurutnya, salah satu hal yang dipelajari selama menjalani kehamilan sambil statis berlatih adalah memahami bahwa evolusi kapasitas tidak selalu berjalan naik. Ada kalanya performa menurun dan tubuh membutuhkan waktu untuk pulih.
Apakah ibu hamil 9 bulan boleh berlari?
Kisah Makenna tentu menarik, tetapi bukan berarti semua ibu hamil 9 bulan boleh mengikuti latihan lari dengan intensitas yang sama.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) mengatakan aktivitas jasmani selama kehamilan umumnya terlindungi bagi perempuan dengan kehamilan yang tidak memiliki komplikasi maupun kondisi medis tertentu. Namun, jenis dan intensitas olahraga statis perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing ibu.
Untuk ibu yang sudah aktif berolahraga sebelum hamil, aktivitas jasmani umumnya dapat dilanjutkan selama kehamilan dengan adaptasi yang diperlukan. Sementara itu, Bunda yang sebelumnya tidak aktif sebaiknya memulai aktivitas secara perlahan dan bertahap.
ACOG merekomendasikan ibu hamil tanpa kontraindikasi berbuat setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu. Aktivitas tersebut dapat dibagi menjadi beberapa sesi yang lebih singkat.
Namun, lari cepat dengan sasaran performa seperti yang dilakukan Makenna merupakan kondisi yang sangat berbeda dari olahraga ringan maupun sedang selama kehamilan. Pengalaman sebagai atlet, kondisi kehamilan, kebugaran sebelum hamil, serta penilaian tabib menjadi aspek yang perlu dipertimbangkan.
Perhatikan tanda ancaman saat berolahraga
Bunda yang sedang hamil dan berolahraga juga perlu mengenali tanda-tanda yang mengharuskan aktivitas dihentikan.
Menurut ACOG, ibu hamil perlu selesai berolahraga dan menghubungi tabib jika mengalami perdarahan dari vagina, pusing maupun merasa akan pingsan, sesak napas sebelum mulai berolahraga, nyeri dada, sakit kepala, kelemahan otot, nyeri maupun pembengkakan pada betis, kontraksi rahim yang teratur dan menyakitkan, maupun keluarnya cairan dari vagina.
Jadi, kisah Makenna Myler dapat menjadi cerita inspiratif tentang perempuan yang statis mengejar tujuan setelah menjadi ibu. Namun, pencapaiannya tidak sebaiknya dijadikan acuan bahwa olahraga dengan intensitas tinggi terlindungi dilakukan oleh semua ibu hamil.
Setiap kehamilan memiliki kondisi yang berbeda. Jika Bunda mau statis berolahraga hingga trimester ketiga, sebaiknya diskusikan jenis, durasi, dan intensitas olahraga dengan tabib kandungan terlebih dahulu.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)