Hari Asma Sedunia alias World Asthma Day diperingati setiap tahunnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengenali penyakit asma, terutama pada anak-anak.
Asma merupakan penyakit kronis pada saluran pernapasan yang terjadi lantaran peradangan. Kondisi ini dapat menyebabkan sesak napas, batuk, mengi, hingga rasa nyeri di dada.
Gejala tersebut muncul akibat penyempitan saluran napas yang membikin anak kesulitan bernapas dengan normal. Karena itu, orang tua perlu memahami pemicunya sejak dini.
Dilansir dari laman WebMd, salah satu perihal yang kerap menjadi perhatian adalah makanan yang dikonsumsi anak pengidap asma. Meski tak selalu menjadi pemicu utama, beberapa jenis makanan tetap perlu diperhatikan agar tidak memperburuk kondisi Si Kecil.
Makanan yang kudu dihindari anak pengidap asma
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa makanan jarang sekali jadi pemicu utama serangan asma. Namun, reaksi alergi terhadap makanan tertentu bisa mempunyai indikasi yang mirip dengan asma alias dapat memperburuk kondisi asma.
Nah, langkah awal yang kudu dilakukan adalah memastikan apakah anak mempunyai alergi makanan alias tidak. Dikutip dari beragam sumber, berikut ini terdapat beberapa makanan yang perlu dihindari oleh anak pengidap asma:
1. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan terutama kacang tanah termasuk jenis makanan yang dapat memicu reaksi alergi pada sebagian anak. Pada anak pengidap asma, kondisi ini dapat memperburuk indikasi pernapasan.
Reaksi alergi terhadap kacang tanah dapat muncul dari ringan hingga berat, Bunda. Karena itu, anak yang mempunyai riwayat alergi sebaiknya lebih berhati-hati saat mengonsumsinya.
Alergi kacang biasanya muncul sejak usia balita dan dapat memicu reaksi serius seperti anafilaksis. Pada beberapa kasus, kondisi ini juga menjadi penyebab reaksi alergi makanan yang paling berat.
2. Susu sapi
Susu sapi termasuk salah satu alergen yang paling sering ditemukan pada bayi dan anak kecil. Namun berita baiknya, sebagian besar anak bisa sembuh seiring bertambahnya usia. Gejala alergi susu sapi bisa muncul dalam waktu yang berbeda-beda, tergantung jenis reaksinya.
Ada yang muncul cepat, ada juga yang baru terlihat setelah beberapa hari alias minggu. Reaksi ini terjadi lantaran tubuh melepaskan unsur histamin yang memicu indikasi alergi.
Selain itu, alergi susu sapi bisa terjadi lantaran reaksi sistem kekebalan tubuh anak terhadap protein dalam susu. Reaksi ini melibatkan antibodi IgE (Immunoglobulin E), ialah bagian dari sistem imun yang bereaksi terhadap alergen.
Gejala yang dapat muncul antara lain:
- Gejala mirip asma (batuk, kesulitan bernapas, dan mengi)
- Rasa gatal alias kesemutan di sekitar mulut
- Pembengkakan bibir, lidah, alias tenggorokan
- Mual alias muntah
- Sakit perut
- Penurunan tekanan darah
- Anafilaksis
Sementara itu, alergi susu sapi yang tidak mengenai IgE biasanya muncul lebih lambat, ialah bisa dalam hitungan jam hingga hari. Gejalanya berangkaian dengan saluran pencernaan, seperti:
- Muntah (kadang disertai darah dalam muntahan)
- Diare
- Kembung
- Kram perut
- Kolik (tangisan tak terkendali pada bayi tanpa penyebab yang jelas)
3. Telur
Selanjutnya, telur menjadi salah satu makanan yang memicu reaksi alergi pada sebagian anak, Bunda. Bagi anak yang sensitif terhadap telur, sebaiknya makanan ini dihindari, termasuk produk olahan yang mengandung telur.
Melansir dari National Institutes of Health (NIH), alergi telur pada anak sejak usia dini, terutama yang disertai eksim, dapat berangkaian dengan akibat alergi pernapasan di kemudian hari.
4. Gandum dan gluten
Gandum dan gluten juga dapat memicu reaksi pada sebagian anak, terutama yang mempunyai alergi tertentu. Pada beberapa anak dengan kondisi seperti alergi gandum, sistem kekebalan tubuh bisa bereaksi terhadap protein dalam gandum.
Dikutip dari GlutenSociety, saat tubuh bereaksi terhadap protein gandum, sistem imun bakal melepaskan unsur seperti histamin. Zat ini dapat memicu beragam indikasi alergi, termasuk yang menyerupai asma.
Histamin sendiri bisa menyebabkan saluran napas menyempit, produksi lendir meningkat, dan pembengkakan pada saluran pernapasan.
5. Pemanis buatan
Berikutnya, pemanis buatan juga dapat memicu reaksi yang memperburuk indikasi asma pada anak. Karena itu, Bunda kudu lebih teliti saat memilih makanan alias minuman untuk Si Kecil.
Sebaiknya periksa label bungkusan sebelum diberikan kepada anak, ya. Pastikan makanan yang dikonsumsi tidak mengandung pemanis buatan.
6. Daging olahan
Daging olahan seperti sosis termasuk makanan yang perlu dibatasi pada anak dengan asma. Bukan tanpa alasan, jenis makanan ini mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi, Bunda.
Kandungan tersebut dapat memicu peradangan di dalam tubuh, termasuk pada saluran pernapasan. Sebagai gantinya, lebih baik anak mengonsumsi daging tanpa lemak agar lebih sehat.
7. Makanan dan minuman berkafein
Makanan dan minuman yang mengandung kafein, seperti cokelat, sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan oleh anak pengidap asma. Meski sering disukai Si Kecil, tapi tetap perlu dibatasi, ya.
Itulah info seputar Hari Asma Sedunia dan makanan yang perlu dihindari oleh anak pengidap asma. Semoga penjelasannya dapat membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·