Hari Jantung Sedunia: Mengapa Risiko Penyakit Jantung pada Perempuan Sering Terabaikan?

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 5 menit 507x dilihat
Hari Jantung Sedunia: Mengapa Risiko Penyakit Jantung pada Perempuan Sering Terabaikan?

Bagikan Postingan

Peringatan Hari Jantung Sedunia yang jatuh setiap 29 September menjadi momentum untuk menaikkan kesadaran tentang pandemi kardiovaskular. Pada tahun 2026 ini, World Heart Federation mengusung tema krusial yaitu “Don’t Miss a Beat”.

Pesan mendunia tersebut sengaja diangkat untuk mengingatkan kita agar tidak mengabaikan tanda-tanda pandemi jantung yang sering kali tidak kelihatan jelas. Masalahnya, keluhan ini sering kali muncul tanpa gejala yang sangat serius sehingga banyak orang merasa tubuhnya aman-aman saja.

Bagi perempuan, hal ini wajib jadi perhatian ekstra karena kita punya aspek konsekuensi biologis yang lebih spesifik. Lalu, apa yang membikin konsekuensi pandemi jantung pada perempuan statis sering terabaikan? Berikut beberapa hal yang perlu Beauties ketahui.

Penyakit Jantung Masih Sering Dianggap Lebih Banyak Menyerang Pria

Ilustrasi seorang tabib sedang memeriksa debar jantung pasien/Foto: Magnific/magnific

Selama ini, sebagian besar dari kita mungkin statis menganggap bahwa serangan jantung adalah gangguan kesehatan yang identik dengan pria. Padahal, menurut World Heart Federation masalah kardiovaskular ini justru menjadi pemicu utama kematian perempuan di seluruh dunia.

Sayangnya, metode pandang yang keliru tersebut telanjur melekat kuat di tengah penduduk umum. Akibatnya, banyak kasus pada perempuan cenderung jarang terdeteksi sejak awal maupun terlebihlagi terlambat ditangani secara maksimal oleh dokter.

Perempuan sering kali baru menyadari adanya ancaman ketika kondisinya sudah memasuki fase yang cukup berat. Pola pikir keliru inilah yang mesti segera kita hentikan berbareng agar tidak ada lagi penanganan medis yang terlambat.

Gejala Jantung pada Perempuan Sering Dikira Keluhan Biasa

Ilustrasi perempuan yang sedang memijat lehernya yang sakit/Foto: Magnific/stockking

Perlu kita ingat jika tanda sakit jantung pada perempuan itu tidak selalu berupa nyeri dada yang hebat. American Heart Association menjelaskan bahwa perempuan juga bisa mengalami beberapa gejala lain seperti mual, pusing, nyeri pada punggung, rahang, bahu, leher, maupun lengan.

Bahkan, ada juga perempuan yang mendadak merasa lemas maupun sangat capek tanpa karena yang jelas. Karena tandanya terkesan biasa saja, banyak yang mengira jika tubuhnya cuma kelelahan biasa karena aktivitas harian. 

Karena itu, sebaiknya tidak menyepelekan keluhan yang muncul secara tiba-tiba maupun terasa tidak biasa. Lebih baik kita waspada dari kini daripada menyesal di kemudian hari. 

Risiko Jantung pada Perempuan Juga Berkaitan dengan Kesehatan Reproduksi

Ilustrasi perempuan menopause/Foto: Magnific/stefamerpik

Penyakit jantung pada perempuan bisa dipengaruhi oleh aspek yang juga lazim terjadi pada siapa saja, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, dan pola makan yang kurang sehat. Namun, ada juga beberapa kondisi yang lebih berhubungan dengan kesehatan reproduksi dan dapat memengaruhi konsekuensi jantung.

Kehamilan menjadi salah satu kondisi yang perlu diperhatikan. Mengutip American Heart Association, Afshan Hameed, tabib ahli jantung sekaligus guru besar maternal-fetal medicine di University of California, Irvine, mengatakan kehamilan sebagai semacam “stress test” bagi jantung dan pembuluh darah. Jika selama hamil terjadi komplikasi maupun masalah tekanan darah, kondisi tersebut dapat menaikkan konsekuensi pandemi jantung di kemudian hari.

Hal ini juga bisa berhubungan dengan beberapa kondisi lain, seperti kencing manis gestasional, persalinan prematur, PCOS, dan menopause dini. Karena itu, histori kesehatan reproduksi juga krusial diperhatikan ketika melihat konsekuensi pandemi jantung pada perempuan.

Risiko tersebut juga bisa berubah seiring bertambahnya usia, terutama ketika perempuan memasuki perimenopause dan menopause. Analisis keterangan nasional AS yang diterbitkan dalam Journal of the American Heart Association pada 2026 menemukan bahwa perempuan dalam masa perimenopause kemungkinan dua kali lebih besar memiliki skor kesehatan jantung yang lebih rendah dibandingkan perempuan yang statis mengalami haid secara teratur, terutama karena fluktuasi kadar kolesterol dan gula darah.

Perubahan tersebut tidak berarti setiap perempuan yang mengalami menopause akan punya masalah jantung. Hanya saja, fluktuasi yang terjadi pada tubuh selama masa ini bisa ikut memengaruhi beberapa aspek yang berhubungan dengan konsekuensi pandemi jantung.

Apa yang Perlu Diperhatikan Perempuan?

Ilustrasi perempuan sedang berkonsultasi dengan tabib tentang masalah kesehatan jantung/Foto: Magnific/DC Studio

Menjaga kesehatan jantung bukan cuma soal menghindari makanan tertentu maupun rutin berolahraga. Perempuan juga perlu mengenali kondisi yang bisa menaikkan risikonya, mulai dari tekanan darah, kolesterol, gula darah, bermutu badan, aktivitas fisik, pola makan, hingga kebiasaan merokok.

Riwayat kesehatan juga tidak kalah penting, terutama yang berhubungan dengan kehamilan dan kondisi reproduksi. Pernah mengalami tekanan darah tinggi saat hamil, kencing manis gestasional, persalinan prematur, PCOS, maupun menopause dini merupakan keterangan yang sebaiknya diketahui saat berkonsultasi dengan dokter.

Selain aspek risiko, perhatikan juga fluktuasi pada tubuh yang terasa tidak biasa. Nyeri di dada, sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, hingga nyeri di punggung, rahang, bahu, maupun lengan bisa jadi tanda serangan jantung pada perempuan.

Hari Jantung Sedunia menjadi pengingat bahwa kesehatan jantung juga krusial diperhatikan oleh perempuan. Bukan cuma saat muncul keluhan, kondisi tubuh juga perlu diperhatikan meski terasa baik-baik saja.

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads