Hikmah Di Balik Takdir

Apr 07, 2026 02:50 PM - 1 minggu yang lalu 16074

Kincai Media , JAKARTA -- Tema pokok surah Yunus adalah ketaatan kepada qada dan kadar-Nya Allah SWT. Mempercayai bahwa tidak ada kejadian apa pun di muka bumi selain sesuai dengan yang telah Allah Ta’ala tetapkan. Para ustadz menasihati, “Selama takdir masih di tangan Allah, maka tenanglah.”

Tujuan ketaatan kepada qada dan kadar adalah ketenangan hati. Dengan demikian, tidak ada prasangka jelek tentang situasi yang terjadi. Musibah apa pun terjadi bukan lantaran si fulan, melainkan takdir Allah.

Tidak ada pilihan bagi makhluk selain menerima apa-apa yang telah Allah takdirkan. Nabi Muhammad SAW menegaskan, “Ketahuilah bahwa andaikan semua manusia bermufakat untuk memberikan faedah kepadamu, mereka tidak bakal bisa melakukannya selain apa-apa yang telah Allah tetapkan. Sebaliknya, andaikan meraka bermufakat untuk menimpakan ancaman kepadamu, mereka tidak bakal bisa selain apa-apa yang telah Allah tetapkan” (HR Turmidzi).

Adapun surah Yunus dalam Alquran mengarahkan, tugas seorang hamba Allah bukanlah mempertanyakan argumen kenapa suatu perihal terjadi. Dalam menerima takdir-Nya, dia mesti ridha sepenuh hati atas apa-apa yang menimpanya. Sebab, yang telah Allah takdirkan pastilah yang terbaik.

Arahan itu tidak bermaksud mendorong seorang Mukmin untuk tidak berusaha. Secara keduniaan, dia mesti tetap melakukan dan menunjukkan ikhtiar. Sebab, tidak ada seorang pun yang mengetahui apa-apa yang telah Allah tetapkan atasnya. Namun, jika yang terjadi di luar keinginannya, maka janganlah kecewa hati. Sebab, pasti perihal itu ada hikmahnya.

Ihwal mengambil hikmah itulah yang ditekankan dalam surah Yunus. Itulah mengapa, pembukaan surah tersebut berbunyi:

الٓر‌ ۚ تِلۡكَ اٰيٰتُ الۡكِتٰبِ الۡحَكِيۡمِ

“Alif laam raa, inilah ayat-ayat Alquran yang mengandung hikmah.”

Kata al-hakiim, ‘penuh hikmah’, sangat erat kaitannya dengan pesan utama surah tersebut mengenai ketaatan kepada takdir-Nya. Bahwa dalam menjalani takdir, hamba Allah kudu selalu berorientasi kepada upaya mencari hikmah di kembali kejadian. Bukan justru, misalnya, mengatakan, “Seandainya saya tidak begitu, niscaya tidak terjadi ini.”

Alih-alih perkataan demikian, ucapkanlah, “Qadarullahu wa maa syaa faal.” ‘Ini takdir Allah sesuai dengan kehendak-Nya.’ Dengan sikap seperti itu, hati bakal tenang dan terbebas dari kesedihan.

sumber : Motivasi Alquran oleh Ustaz Dr Amir Faishol Fath

Selengkapnya