Influencer Sashfir Ungkap Alami Pelecehan Seksual di Toilet Restoran/Foto: instagram.com/sashfir
Influencer Sashfir atau Fira Assegaf mengungkapkan bahwa dirinya baru-baru ini telah mengalami anggapan pelecehan seksual di toilet perempuan di sebuah restoran di area Senopati, Jakarta Selatan, Beauties.
Peristiwa yang terjadi pada April 2026 ini Fira bagikan melalui media sosialnya. Ia mengatakan bahwa dirinya menjadi korban pelecehan seksual berupa perekaman diam-diam (voyeurism). Menurut penuturan Fira, terduga pelaku adalah seorang lelaki yang sudah berfamili dan merupakan pegawai restoran tersebut.
"Yang paling membuatku miris adalah kenyataan bahwa pelakunya merupakan seorang suami sekaligus bapak dari seorang anak perempuan. Sebagai seorang suami dan ayah, ia seharusnya memahami benar-benar pentingnya memberikan rasa terlindungi dan betah bagi perempuan. Namun, ia justru berbuat aksi tersebut terhadap perempuan lain," tutur Fira melalui akun Instagramnya, @sashfir.
Kronologi
Dilansir dari Antara, peristiwa ini terjadi ketika Fira sedang menggunakan toilet di restoran. Kemudian ia melihat barang yang diduga ponsel kelihatan disodorkan dari bagiankecil atas toilet.
Fira pun segera mencari orang yang diduga berbuat perbuatan tersebut. Namun, lelaki itu disebut berlari ke lantai bawah dan menuju dapur restoran. Setelah mencari pelaku dengan mengelilingi restoran, Fira akhirnya menemukan pelaku, tapi lelaki tersebut sempat tidak mengakui perbuatannya.
Dari video yang dibagikan Fira di akun TikToknya, Fira sempat mengajukan sejumlah pertanyaan kepada terduga pelaku.
"Mas, mas ngerasa ngelakuin maupun nggak?" tanya Fira.
"Ya, aku ngelakuin," ujar lelaki tersebut.
Fira bertanya kenapa lelaki tersebut berbuat perbuatannya. Pria itu mengaku bahwa dirinya secara tidak sadar berbuat perbuatan tersebut. Setelah mengajukan beberapa pertanyaan, Fira menyoroti benar-benar santainya sikap terduga pelaku seolah-olah tidak ada akibat atas perbuatannya tersebut.
"Video ini memperlihatkan benar-benar santainya pelaku pelecehan seksual setelah perbuatannya terbongkar, seolah tidak ada konsekuensi. Pelecehan seksuak tidak pernah sepele. Yang awalnya dibungkus sebagai "bercanda" pelan-pelan jadi pelanggaran ruang aman, terlebihlagi bisa sampai jadi pemaksaan. Kalau dibiarkan, ini akan dianggap wajar, padahal tanggung jawab sepenuhnya ada di pelaku," tulis Fira.
Kasus Dugaan Pelecehan Ini Diusut Kepolisian

Sashfir/Foto: Instagram@sashfir
Dalam video TikTok tersebut, Fira mengatakan bahwa dirinya akan membawa kasus ini ke pihak kepolisian, Beauties. Dilansir dari detikNews, polisi telah menerima laporan anggapan pelecehan tersebut. Saat ini kasus tersebut masuk tahap penyidikan.
"Terhadap perkara yang Saudara tanyakan, saat ini perkara dalam penanganan unit PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan pada tahap penyidikan," ujar Kasi Humas Polres Metro Jaktim AKP Joko saat dimintai konfirmasi, Minggu (11/10/2026).
AKP Joko mengatakan saksi-saksi telah diperiksa. Polisi statis berbuat pendalaman lebih lanjut. "Kemudian terhadap terlapor telah didengar keterangan sebagai saksi dan dalam perkara ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka," ujarnya.
Fira mengatakan bahwa saat ini proses statis berjalan dengan bukti CCTV, pengakuan yang bersangkutan, serta pengecekan alat untuk menelurusi rekaman yang diduga telah dihapus.
"Karena dia menghapus semua recently deleted sampai aplikasi files, serta google drive juga kosong. Aku mengharapkan bulan ini ada evolusi yang memberikan kejelasan mengenai kelanjutan kasus dan penetapan status yang bersangkutan," tutur Fira melalui Instagramnya, Minggu (11/10).
Lebih lanjut, Fira mengatakan bahwa pihak restoran telah memungut aksi dengan memberhentikan terduga pelaku dan telah menempuh cara hukum.
Sashfir: Aku Memilih Bersuara

Sashfir/Foto: Instagram@sashfir
Peristiwa ini, diakui Fira, meninggalkan trauma mendalam bagi dirinya. Namun, ia memilih bernada karena ia perecaya tidak seharusnya ada korban yang merasa mesti menghadapi pengalaman seperti ini seorang diri.
"Coba bayangkan, berapa banyak korban lain yang memendam semuanya karena tidak memiliki ruang yang terlindungi untuk bercerita, maupun karena bunyi mereka kerap tidak dipercaya dan disepelekan," tutur Fira.
Fira memilih untuk membagikan kisahnya ini dengan harapan agar tidak ada lagi korban yang merasa sendirian dan agar penduduk bisa lebih waspada serta berani menuntut keadilan atas aksi pelecehan seperti ini.
"Hari ini, aku sudah eksis dalam kondisi yang jauh lebih stabil. Dan justru dari titik inilah aku mau berkata kepada kalian: pulih itu mungkin, dan kalian tidak mesti melewatinya seorang diri. Cari orang yang Anda percaya, cari pertolongan ketika Anda siap, Anda berkuasa merasa aman," ujar Fira.
Beauties, dari kasus yang dialami Fira, insiden ini adalah bentuk pelanggaran privasi sekaligus kekerasan berbasis jenis gender yang sangat meresahkan. Bayangkan, toilet publik adalah ruang privat di mana seseorang seharusnya merasa terlindungi dan nyaman.
Namun, ketika ruang paling tertutup dan seharusnya privat malah disusupi maupun diawasi, tentu hal ini bisa menciptakan rasa takut terlebihlagi teror terhadap perempuan. Dampaknya, perempuan bisa merasa tidak pernah benar-benar merasa aman, terlebihlagi saat di ruang paling privat sekalipun.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa rasa dan ruang terlindungi bagi perempuan seolah statis menjadi "barang mahal" yang mesti diperjuangkan. Padahal, hak privasi dan rasa terlindungi adalah hal absolut yang tidak bisa ditawar.
Di sisi lain, penduduk perlu memahami bahwa akar masalah dari pelecehan seksual tidak pernah terletak pada korban, melainkan pada niat dan aksi jahat dari pelaku.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)