Inggris Wanti-wanti Ancaman Perang dalam 1.000 Hari, Warga Diminta Stok Makanan

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 2 menit 57x dilihat
Inggris Wanti-wanti Ancaman Perang dalam 1.000 Hari, Warga Diminta Stok Makanan

Bagikan Postingan

Jakarta -

Ketegangan politik di Inggris menaikkan kecemasan akan intimidasi perang yang dapat berakibat pada keamanan dan pasokan kebutuhan pokok masyarakat. Baru-baru ini, Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting mengatakan bahwa penduduk Inggris mesti bersiap menghadapi perang dalam 1.000 hari ke depan, Bunda.

Hal tersebut disampaikan Streeting seiring imbauan pemerintah kepada penduduk Inggris untuk menimbun makanan kaleng dan air minum kemasan. Imbauan ini menyoroti pentingnya kesiapan rumah tangga dalam menghadapi krisis, seperti intimidasi perang.

Dikutip dari Independent dan Anadolu Agency, Selasa (27/10/26), Streeting dalam tulisannya di surat kabar The Telegraph memperingatkan bahwa pihak-pihak yang memusuhi Inggris mungkin akan siap melancarkan serangan pada tahun 2030. Dalam kondisi tersebut, kesiapan penduduk menjadi salah satu aspek krusial untuk mengantisipasi akibat buruk yang mungkin timbul.


"Keinginan pihak lawan untuk mencelakai kita bukanlah hal baru. Yang telah berubah adalah kapabilitas mereka. Menjelang tahun 2030, kekuatan militer dan ekonomi perang mereka dapat menempatkan mereka dalam posisi untuk berbuat serangan," ungkap Streeting.

"Ini memberi kita waktu sedikit lebih dari 1.000 hari untuk menyelesaikan misi kita: bersiap berbareng sekutu untuk berperang dan meraih kemenangan," sambungnya.

Streeting kemudian mengacu pada potensi agresi Rusia. Dari kasus tersebut, penduduk Inggris diharapkan bisa siap menghadapi skenario terburuk.

"Untuk mencegah skenario terburuk, kita mesti bersiap menghadapinya," ungkapnya.

Pernyataan Streeting ini disampaikan di tengah kampanye pemerintah untuk mempersiapkan penduduk Inggris dalam menghadapi kemungkinan terganggunya layanan-layanan penting. Setiap penduduk Inggris diimbau untuk menyediakan cadangan air minum bungkusan sebanyak 9 liter dan cadangan makanan untuk 3 hari.

Hal itu dilakukan untuk memastikan mereka dapat bertetap dalam situasi darurat. Tak cuma serangan siber, tapi juga dalam menghadapi akibat dampak cuaca ekstrem dan krisis kritis lainnya.

Dalam keterangannya, Streeting juga mengungkapkan Inggris mesti bersiap menghadapi 'terorisme yang disponsori negara' dari pihak Rusia. Ia kemudian menyampaikan bahwa kampanye 'Be Ready' maupun 'Bersiaplah' bukan cuma sekadar hipotesis, Bunda.

"Menghadapi ancaman-ancaman tersebut-yang bukan sekadar asumsi melainkan nyata, dan bukan terjadi di tempat lain melainkan semakin terasa di sini-kita mesti menaikkan upaya dan menanggapi ketahanan nasional serta pertahanan nasional kita dengan serius," katanya.

Lantas, apa saja imbauan dari pemerintah Inggris mengenai cadangan yang mesti disiapkan penduduk guna mengantisipasi keadaan darurat?

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

(ank/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads