Ingin Permintaan Cepat Diiyakan? Psikolog Ungkap 4 Kalimat Ajaib Ini

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 509x dilihat
Ingin Permintaan Cepat Diiyakan? Psikolog Ungkap 4 Kalimat Ajaib Ini

Bagikan Postingan

Tahukah Bunda? Psikolog mengungkap bahwa ada kalimat ajaib yang bisa membantu membikin permintaan menjadi lebih mudah diiyakan tanpa kudu membujuk alias memaksa.

Selama ini, banyak orang mengira mendapatkan jawaban “Ya” memerlukan argumen yang kuat alias pemilihan kata yang tepat.

Padahal, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa seseorang lebih terbuka ketika merasa mempunyai kebebasan dalam menentukan pilihan.


Saat merasa ditekan, seseorang condong memberikan penolakan. Sebaliknya, ketika diberi ruang untuk memilih, mereka dapat merasa lebih nyaman dan bersedia mempertimbangkan permintaan yang disampaikan.

Dalam psikologi, perihal ini berangkaian dengan kebutuhan manusia bakal otonomi alias kebebasan menentukan.

Untungnya, ada beberapa kalimat yang dapat Bunda sampaikan ketika meminta sesuatu agar sigap diiyakan.

4 Kalimat ajaib agar permintaan sigap diiyakan

Dilansir CNBC Make It, salah satu langkah paling andal untuk mendapatkan jawaban “Ya” adalah dengan memberi orang lain izin mengatakan “Tidak”.

Studi menunjukkan bahwa di beragam situasi, mulai dari pemasaran, negosiasi, hingga permintaan sehari-hari, menambahkan kalimat seperti, “Tetapi Anda bebas untuk menerima alias menolak”, membikin orang jauh lebih condong untuk mengiyakan.

Berikut empat kalimat sederhana yang dapat Bunda gunakan untuk mempraktikkan prinsip ini:

1. “Kamu boleh mengatakan tidak”

Ketika Bunda secara definitif mengatakan kepada seseorang bahwa mereka tidak kudu setuju, perihal itu bakal langsung mengurangi sikap defensif.

Sistem saraf mereka menjadi lebih rileks, dan keputusan bergeser dari kepatuhan di bawah tekanan menjadi pilihan yang dibuat secara sukarela.

Kapan Bunda bisa menggunakannya di tempat kerja?

  • Meminta waktu dari seorang pemimpin senior yang sedang sibuk.
  • Meminta support dari rekan kerja.
  • Meminta partisipasi.

Kapan digunakan di rumah?

  • Meminta kesiapan emosional
  • Mengangkat topik yang sensitif
  • Membuat rencana saat orang lain sedang sibuk

Contoh:

  • “Apakah Anda bersedia meninjau ini untuk saya hari ini? Kamu bebas untuk menolaknya.”
  • “Kamu bebas untuk menolak, apakah Anda bersedia untuk mengobrol kelak malam?”

2. “Jangan merasa berkewajiban”

Ungkapan ini mengurangi tekanan sosial, yang merupakan pendorong tersembunyi dari rasa jengkel dan penghindaran.

Penelitian menunjukkan bahwa orang bakal menolak ketika mereka merasa diharapkan alias ditekan untuk melakukan sesuatu.

Bahkan, orang yang kooperatif pun dapat menolak ketika suatu permintaan terasa seperti kewajiban.

Kapan Bunda bisa menggunakannya di tempat kerja?

  • Meminta support antar tim
  • Meminta seseorang untuk melakukan lebih dari yang tercantum dalam penjelasan pekerjaannya
  • Menindaklanjuti sesuatu yang tidak wajib

Kapan menggunakannya di rumah?

  • Meminta dukungan
  • Mengajukan permintaan yang dapat merepotkan orang lain
  • Membahas kebutuhan emosional

Contoh:

  • “Saya bakal sangat menghargai jika Anda bisa membantuku dengan laporan yang perlu saya siapkan besok, tetapi jangan merasa berkewajiban.”
  • “Saya butuh support Anda akhir pekan ini, tetapi jangan merasa berkewajiban.”

3. “Tidak ada tekanan”

Ungkapan ini sangat efektif terutama saat Bunda dikejar waktu. Ketika orang merasa dipaksa untuk menyetujui sesuai dengan terburu-buru, mereka condong membikin keputusan yang lebih buruk. Menghilangkan tekanan tersebut meningkatkan kepuasan terhadap hasilnya.

Kapan menggunakannya di tempat kerja?

  • Menetapkan tenggat waktu yang fleksibel
  • Mengambil keputusan yang memerlukan pertimbangan matang
  • Melakukan percakapan pekerjaan yang sensitif

Kapan menggunakannya di rumah?

  • Melakukan obrolan tentang hubungan
  • Mengambil keputusan mengenai pengasuhan anak
  • Membuat keputusan besar mengenai finansial alias kehidupan

Contoh:

  • “Tidak perlu merasa tertekan sama sekali. Luangkan waktu untuk memikirkannya, dan kita bisa bicara kapan pun Anda siap.”
  • “Jika Anda bersedia, saya bakal sangat senang menerima masukan kamu, tetapi jangan merasa tertekan.”

4. “Tidak perlu menjawab”

Ungkapan ini melindungi kapabilitas mental dan emosional penerima. Merasa bertanggung jawab untuk merespons, apalagi pesan mini sekalipun, menciptakan stres tingkat rendah.

Menghilangkan ekspektasi tersebut mengurangi penghindaran dan meningkatkan keterlibatan yang tulus.

Kapan menggunakannya di tempat kerja?

  • Berbagi sumber daya opsional
  • Mengirimkan refleksi alih-alih poin tindakan
  • Memberikan info tanpa memerlukan umpan balik

Kapan menggunakannya di rumah?

  • Menjenguk seseorang yang sedang mengalami masa sulit
  • Berbagi pemikiran tanpa memerlukan perbincangan langsung
  • Memberikan seseorang ruang

Contoh:

  • “Saya mau membagikan ini siapa tahu bermanfaat. Tidak perlu membalasnya.”
  • “Tidak perlu menjawab. Aku hanya sedang memikirkanmu”

Nah, itulah beberapa kalimat ajaib yang dapat Bunda gunakan agar permintaan sigap diiyakan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/asa)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads