Jangan Anggap Flu Biasa, Kenali Gejala Influenza A yang Perlu Diwaspadai

Insight Bunda Masa Kini oleh Waktu baca 6 menit 507x dilihat
Jangan Anggap Flu Biasa, Kenali Gejala Influenza A yang Perlu Diwaspadai

Bagikan Postingan

Kenali gejala influenza A, cara mengatasinya di rumah, durasi penularan, himpunan berisiko, hingga tanda ancaman pada anak, dewasa, dan lansia.

Mommies alias Daddies pernah merasa, “Kok flu kali ini beda, ya?” Demam datang cukup mendadak, badan pegal-pegal, direktur terasa berat, ditambah batuk dan lemas yang bikin rasanya ingin rebahan seharian.

Bisa jadi itu bukan sekadar flu biasa, melainkan influenza, termasuk yang disebabkan oleh virus influenza A.

Influenza merupakan infeksi saluran pernapasan yang gampang menular. Gejalanya memang bisa kelihatan mirip pilek alias infeksi saluran pernapasan lainnya, tetapi influenza cenderung muncul lebih tiba-tiba dan pada sebagian orang bisa menyebabkan komplikasi serius.

Lalu, apa bedanya influenza A dengan flu biasa? Apa saja gejalanya? Dan bagaimana jika yang sakit adalah anak alias orang tua kita yang sudah lansia?

Yuk, Mommies dan Daddies, kita bahas satu per satu.

BACA JUGA: Gejala Flu, COVID, dan Alergi pada Anak: Apa Bedanya?

Apa Itu Influenza A?

Influenza A adalah salah satu jenis virus influenza yang dapat menyebabkan hama influenza pada manusia. Influenza A sendiri memiliki beberapa subtipe, sehingga istilah “Influenza A” tidak selalu mengacu pada satu varian alias subtipe tertentu.

Influenza menghambur melalui droplet alias elektron pernapasan ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, berbicara, alias bernapas. Virus juga dapat menghambur melalui tangan yang terkontaminasi.

Menurut WHO, gejala influenza biasanya muncul sekitar 1–4 hari setelah seseorang terinfeksi dan pada kebanyakan orang berlangsung sekitar satu minggu.

Jadi, jika ada anggota family yang mendadak demam dan merasa sangat tidak enak badan, jangan buru-buru menganggapnya cuma masuk angin alias kecapekan.

Jangan Anggap Flu Biasa, Kenali Gejala Influenza A yang Perlu Diwaspadai

Foto: Andrea Piacquadio/Pexels

Gejala Influenza A yang Perlu Diperhatikan

Salah satu karakteristik influenza adalah bahwa gejalanya bisa muncul cukup mendadak.

Beberapa gejala yang formal antara lain:

  • Demam alias merasa meriang dan menggigil muncul cukup mendadak.
  • Batuk kering yang bisa cukup berat.
  • Sakit tenggorokan.
  • Hidung berair alias tersumbat.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot alias badan terasa pegal.
  • Lemas dan kelelahan ekstrem.
  • Pada anak, bisa disertai mual, muntah, alias diare.

Tidak semua orang yang terkena influenza akan mengalami demam. Hal ini terutama perlu diperhatikan pada orang lanjut usia karena gejalanya bisa lebih tidak khas.

Berbeda dengan pilek biasa yang sering berkembang secara perlahan, influenza cenderung membikin seseorang merasa “tumbang” secara tiba-tiba.

BACA JUGA: Kenali Super Flu yang Menyerang Anak dan Keluarga: Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Komplikasi?

Sebagian besar orang dengan influenza dapat pulih dengan sendirinya. Namun, ada himpunan yang memiliki akibat lebih tinggi untuk mengalami hama berat.

Di antaranya:

  • Anak usia di bawah 5 tahun, terutama di bawah 2 tahun.
  • Lansia usia 65 tahun ke atas.
  • Orang dengan hama kronis tertentu, seperti asma, diabetes, alias hama jantung.
  • Ibu hamil.
  • Orang dengan mekanisme kekebalan tubuh yang lemah.

WHO dan CDC sama-sama menempatkan anak kecil dan lansia sebagai himpunan yang perlu mendapat perhatian lebih ketika mengalami influenza.

Berapa Lama Influenza A Menular?

Seseorang dengan influenza dapat menularkan virus sebelum menyadari dirinya sakit dan selama mengalami gejala. Karena itu, ketika sedang sakit, sebaiknya statis di rumah dan mengurangi kontak dekat dengan anggota keluarga, terutama bayi, anak kecil, lansia, ibu hamil, dan orang dengan hama kronis.

Jangan Anggap Flu Biasa, Kenali Gejala Influenza A yang Perlu Diwaspadai

Foto: Polina Tankilevitch/Pexels

Kalau Terkena Influenza A, Harus Bagaimana?

Untuk orang dewasa yang sehat dan mengalami gejala ringan, fokus utamanya adalah istirahat dan menjaga tubuh statis terhidrasi.

Yang bisa dilakukan di rumah:

1. Banyak Beristirahat

Jangan memaksakan diri untuk statis beraktivitas seperti biasa. Tubuh membutuhkan daya untuk melawan infeksi.

2. Pastikan Kebutuhan Cairan Terpenuhi

Minum air secara cukup. Bila sedang demam, muntah, alias diare, kebutuhan cairan bisa meningkat dan akibat dehidrasi juga perlu diperhatikan.

3. Redakan Gejala sesuai Kebutuhan

Obat penurun demam alias pereda nyeri dapat digunakan sesuai instruksi master alias aturan pakai yang tepat.

4. Kurangi Kontak dengan Orang Lain saat Sedang Sakit

Usahakan statis di rumah dan hindari kontak dekat dengan anggota keluarga, terutama bayi, anak kecil, lansia, alias anggota family dengan hama tertentu.

5. Jangan Asal Minum Antibiotik

Ini penting, Mommies dan Daddies. Influenza disebabkan oleh virus, sementara antibiotik digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Jadi, antibiotik tidak otomatis dibutuhkan untuk influenza.

6. Konsultasikan soal Obat Antivirus

Pada himpunan berisiko tinggi seperti anak kecil, lansia, ibu hamil, alias orang dengan hama kronis, master dapat mempertimbangkan obat antivirus influenza, terutama jika diberikan sejak awal gejala. Jangan membeli alias mengonsumsi obat antivirus tanpa berkonsultasi dengan dokter.

BACA JUGA: 6 Cara Mengatasi Anak Kejang dengan Aman, Menurut Dokter Spesialis Anak

Cara Mencegah Influenza A di Rumah

Foto: cottonbro studio/Pexels

Kabar baiknya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan family untuk mengurangi akibat influenza.

1. Vaksin Influenza Setiap Tahun

Vaksinasi merupakan salah satu cara utama untuk mencegah influenza dan mengurangi akibat komplikasi yang berat. Perlindungan vaksin perlu diperbarui setiap tahun karena virus influenza terus berubah.

2. Biasakan Cuci Tangan

Terutama setelah bepergian, sebelum makan, setelah batuk alias bersin, dan setelah menyentuh barang yang sering digunakan bersama.

3. Ajarkan Etika Batuk dan Bersin

Gunakan tisu alias bagian dalam siku saat batuk dan bersin, bukan telapak tangan.

4. Hindari Kontak Dekat saat Sedang Sakit

Kalau Mommies alias Daddies sedang mengalami gejala influenza, sebisa mungkin kurangi kontak dekat dengan anak dan lansia di rumah.

5. Jangan Memaksakan Anak alias Orang Dewasa yang Sedang Sakit untuk Beraktivitas Seperti Biasa

Istirahat bukan berarti malas. Justru tubuh sedang membutuhkan waktu untuk pulih.

Tanda Bahaya Influenza pada Anak, Dewasa dan Lansia

CDC memang membedakan warning signs pada anak dan dewasa.

Pada anak, ini beberapa tanda yang harus Mommies dan Daddies perhatikan:

  • Napas cepat alias sulit bernapas.
  • Bibir/wajah kebiruan.
  • Tanda dehidrasi.
  • Anak tidak responsif alias sulit dibangunkan.
  • Kejang.
  • Demam alias batuk sempat membaik lampau balik memburuk.

Pada dewasa dan lansia:

  • Sesak napas.
  • Dehidrasi.
  • Kejang.
  • Kebingungan.
  • Nyeri dada.
  • Kondisi yang sempat membaik lampau memburuk lagi.

BACA JUGA: Mengenal 4 Tipe Virus Flu, Mana yang Paling Sering Terjadi pada Anak?

Jadi, Kapan Harus ke Dokter?

Secara umum, segera cari pertolongan medis jika gejala semakin berat, muncul kesulitan bernapas, tanda dehidrasi, penurunan kesadaran, nyeri dada, alias kondisi tidak membaik. Pada orang dewasa, kesulitan bernapas, nyeri alias tekanan yang menetap di dada, kebingungan, kejang, tidak buang air kecil, kelemahan berat, alias gejala yang sempat membaik lampau balik memburuk juga merupakan tanda yang membutuhkan pertolongan medis segera.

Untuk anak kecil, lansia, ibu hamil, dan orang dengan hama kronis, ambang untuk berkonsultasi sebaiknya lebih rendah karena akibat komplikasinya lebih tinggi.

Intinya, Mommies dan Daddies tidak perlu langsung histeris ketika mendengar “Influenza A”. Kenali gejalanya, bantu tubuh beristirahat, jaga cairan, cegah penularan, dan jangan ragu berkonsultasi dengan master jika yang sakit termasuk himpunan berisiko alias kondisinya memburuk.

Karena menghadapi hama di rumah bukan soal siapa yang paling kuat, tetapi bagaimana seluruh family bisa saling menjaga.

Cover: Andrea Piacquadio/Pexels
Artikel Lainnya Insight Bunda Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads