Jangan Sering Bilang "Kamu Kan Kakaknya", Ini 7 Kalimat Yang Bisa Membebani Anak Sulung

Portal Kesehatan Ibu dan Anak Aug 21, 2026 09:20 AM 33

Menjadi anak sulung sering kali membikin seseorang menerima tuntutan dan angan yang lebih sejak kecil. Tak jarang orang tua sering menjadikan anak sulung panutan bagi adik-adiknya, Bunda.

Tanpa disadari, orang tua juga kerap melontarkan kalimat-kalimat yang terdengar sederhana saat memperjelas status anak sulung, seperti 'Kamu kudu mengerti', alias 'Kamu kan kakaknya'.

Orang tua mungkin mengucapkannya tanpa niat menyakiti sang anak. Namun, tak banyak yang tahu, kalimat-kalimat tersebut justru meninggalkan akibat yang lebih dalam. Anak merasa kudu selalu kuat dan bertanggung jawab.


Anak sulung mungkin yang tertua di antara saudara-saudaranya. Namun pada akhirnya, mereka juga seorang anak, bunda.

Seorang anak juga dapat mengalami segala sesuatu untuk pertama kalinya. Mereka bisa merasakan rasa sakit lantaran tidak mendapat perlakukan yang seharusnya.

Baca Juga : Mengenal Karakteristik Anak Pertama yang Kerap Dituntut Selalu Sempurna

Kalimat yang bisa membebani anak sulung

Dilansir dari laman Times of India, berikut 7 kalimat yang bisa membebani anak sulung, yang perlu orang tua ketahui:

1. "Kamu lebih tua, semestinya Anda lebih tahu"

Kalimat ini sering kali diucapkan orang tua ke anaknya di depan saudara-saudara lainnya. Meski orang tua tidak pernah menggunakannya dengan tujuan menyakiti, bagi anak, kalimat ini terdengar lebih seperti kritik.

Alih-alih menghakimi dengan mengatakan kalimat ini, Bunda dan Ayah dapat menawarkan support ke anak. Berikan motivasi dan support jika si sulung melakukan kesalahan.

2. "Saudaramu lebih muda, jadi berikan itu kepadanya"

Penggunaan kalimat seperti ini biasanya terlontar saat anak sulung mengambil peralatan yang juga disukai adiknya. Mengucapkan kalimat ini secara berulang dapat membikin anak merasa bahwa kebutuhannya diabaikan, Bunda.

Kalimat ini bisa membikin Si Kecil mengembangkan rasa dendam seiring waktu. Mereka apalagi bisa menekan perasaannya sendiri lantaran akibat dari perkataan ini.

3. "Kamu semestinya menjadi orang yang bertanggung jawab"

Kalimat ini mungkin terdengar seperti nasihat biasa. Namun, kalimat ini rupanya dapat membatasi anak dalam peran di mana mereka kudu selalu sempurna, dapat diandalkan, dan tenang.

Orang tua kudu menghargai tindakan anak sulung tanpa mengubahnya menjadi identitas yang kudu mereka penuhi. Mengatakan kalimat ini saja saja meminta anak melakukan sesuatu yang tidak semestinya hanya lantaran mereka anak sulung.

4. "Jadilah contoh yang baik untuk adikmu"

Kata-kata ini dapat membangun beban kepemimpinan bagi anak sulung. Mereka bakal terus merasa kudu menjadi panutan bagi adik-adiknya.

Mengucapkan kalimat itu pada akhirnya dapat membikin anak merasa selalu diawasi dan dievaluasi. Mereka tidak leluasa untuk bereksplorasi lantaran takut melakukan salah.

5. "Kamu lebih tua, jadi semestinya Anda lebih banyak membantu"

Mendorong rasa tanggung jawab memang penting, Bunda. Namun, mengaitkannya dengan usia dapat membikin anak merasa bahwa nilai mereka terletak pada seberapa banyak kontribusi yang mereka berikan.

Seiring waktu, seorang anak dapat mulai merasa bahwa mereka dihargai hanya ketika mereka berfaedah alias membantu. Alih-alih mengatakan kalimat ini, Bunda dan Ayah sebaiknya memandang support sebagai nilai bersama, bukan sebagai kewajiban.

6. "Berhentilah bertingkah seolah-olah Anda yang paling kecil"

Orang tua kudu memahami bahwa kerentanan bukanlah sesuatu yang kudu disesali. Melontarkan kalimat ini ke anak sulung dapat terasa meremehkan dan mempermalukan, terutama ketika anak hanya mengekspresikan emosi seperti frustasi, kecemburuan, alias kebutuhan bakal perhatian.

Seiring waktu, anak mungkin mulai menekan perasaannya untuk menghindari penilaian dari orang tua. Hal itu bisa saja memengaruhi kepercayaan diri dan komunikasi emosionalnya.

7. "Kamu bukan anak mini lagi"

Banyak orang tua tanpa sengaja membikin anak sulung seolah-olah 'telah dewasa dalam semalam'. Mereka diminta untuk tidak lagi merengek lantaran menjadi anak tertua di family alias telah mempunyai adik.

Padahal, menjadi anak sulung tidak serta-merta membikin seseorang menjadi dewasa. Bila ungkapan ini terus diucapkan, anak bakal berpikir jika masa kecilnya memang telah berhujung dan dia kudu bersikap layaknya orang dewasa.

Itulah kalimat yang bisa membebani anak sulung, yang perlu orang tua ketahui. Semoga info ini bermanfaat.

Pilihan Redaksi
  • Memahami Hal-hal dari si Anak Sulung yang Biasanya Menonjol
  • Anak Sulung, Tengah alias Bungsu? Ini Karakter Uniknya
  • 7 Tanda Anak Sulung Punya "Eldest Daughter Syndrome"

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/fir)
Selengkapnya