Kincai Media ,JAKARTA -- Wilayah Palestina memiliki sejarah permukiman manusia yang sangat panjang, apalagi sejak era batu sebelum Masehi. Dalam kitab Palestina: Sejarah, Perkembangan dan Konspirasi, Dr. Muhsin Muhammad Shaleh mengungkapkan bahwa perkembangan peradaban di area itu semakin nyata setelah kehadiran bangsa Kan'an dari Jazirah Arab sekitar 2500 SM.
Ada peninggalan purbakala yang mengindikasikan bahwa manusia sudah mendiami daerah Palestina sejak era batu sekitar 500-14.000 tahun SM. Sebagaimana diketahui, pada era batu pertengahan sekitar 14.000-8000 tahun SM bahwa ada sesuatu yang dikategorikan sebagai corak kehidupan berperadaban. Yakni kehidupan ketika bangsa Kan’an datang dari Jazirah Arab sekitar tahun 2500 SM dalam jumlah besar sehingga membikin mereka menjadi masyarakat utama di sana.
Kemudian mereka mulai membangun kota yang jumlahnya tidak kurang dari 200 kota dan desa di Palestina, seperti kota Pisan, Alqolan, Aka, Haifa, al-Khalil, Usdud, Bi’ru Alsaba, dan Betlehem. Menurut pendapat para mahir sejarah yang dapat dipercaya, kebanyakan masyarakat Palestina sekarang, dan khususnya di pedesaan, merupakan keturunan kabilah-kabilah bangsa Kan’an, Umuriyah, dan Palestina.
Kabilah-kabilah Arab mendiami Palestina sebelum dan sesudah ekspansi pasukan Islam (al-fath al-Islami). Mereka dapat berasimilasi dan menyatu dengan masyarakat local lantaran kesatuan kepercayaan dan bahasa. Mereka semua memeluk Islam dan menjadi bangsa Arab di bawah payung pemerintahan Islam selama rentang waktu 13 abad.
Kedatangan Nabi Ibrahim Alahissalam ke Palestina sekitar tahun 1900 SM menjadi tonggak berhistoris bagi terbitnya sinar tauhid di bumi penuh berkah ini. Nabi Muhammad SAW juga hidup di era penguasa al-Quds, Malki Shadiq, yang kelihatannya berkawan dan berkawan dengannya.
Nabi Ibrahim bapak para nabi, memainkan peran besar dalam penyebaran risalah tauhid, dan tampaknya tidak menghadapi banyak rintangan alias halangan berat dari masyarakat Palestina. Ia tidak pernah terpaksa kudu meninggalkan negeri ini lantaran aspek kepercayaan alias rayuan dakwahnya. Ia tetap tinggal di sana dengan tenang dan meninggalkannya dengan segala kebebasan.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·