Kincai Media ,JAKARTA -- Mendapatkan celaan, direndahkan, alias diperlakukan tidak setara merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan. Menurut Ustadz Adi Hidayat (UAH), justru kondisi tersebut merupakan sesuatu yang normal dialami setiap manusia, apalagi oleh para nabi dan rasul.
UAH menjelaskan bahwa tidak ada kehidupan yang melangkah sepenuhnya sesuai keinginan. Perbedaan pendapat hingga kritik merupakan keniscayaan. Bahkan, kata dia, dalam rumah tangga saja bisa berbeda pandangan. Misalnya, suami dan istri bisa berbeda memilih hal-hal sederhana seperti pakaian.
"Jadi dalam kehidupan itu, tidak bakal melangkah sempurna seperti yang mau kita rasakan. Selalu bakal ada perbedaan pandangan. Bahkan dalam kehidupan rumah tangga," ujar UAH dalam kajian bertema "Hadiah Allah Ketika Mengalami Kesulitan" di kanal YouTube resminya, dikutip Senin (6/7/2026),
Namun, menurut dia, perbedaan pandangan terkadang berkembang menjadi tindakan yang kontraproduktif, seperti hinaan alias perendahan terhadap orang lain.
UAH mengingatkan, orang yang berambisi hidup tanpa kritik sejatinya menginginkan sesuatu yang mustahil.
"Allah dicela. Malaikat dicela. Rasul dicela. Nabi dicela. Sahabat dicela. Tabiin dicela. Ulama dicela. Kita siapa yang mungkin belum menjadi bagian dari orang-orang itu, dan mau bebas dari hinaan itu, mustahil," ujarnya.
Karena itu, dia membujuk jamaahnya untuk mengubah langkah pandang terhadap ujian tersebut.
"Jadi jika mendapatkan celaan, berbahagialah. Berarti kehidupan kita normal, jelas?" katanya.
Menurut UAH, yang lebih krusial bukanlah gimana menghindari kritik, melainkan membangun ketenangan hati agar tetap bisa berpikir bening dan mengambil keputusan secara terukur.
"Ketenagan itu yang membawa pikiran tenang, dan tindakan yang terukur. Dan kadang-kadang ketenangan itu, itu lebih krusial apalagi dibandingkan dengan kekayaan yang berlimpah," ujarnya.
UAH kemudian menyinggung fase berat yang pernah dialami Nabi Muhammad SAW ketika wahyu sempat terhenti turun selama beberapa waktu. Situasi itu dimanfaatkan oleh kaum Quraisy untuk menyerang dan meragukan kenabian beliau. Bahkan, muncul tuduhan, 'Muhammad sudah ditinggalkan Tuhannya. Muhammad sudah gila.'
"Kalau Anda melakukan baik, pasti ada tantangan. Ingat ya? Kalau Anda melakukan baik, apapun itu, pasti ada tantangan yang menguji konsistensi kebaikan itu apakah serius untuk dilakukan alias tidak," ucapnya.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·