Jerawat Remaja Tak Kunjung Hilang? 8 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Insight Bunda Masa Kini oleh Waktu baca 7 menit 510x dilihat
Jerawat Remaja Tak Kunjung Hilang? 8 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Bagikan Postingan

Jerawat remaja tak kunjung hilang? Kenali 8 kebiasaan sehari-hari yang bisa memperburuk jerawat dan langkah membantu anak merawat kulitnya. 

Memasuki usia remaja, ada satu “teman” yang rasanya sering datang tanpa diundang: jerawat. Muncul satu, belum sempat hilang, sudah muncul lagi di sebelahnya. Belum lagi jika anak mulai merasa kurang percaya diri lantaran kondisi kulitnya.

Sebagai orang tua, kita mungkin sudah mengingatkan anak untuk giat mencuci wajah alias tidak memencet jerawat. Tapi, Mommies dan Daddies, rupanya ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari bisa membikin jerawat semakin mudah muncul alias susah membaik.

Jadi, jika jerawat remaja tak kunjung hilang, mungkin sudah waktunya memandang rutinitas anak secara keseluruhan. Bukan untuk menyalahkan, ya, tetapi agar kita bisa membantu mereka menemukan kebiasaan yang lebih ramah untuk kulit.

BACA JUGA: 7 Rekomendasi Skincare untuk Remaja Acne-Prone, Bantu Kurangi Jerawat Secara Bertahap

Kebiasaan yang Bisa Membuat Jerawat Remaja Sulit Membaik

Berikut beberapa kebiasaan yang perlu diperhatikan lantaran pada sebagian remaja, hal-hal sederhana ini bisa ikut membikin jerawat lebih mudah muncul, semakin meradang, alias lebih susah membaik.

1. Terlalu sering menyentuh wajah

Coba perhatikan, apakah anak punya kebiasaan memegang pipi, mengusap dahi, menopang dagu dengan tangan, alias usil menyentuh jerawat?

Kelihatannya sepele, tetapi tangan kita bergesekan dengan banyak barang sepanjang hari. Ketika tangan yang belum tentu bersih sering menyentuh wajah, kotoran, minyak, dan beragam mikroorganisme dapat ikut beranjak ke kulit.

Belum lagi jika anak sering memainkan alias memencet jerawat. Bukannya sigap hilang, jerawat justru bisa semakin meradang dan berisiko meninggalkan bekas.

Jadi, salah satu kebiasaan sederhana yang bisa mulai dikurangi adalah menyentuh wajah tanpa alasan.

Jerawat Remaja Tak Kunjung Hilang? 8 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Foto: Hanna Pad/Pexels

2. Mencuci wajah terlalu sering alias terlalu keras

Karena mau wajah bebas minyak dan jerawat, sebagian remaja mungkin berpikir bahwa semakin sering mencuci wajah, semakin baik.

Padahal, tidak selalu begitu.

Membersihkan wajah memang penting, tetapi mencuci terlalu sering alias menggosok kulit terlalu keras bisa membikin kulit mengalami iritasi dan terasa kering. Kondisi ini justru dapat membikin kulit semakin tidak nyaman. Dermatolog juga menyarankan pembersihan wajah secara lembut dan menghindari kebiasaan menggosok kulit terlalu keras.

Ajak anak menggunakan pembersih wajah yang lembut dan membersihkan wajah secukupnya, terutama setelah beraktivitas alias berkeringat.

Dan satu lagi, tidak perlu menggosok wajah sampai terasa kesat banget. Kulit yang terasa kesat setelah mencuci wajah bukan berfaedah otomatis lebih bersih.

BACA JUGA: Sunscreen untuk Remaja Rentan Berjerawat alias Acne-Prone

3. Sering begadang

“Sebentar lagi, Ma.”

Kalimat yang mungkin cukup sering kita dengar ketika meminta anak berakhir scrolling alias bermain gadget dan segera tidur.

Padahal, tidur yang cukup bukan hanya krusial untuk membikin anak tidak mengantuk di sekolah. Kurang tidur juga dapat memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan, termasuk respons tubuh terhadap stres dan proses pemulihan kulit.

Pada usia remaja, kebutuhan tidur memang cukup tinggi. Karena itu, membangun rutinitas tidur yang lebih teratur tetap penting, termasuk membatasi kegiatan dengan gadget menjelang waktu tidur.

Jadi, jika anak sering begadang sembari mengeluhkan jerawat yang tidak kunjung membaik, mungkin ini salah satu rutinitas yang bisa dievaluasi bersama.

4. Jarang mengganti sarung bantal

Ini juga sering luput dari perhatian.

Sarung bantal bergesekan langsung dengan wajah selama berjam-jam setiap malam. Minyak dari kulit dan rambut, keringat, sisa produk perawatan, serta kotoran bisa menempel di permukaannya.

Bukan berfaedah sarung bantal adalah penyebab utama jerawat, ya, Mommies. Jerawat sendiri dipengaruhi oleh banyak faktor. Namun, menjaga kebersihan benda-benda yang sering menyentuh wajah tetap merupakan kebiasaan yang baik.

Jadi, pastikan sarung bantal dan seprai dicuci secara rutin. Kalau anak punya kebiasaan tidur setelah berkeringat alias rambutnya sangat berminyak, kebersihan perlengkapan tidur menjadi semakin krusial untuk diperhatikan.

BACA JUGA: Jerawat di Hidung Bisa Berbahaya, Ini Risiko dan Cara Aman Mengatasinya

5. Tidak membersihkan wajah setelah banyak berkeringat

Anak aktif berolahraga alias mengikuti kegiatan ekstrakurikuler? Bagus banget. Namun, jangan lupa juga mengajarkan kebiasaan merawat kulit setelah berkeringat.

Keringat yang bercampur dengan minyak dan kotoran dapat membikin kulit terasa tidak nyaman. Karena itu, setelah olahraga alias kegiatan yang membikin tubuh banyak berkeringat, anak sebaiknya membersihkan diri dan wajah dengan langkah yang lembut. Membersihkan wajah setelah kegiatan yang membikin berkeringat juga termasuk salah satu rekomendasi perawatan kulit untuk kulit yang berjerawat.

Yang perlu diingat, bukan berfaedah wajah kudu langsung dicuci acapkali setiap kali berkeringat. Fokusnya adalah menjaga kebersihan kulit tanpa membuatnya teriritasi.

Foto: Ron Lach/Pexels

6. Sering memakai produk skincare alias makeup yang tidak cocok

Di usia remaja, kesukaan terhadap skincare dan makeup tentu merupakan perihal yang wajar. Apalagi, sekarang anak-anak semakin mudah mendapatkan info mengenai produk kecantikan dari media sosial.

Tantangannya, tidak semua produk yang cocok untuk orang lain bakal cocok juga untuk kulit anak.

Terlalu banyak mencoba produk sekaligus juga bisa membikin kita susah mengetahui produk mana yang sebenarnya cocok alias justru menyebabkan iritasi. Mengganti-ganti produk perawatan terlalu sering juga dapat mengiritasi kulit dan membikin jerawat semakin susah dikendalikan.

Untuk remaja yang mulai mengalami jerawat, rutinitas skincare sebaiknya tidak perlu terlalu rumit. Pembersih yang lembut, pelembap yang sesuai dengan kondisi kulit, serta sunscreen pada pagi dan siang hari umumnya menjadi dasar yang lebih masuk logika dibandingkan mengejar banyak produk sekaligus.

Dan jangan lupa, jika anak menggunakan makeup, pilih produk yang sesuai untuk kulit berjerawat dan pastikan makeup dibersihkan sebelum tidur. Produk dengan keterangan non-comedogenic alias tidak menyumbat pori dapat menjadi pilihan untuk kulit yang mudah berjerawat.

BACA JUGA: 8 Perawatan Wajah untuk Kulit Berjerawat dan Manfaatnya

7. Sering mengonsumsi makanan dan minuman tertentu tanpa memperhatikan pola makan secara keseluruhan

Nah, bagian ini mungkin sedikit tricky.

Jerawat tidak bisa begitu saja disimpulkan sebagai akibat makan cokelat, gorengan, alias makanan tertentu. Faktor penyebab jerawat cukup kompleks dan berbeda pada setiap orang.

Namun, pola makan secara keseluruhan tetap krusial diperhatikan. Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara jerawat dan pola makan dengan beban glikemik tinggi pada sebagian orang. Produk susu juga tetap menjadi salah satu area yang terus diteliti mengenai hubungannya dengan jerawat.

Jadi, daripada langsung melarang anak makan makanan tertentu, lebih baik ajak mereka membangun pola makan yang seimbang: cukup sayur dan buah, sumber protein, karbohidrat yang sesuai kebutuhan, serta membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula secara berlebihan.

Intinya bukan “jerawatan berfaedah tidak boleh makan ini dan itu”, ya, Mommies.

8. Stres dan tekanan yang tidak dikelola dengan baik

Remaja juga bisa stres. Bahkan, mungkin ada banyak perihal yang bagi kita terlihat sederhana, tetapi terasa cukup berat bagi mereka.

Tugas sekolah, ujian, pertemanan, perubahan tubuh, ekspektasi orang tua, sampai tekanan dari media sosial bisa membikin anak mengalami stres.

Stres bukan penyebab tunggal jerawat, tetapi dapat berasosiasi dengan memburuknya kondisi jerawat pada sebagian orang. Karena itu, kesehatan kulit sebaiknya tidak dilihat hanya dari apa yang digunakan di wajah.

Coba sesekali tanyakan, “Belakangan ini Anda lagi kepikiran apa?” tanpa buru-buru menghakimi alias memberikan solusi.

Kadang, anak memang hanya perlu tahu bahwa ada orang tua yang siap mendengarkan.

BACA JUGA: 10 Rekomendasi Produk untuk Hilangkan Jerawat Punggung dan Bekasnya

Jadi, Harus Bagaimana Kalau Jerawat Remaja Tak Kunjung Hilang?

Foto: Polina Tankilevitch/Pexels

Mommies dan Daddies tidak perlu panik setiap kali memandang jerawat muncul di wajah anak. Jerawat memang sangat umum terjadi pada masa remaja lantaran perubahan hormonal dan aspek lain yang menyertainya. Pada masa pubertas, perubahan hormon dapat meningkatkan produksi minyak sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat dan jerawat lebih mudah muncul.

Yang penting, bantu anak membangun kebiasaan perawatan kulit yang sederhana dan konsisten. Hindari kebiasaan memencet jerawat, jangan asal mencoba banyak produk, dan tetap perhatikan tidur, kebersihan, kegiatan fisik, pola makan, serta kondisi emosional anak.

Kalau jerawat terlihat semakin parah, terasa sakit, muncul banyak jerawat meradang alias bernanah, meninggalkan jejak luka, alias membikin anak merasa sangat terganggu dan tidak percaya diri, jangan ragu berkonsultasi dengan master kulit. Penanganan lebih awal juga dapat membantu mengurangi akibat jerawat menjadi semakin parah dan meninggalkan bekas.

Karena pada akhirnya, tujuan merawat jerawat bukan sekadar membikin kulit anak mulus. Yang tidak kalah krusial adalah membantu mereka merasa nyaman dengan diri mereka sendiri dan memahami bahwa kondisi kulit bukan sesuatu yang menentukan nilai diri mereka.

Dan mungkin ini juga bisa menjadi kesempatan untuk mengajarkan satu perihal krusial kepada anak: merawat diri bukan berfaedah kudu mempunyai kulit sempurna. Merawat diri berfaedah belajar memahami apa yang dibutuhkan tubuh dan memperlakukannya dengan baik.

Cover: Polina Tankilevitch/Pexels
Artikel Lainnya Insight Bunda Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads