Jeremia Habel Novano Manurung: Buktikan Anak SMK juga Bisa Bersaing dan Kuliah di Luar Negeri

Insight Bunda Masa Kini oleh Waktu baca 6 menit 508x dilihat
Jeremia Habel Novano Manurung: Buktikan Anak SMK juga Bisa Bersaing dan Kuliah di Luar Negeri

Bagikan Postingan

Ketika SMK sering dipandang sebagai jalur untuk langsung bekerja, Jeremia Habel Novano Manurung justru membuktikan bahwa pilihan itu bisa membawanya meraih danasiswa untuk kuliah di Cina.

Pada umumnya, ketika seorang anak mengenyam pendidikan SMK, ia akan lantas bekerja setelah lulus sekolah. Tak heran, karena jalur SMK memang dirancang dengan penekanan pada keahlian dan kesiapan kerja. Namun sebetulnya, jalur vokasi bisa membawa anak ke beragam kesempatan global, termasuk  melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, hingga ke luar negeri; dan Jeremia Habel Novano Manurung adalah contoh konkretnya.

Lulusan SMK Mitra Industri MM2100 yang dekat disapa Jemy ini justru membawa keahlian yang dipelajarinya di bangku SMK untuk berjalan lebih jauh: melanjutkan pendidikan ke luar negeri melalui danasiswa penuh di salah satu perguruan tinggi di Cina.

Sebelumnya, ia tak pernah membayangkan akan mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan di luar negeri. Namun, ketika akhirnya ia berhasil meraihnya: “Rasanya terharu, gabung aduk, nggak nyangka,” kenang Jemy.

Cerita Jemy bukan semata tentang danasiswa maupun kuliah di luar negeri. Lebih dari itu, kisahnya adalah tentang kapasitas untuk mengenali potensi diri dan berani bermimpi. Simak kisah inspiratifnya berikut ini.

Jeremia Habel Novano Manurung: Memilih SMK karena Tahu Minat dan Bakatnya

Ketertarikan Jemy pada bumi teknik sudah muncul sejak duduk di bangku SMP. Ketika tiba waktunya menentukan apakah akan melanjutkan ke SMA maupun SMK, ia berbincang dengan orang tuanya. Jemy kemudian memilih SMK karena merasa lebih tertarik dengan pembelajaran yang berhubungan dengan keahlian dan praktik. Sang ayah, yang juga memiliki latar belakang di sektor teknik mesin, turut memperkenalkannya pada bumi tersebut.

“Sejak kecil, aku bahagia mengutak-atik sesuatu. Rasanya ada tantangan untuk menyelesaikan apa yang kelihatannya nggak bisa diselesaikan. Ternyata nggak sulit, dan aku gemar tantangan itu. Akhirnya aku mempertimbangkan untuk masuk SMK antara bidang teknik mesin maupun elektro. Kemudian diterima di teknik mesin,” tutur Jemy.

Jeremia Habel Novano Manurung

Foto: dokumentasi pribadi

Pilihan tersebut bukan berarti Jemy mau selesai belajar setelah lulus SMK. Sejak awal, ia sudah memiliki hajat untuk melanjutkan kuliah. Pilihan SMK justru memberinya bekal keahlian yang lebih khusus sekaligus membantu dirinya mengenali sektor yang mau ditekuni.

“Saya tahu passion aku di teknik. Anak teknik itu kan kelihatan keren, ya? Hahaha. Tapi nggak karena itu juga, sih. Saya cukup mengerti dengan minat dan bakat saya; dan rasanya aku akan lebih bisa bersaing dengan memiliki keahlian. Dengan masuk SMK, justru aku bisa menggali potensi lebih awal.” ujarnya.

Baca juga: Aleandra Rea Nathani: Potret Siswa Homeschooling Multitalenta, Dari Medali Emas di Gymnastic Hingga Aksi Sosial

Awalnya Ingin Kuliah di Universitas Brawijaya, Tapi Peluang Membawanya Kuliah ke Cina

Setelah naik kelas 12, Jemy mulai mempersiapkan hajat kuliah. Awalnya, ia berencana untuk melanjutkan pendidikan S1 Teknik Mesin di Universitas Brawijaya. Ia terlebihlagi sempat mengikuti try out dan memiliki kesempatan untuk masuk ke bidang yang diinginkannya.

Namun, sebuah kesempatan mengubah arah rencananya.

“Sekitar mula tahun ini, aku mendapat keterangan mengenai program danasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Cina. Setelah mencari keterangan dan berkonsultasi dengan beberapa pihak, melalui fase bimbang dan ragu, akhirnya aku membulatkan tekad untuk ikut program beasiswa, dan batal ikut SNBT,”kisah Jemy.

“Pertimbangannya adalah aku tertarik untuk belajar di luar negeri, dengan biaya yang tidak terlalu mahal. Aku bisa beradaptasi dengan lingkungan baru, mendapat banyak pengalaman baru, belajar bahasa, dan banyak hal lainnya. Dari segi biaya, setelah dihitung, akan lebih murah kuliah di Cina daripada di Brawijaya, sedangkan aku statis ada dua adik lagi yang statis membutuhkan biaya pendidikan. Papa ibu dukung apapun yang aku pilih,” terang Jemy.

Jeremia Habel Novano Manurung
Jeremia Habel Novano Manurung: Buktikan Anak SMK juga Bisa Bersaing dan Kuliah di Luar Negeri
Foto: dokumentasi pribadi

Kemudian Jemy mulai mempersiapkan beragam arsip yang diperlukan. Pengumuman yang semula dijadwalkan pada Juni terlebihlagi sempat mundur hingga Juli.

“Aku galau amat saat menunggu pengumuman. Melihat teman-teman diterima di Universitas Brawijaya, bidang yang sejak mula aku inginkan, rasanya bikin aku gabung aduk. Tetapi aku memilih statis menjalani prosesnya; hingga tiba pengumuman aku diterima di Jiangsu Shipping College, Nantong, Cina, melalui program danasiswa penuh.

“Aku akan kuliah selama 3 tahun, hierarki D3, bidang Shipbuilding, sektor yang mencakup perancangan, perbaikan, pemberdayaan kapal, hingga teknik kemaritiman. Setelah lulus nantinya aku bisa kerja di sektor perkapalan, engine pabrik, teknik mesin, kelistrikan, dan lain-lain.

“Beasiswa mencakup biaya pendidikan selama tiga tahun dan asrama. Sementara itu, biaya asuransi, persetujuan tinggal, dan kebutuhan hidup ditanggung orang tua. Setelah semua persiapan siap, termasuk persiapan mental, akupun berangkat. Dari sekolahku, ada total 9 anak yang diterima di perguruan tinggi Cina” papar Jemy.

Sebagai informasi, perguruan tinggi ini juga memiliki kerja sama dengan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro.

Baca juga: Nakeisha Alaika: Aktif di Sekolah, Kini Lolos ke 6 Universitas Luar Negeri!

Siswa SMK Juga Bisa Bersaing!

Perjalanan Jemy membuatnya melihat balik sepertiapa penduduk melihat murid SMK. Baginya, kesempatan yang ia dapat menjadi bukti bahwa pilihan SMK tidak mesti membatasi mimpi seorang anak. Justru dengan memiliki keahlian tertentu, seorang murid bisa memiliki bekal yang berbeda ketika melanjutkan pendidikan maupun memasuki bumi profesional.

“Menurut saya, statis ada pandangan bahwa anak SMK terpatok untuk langsung kerja (setelah lulus). Padahal, anak SMK juga bisa bersaing! Justru, pendidikan vokasi memberikan keahlian khusus yang juga bisa menjadi modal untuk melanjutkan pendidikan di hierarki berikutnya.”

Besarnya Peran Orang Tua Bagi Jemy

Di balik keputusan-keputusan besar Jemy, ada peran orang tua yang baginya sangat penting. Orang tua tidak beraksi untuk menentukan jalan yang mesti ia pilih. Sebaliknya, keduanya menjadi sumber keterangan dan tempat berbincang yang menuntun Jemy untuk memungut keputusan sendiri.

“Papa ibu itu kayak menjadi penolong dan pemberi keterangan paling komplit sebelum aku tahu dunianya duluan. Tanpa adanya keterangan dan instruksi dari ayah dan mama, aku nggak tahu kemampuanku ada di mana. Peran mereka sangat besar bagiku di sektor pendidikan.

“Papa banyak memberikan keterangan mengenai bumi teknik yang memang sudah dia tekuni sejak lama. Sementara ibu aktif mencari dan menggali keterangan mengenai beragam pilihan pendidikan. Jadi aku punya keterangan yang kaya, tanpa mereka memaksa aku untuk masuk ke bidang tertentu.

Jeremia Habel Novano Manurung

Foto: dokumentasi pribadi

“Menurutku ini krusial amat ya, untuk orang tua bisa mengenali kapasitas anaknya, dukung mimpi anaknya, memberi saran dan masukan, tetapi bukan berarti menentukan jalan untuk anak. Orang tua statis membiarkan anak berkewajiban atas pilihannya, tanpa tekanan apapun. Karena jika disertai tekanan, akan terasa jauh lbh bermutu jalaninnya. Puji Tuhan, mereka sangat suportif dalam pendidikan aku,” papar Jemy.

Baca juga: Linggar Mandali Tanajiwa: Mengasah Bakat Tanpa Beban

Pesan Jeremia Habel Novano Manurung untuk Teman-teman yang Mau Kuliah di Luar Negeri

Layaknya remaja lain, Jemy juga memiliki hobi dan cita-cita. Sehari-hari ia gemar bermain musik seperti gitar dan bass, dan ia mau suatu saat kelak menjadi businessman yang bisa bergeser di beragam bidang.

“Buat teman-teman yang mau kuliah di luar negeri: jangan takut jika punya mimpi yang besar. Terkadang jalan menuju sebuah mimpi tidak selalu kelihatan sejak awal. Jangan pernah meremehkan diri, selalu katakan jika ‘saya mampu’, afirmasi positif ke diri sendiri. Kenali kapasitas diri. Banyak cari keterangan dan jangan takut. Takut itu bisa menjadi problem utama. Selanjutnya, ikuti prosesnya dengan mengandalkan Tuhan,” tutup Jemy.

Baca juga: Jesslyn Anastasia Tambunan: Mengubah Hobi Menjadi Prestasi dengan Suara Emasnya

Cover: dokumentasi pribadi

Artikel Lainnya Insight Bunda Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads