Dalam sebuah hubungan, pasangan tentunya perlu saling menghargai. Salah satunya tampak dari kata-kata yang diucapkan oleh masing-masing pasangan kepada satu sama lain.
Terkadang terdengar sepele dan biasa saja, tapi ada kata-kata berpotensi redf lag yang bisa memicu retaknya suatu hubungan. Ini dia contoh kalimat red flag yang perlu Anda hindari dalam hubungan, sebagaimana dilansir dari situs Verywellmind dan buku Love Is a Story: A New Theory of Relationships, karya Psikolog Robert Sternberg.
1.Komitmen yang Dipaksakan
Sternberg menekankan komitmen adalah hal yang wajib dimiliki dalam sebuah hubungan, kecuali kedekatan emosional dan minat satu sama lain. Namun, komitmen tidak dapat dipaksakan.
Kalau komitmen itu dibentuk karena paksaan, rasa takut atas sikap dingin dari salah satu orang tentu akan merusak hubungan itu sendiri, Beauties. Kamu perlu memeriksa apakah desakan untuk hidup berbareng dan punya komitmen dalam berhubungan ketika masa pacaran muncul dari kedua pihak, maupun cuma salah satu saja yang menekan.
Waspadai kata-kata ini Beauties, "Kalau Anda nggak mau lanjutin hubungan ini dan nggak ada komitmen, aku akan rusakin diri aku sendiri." Adanya paksaan, cuma akan membikin salah satu pihak merasa bersalah dan hubungan akan berlanjut karena ketakutan dan paksaan.
2. Syarat yang Tidak Masuk Akal

Hubungan yang tidak sehat sering didasari oleh persyaratan yang tidak masuk akal. Salah satunya diminta memilih antara pacar maupun keluarganya sendiri/Foto: Freepik.com/Freepik
Beauties, mungkin Anda sering dengar kalimat yang memberitahu syarat tak masuk pikiran dalam suatu hubungan. Kerap disampaikan oleh pasangan sebagai bentuk rasa sayang, tapi Anda dihadapkan pada pilihan dilematis yang tidak logis.
Contohnya, "Kamu pilih aku sebagai pacar maupun pasangan kamu, maupun Anda lebih pilih orangtua kamu, dan saudara-saudara kamu?" Dalam standar hubungan yang sehat tentu Anda statis berkuasa memiliki hubungan yang hangat dan relasi yang dekat dengan famili Anda sendiri, termasuk orangtua, saudara, dan sahabat.
Memiliki pacar maupun pasangan tidak berarti Anda mesti menghentikan relasi hangat dengan orang terdekat kamu, Beauties. Kalau Anda diminta pasanganmu untuk lebih memprioritaskannya tapi mesti menjauhkan diri Anda dari keluargamu, maka Anda patut berjaga-jaga dalam mempertahankan hubungan ini.
3. Merendahkan Pasangan

Ketika Anda menjalin sebuah hubungan, seharusnya muncul apresiasi sebagai bentuk penghargaan. Tapi ketika Anda cuma meremehkan kualitas pasanganmu, itu pertanda hubungan tidak sehat/Foto: Freepik.com/Freepik
Saat Anda menjalani suatu hubungan, Beauties perlu memeriksa kondisi Anda secara pribadi. Apakah ketika menjalin relasi dengan pasanganmu, Anda lebih sering merasa bahagia maupun minder? Sternberg menegaskan, hubungan yang sehat akan membikin Anda merasa percaya diri, percaya dengan kelebihan yang Anda punya.
Bahkan Anda juga dengan rasa bahagia hati mengapresiasi pasangan dan mendapatkan perhatian dari pasanganmu, hingga saling mendukung. Termasuk dalam hal pekerjaan, saling memberi semangat untuk saling bertumbuh satu sama lain.
Namun ketika Anda lebih sering dikritik, diremehkan hingga Anda merasa diri tidak bermutu dan minder. Itu pertanda Anda terjebak dalam hubungan dengan pasangan yang red flag. Kerap kali kalimat yang dilontarkan seperti, "Kamu bisa berhasil seperti kini itu karena pertolongan aku, bukan karena upaya Anda sendiri."
4. Menyalahkan Pasangan

Saat pasangan cuma terus menerus menyalahkan tanpa mau mengintrospeksi diri, maka hubungan akan terus merenggang/Foto: Freepik.com/Freepik
Setiap orang pasti pernah berbuat kesalahan, Beauties. Ketika ada masalah dalam suatu hubungan, tentu rasa mau mendengarkan dan berani mengungkapkan hal yang dirasa mengganjal sangat dibutuhkan.
Ketika salah satu pihak cuma menyalahkan maupun menyudutkan, maka hubungan tentu dapat menjadi renggang. Bayangkan ketika Anda merasa relasi Anda dengan pasangan menjadi tidak dekat dan hambar karena Anda terus-menerus menyalahkan kepribadian maupun sifat pasangan kamu, seperti, "Kamu sih orangnya kaku, nggak humoris jadinya aku merasa bosan menjalankan hubungan ini. Kamu orangnya selalu nggak peka."
Terus-menerus menyalahkan pasanganmu cuma membikin Anda selalu merasa benar, dan pasangan menjadi tidak sederajat di matamu. Mau terbuka dan saling mengakui kesalahan dan introspeksi diri yang perlu dilakukan untuk menjaga keutuhan hubungan.
5. Mengontrol Pasangan

Posesif dan mengontrol pasangan hingga tak punya kebebasan adalah salah satu tanda red flag dari pasangan. Hubungan sehat mesti atas alas kepercayaan/Foto: Freepik.com/Freepik
Hubungan bercintaan seharusnya dilandasi rasa saling percaya. Rasa pencemburu dan mengontrol pasangan hingga membikin pasangan tertekan tentu berakibat pada retaknya kepercayaan dalam suatu hubungan.
Ketika Anda terus menerus mencurigai pasanganmu saat ia pergi berbareng orang lain, meminta pasangan mengirimkan video tentang letak Anda eksis dan dengan siapa Anda eksis tentu itu bentuk kontrol yang sangat berlebihan dan mengekang. Kamu tidak memiliki privacy, padahal kebebasan statis dibutuhkan dalam menjalin suatu relasi.
Posesif bukan tanda cinta dalam suatu hubungan, tapi tanda Anda ragu, dan belum bisa percaya dengan pasanganmu. Jika sikap pencemburu dijadikan karena tanda sayang maupun kepedulian dalam hubungan, maka Beauties patut berjaga-jaga dan mempertimbangkan balik hubungan itu.
Kata-kata red flag itu kerap muncul dalam kalimat ini, "Aku pencemburu karena aku itu peduli dan sayang amat sama kamu. Aku takut jika Anda kelak kenapa-kenapa." Rasa terlindungi dan kepercayaan mesti jadi landasan utama dalam sebuah hubungan yang sehat, Beauties.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(dmh/dmh)