Jakarta -
Mempersiapkan program kehamilan memang sebaiknya diawali dengan skrining kesuburan berbareng pasangan terlebih dulu ya, Bunda. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk cek kesuburan ke dokter? Kenali tanda-tandanya.
Permasalahan kesuburan memang tidak selalu muncul ke permukaan sehingga susah terdeteksi tanpa adanya observasi medis lebih lanjut ya, Bunda. Bahkan, sering kali tidak muncul adanya indikasi yang unik dari persoalan kesuburan yang ada.
Untuk itu, bagi banyak pasangan, ketika kehamilan belum terjadi meskipun terjadi hubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan pengaman, perihal tersebut menjadi tanda pertama adanya persoalan kesuburan. Kabar baiknya adalah Bunda dan pasangan bisa melakukan konsultasi dengan master ahli kesuburan untuk mengidentifikasi apa yang sebenarnya terjadi dan memastikan kedua pasangan dinilai berbareng sejak awal.
Kapan waktu yang tepat cek kesuburan ke dokter?
Menurut Dr Navina, seorang master ahli kesuburan dari Birla Fertility & IVF Mumbaik bahwa usia bakal mengubah waktu bagi seseorang agar lebih peduli terhadap masalah kesuburan dirinya. Bagi para wanita berumur di bawah 35 tahun, master umumnya menyarankan konsultasi setelah 12 tahun mencoba.
Sementara pada usia 35 tahun ke atas, enam bulan adalah jangka waktu yang direkomendasikan. Beberapa situasi apalagi memerlukan penilaian lebih awal, terlepas dari usia. Ini termasuk ketika wanita tidak mengalami menstruasi yang teratur alias adanya PCOS, endometriosis, disfungsi tiroid, persediaan ovarium rendah, tuba falopi tersumbat alias rusak, kelainan rahim, operasi panggul sebelumnya, alias dua kali alias lebih terjadi keguguran.
"Dengan mengenali hal-hal ini sejak awal adalah sebuah awal yang baik bukan sebuah kemunduran. Ini artinya perawatan dapat dimulai lebih cepat,"katanya seperti dikutip dari laman The Health Site.
Mengapa kedua pasangan kudu menjalani cek kesuburan?
Terkait masalah kesuburan, setiap pasangan memang perlu melakukannya ya, Bunda. Sama halnya dengan perempuan, kesuburan laki-laki juga krusial diperhatikan secara mendalam. Kesuburan laki-laki dalam perihal ini juga perlu diinvestigasi apakah sebelumnya ada riwayat cedera alias operasi testis, perubahan kegunaan seksual, testis yang tidak turun, pengobatan kanker sebelumnya, alias sekadar kajian semen sebagai corak pertimbangan lebih lanjut.
Sebab, sering kali masalah kesuburan laki-laki tidak menunjukkan adanya tanda-tanda yang terlihat sama sekali. Itulah sebabnya kenapa kedua pasangan perlu terlibat dalam cek kesehatan kesuburan di awal untuk memberikan gambaran yang jelas dan komplit bagi keduanya sejak awal.
Apa saja tes kesuburan yang perlu dijalani?
Pasangan yang menjalani cek kesuburan biasanya bakal menjalani serangkaian tes ya, Bunda. Pada umumnya, skrining tersebut meliputi pengetesan AMH, hormon, USG, penilaian tuba, dan kajian semen. Temuan-temuan ini jika digabungkan nantinya bakal membuka langkah selanjutnya yang jelas.
Artinya, mungkin memerlukan pengobatan berjuntai pada kondisi yang melatarinya. Selain itu, ketika muncul masalah lainnya, investigasi lebih lanjut bakal dilakukan secara mendalam. Dalam perihal ini, upaya yang dilakukan bakal dilakukan berasas hasil yang ditunjukkan oleh masing-masing pasangan dan perihal itulah yang membikin proses tersebut begitu meyakinkan.
Mengapa cek kesuburan perlu dilakukan sedini mungkin?
Pengecekan kesehatan pada pasangan di awal sebelum berfokus pada treatment program kehamilan memang sebaiknya dilakukan sedini mungkin ya, Bunda. Sebab, kesuburan secara alami berubah seiring bertambahnya usia, dan berkonsultasi ke master serta mendapatkan treatment dari master secara mendalam menjadi pilihan yang bisa dijalani.
Dengan konsultasi lebih awal, perihal tersebut menjadi langkah yang baik untuk menjaga kesempatan terbuka lebih lama terutama untuk kondisi seperti persediaan ovarium rendah alias adanya masalah tuba.
Apa saja tanda-tanda kudu berkonsultasi dan cek kesuburan ke dokter?
Gangguan kesuburan pada wanita alias laki-laki memang tidak selalu menunjukkan indikasi unik yang bisa ditandai secara kasat mata ya, Bunda. Tetapi, beberapa tanda biasanya muncul tanpa Bunda sadari. Untuk itu, jika Bunda merasakan tanda-tanda berikut ini, sebaiknya segera melakukan cek kesuburan ke master ya, Bunda:
1. Dua kali alias lebih mengalami keguguran
2. Menstruasi tidak teratur alias apalagi tidak mengalami menstruasi
3. Adanya persoalan endometriosis alias kerusakan tuba
4. Cadangan ovarium rendah
5. Kondisi rahim alias genetik
6. Analisis semen abnormal, ada riwayat cedera, infeksi, alias operasi testis
Penting diketahui bahwa gangguan infertilitas memang tidak dapat dijelaskan tanpa adanya tes mendasar yang dilakukan sebelumnya. Dan, dengan melakukan konsultasi kesuburan tidak berfaedah kudu selalu berujung pada IVF ya, Bunda.
Banyak juga pasangan di luar sana yang datang ke master hanya sekadar konsultasi dan memerlukan jawaban yang jelas dan meyakinkan saja. Dengan melakukan pertimbangan kesuburan ini tentunya dapat bermaksud membantu pasangan memahami kesuburan mereka dengan percaya diri dan melangkah lebih maju berasas info medis yang ada serta memutuskan apa saja yang dibutuhkan ke depannya.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·