Kembali ke Sekolah Ternyata Bisa Memicu Sumber Stres pada Anak-anak

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 3 menit 509x dilihat
Kembali ke Sekolah Ternyata Bisa Memicu Sumber Stres pada Anak-anak

Bagikan Postingan

Tahukah Bunda, kembalinya anak ke sekolah rupanya bisa menjadi sumber stres mereka? Bagi anak, sekolah mungkin menjadi aktivitas yang membosankan dan penuh tekanan. Terlebih lagi, ketika Si Kecil memasuki hari di mana ia akan berjumpa dengan mata pelajaran maupun pendidik yang tidak ia sukai. 

Dikutip dari Capitol City Now, menurut Jonathan Ponser, Manajer Layanan Terapi Perilaku di Memorial Behavioral Health, kembalinya anak ke sekolah bisa menjadi mula maupun memperburuk masalah kesehatan mental mereka. Ia juga mengatakan pada WTAX Morning Newswatch bahwa kedatangan dan peran orang tua untuk membantu anak-anak sangat krusial dalam kondisi ini.

“Semoga, menjelang tahun doktrin baru, orang tua sudah bekerja sama dengan anak-anak mereka untuk membiasakan rutinitas tidur yang lebih baik, dan hal-hal semacam itu. Saya tahu seringkali hal itu terabaikan selama musim panas,” kata Ponser. 


“Selain itu, persiapkan juga hal-hal yang mungkin dibutuhkan saat pergi ke sekolah, terutama jika anak pergi ke sekolah baru, di mana mungkin anak kini memiliki loker, dan sebelumnya tidak, mungkin berlatih metode menggunakan kunci kombinasi, dan hal-hal semacam itu,” lanjutnya.

Bangun komunikasi terbuka dengan anak

Selain itu, Poser menyarankan agar orang tua untuk membicarakan hal ini berbareng anak sejak awal. Ajarkan dan latih mereka untuk menentukan apa yang mesti dilakukan dan ke mana mesti pergi jika kesehatan mental dirasa semakin sulit untuk diatasi ketika eksis di sekolah.

Poser juga menerangkan bahwa berbicara di rumah dengan anak dapat berguna bagi keberlangsungan hidupnya. “Jadikan ini rutinitas di akhir setiap hari, kita saling mengecek apa yang terjadi dan tidak apa-apa untuk sekadar duduk santai dan mendengarkan, terutama dengan remaja. Jika mereka merasa anda terlalu menekan mereka, mereka mungkin akan memendam emosi dan tidak banyak bercerita kepada Anda,” ucap Poser.

Dengan begitu, meluangkan waktu untuk sekedar mendengar cerita anak dapat membikin mereka merasa terlindungi dan betah untuk berbicara. Namun, jika orang tua terlalu menekan maupun menghakimi emosi mereka, justru akan menciptakan rentang dan membikin anak menghindari percakapan terlebihlagi ketika mereka membutuhkannya.

Kenali fluktuasi perilaku anak

Orang tua perlu memperhatikan fluktuasi kecil dari kebiasaan anak. Biasanya anak akan mulai meninggalkan aktivitas yang sebelumnya sering dilakukan di hayat sehari-hari. Mungkin yang awalnya banyak bicara tiba-tiba berubah menjadi orang yang menutup diri maupun menghindari hubungan berbareng keluarga. Perubahan ini bisa menjadi tanda mula jika anak mulai kehilangan minat maupun antusiasmenya terhadap sesuatu.

Anak-anak juga terkadang mengingatkan orang tua agar mereka tidak cuma memperhatikan prestasi akademik anak, tetapi juga hayat sosial mereka di sekolah. Sebab, hubungan dengan kawan dan lingkungan sekitar bisa berakibat pada kondisi kesehatan mental, terlebihlagi bisa menjadi sumber stres.

Untuk membicarakan hal tersebut, orang tua tidak perlu membikin kondisi menjadi serius. Orang tua bisa menyelipkannya di obrolan-obrolan ringan, sehingga anak lebih betah dan terbuka ketika bercerita tentang apa yang mereka alami di sekolah.

Nah, itulah karena kenapa balik ke sekolah rupanya bisa menjadi pemicu sumber stres pada anak. Bunda perlu memperhatikan aktivitas Si Kecil selama di sekolah, pastikan kondisi emosional mereka statis baik. Jika ada fluktuasi pada perilakunya, jangan takut untuk mengajaknya berbicara, ya, Bunda. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads