Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Jumat, 11 Sep 2026 17:15 WIB
Kenapa Anak Kecil di Jepang Suka Pakai Topi Kuning? Ternyata Ini Alasannya!/ Foto: Pexels.com/Tien Nguyen
Beauties, Anda tetap ingat topi yang dipakai karakter Chibi Maruko-Chan dan teman-temannya? Topi bundar berwarna kuning itu memang identik dengan topi yang dipakai anak-anak mini di Jepang lho! Mereka bakal mengenakan topi ini saat bepergian, termasuk saat pergi ke sekolah.
Ternyata, topi kuning yang dipakai anak-anak mini di Jepang punya argumen utama keselamatan, Beauties. Topi ini juga mempunyai sejarah cukup panjang, ialah mulai sekitar tahun 1960-an di Wakayama. Simak, yuk!
Sejarah Topi Kuning untuk Anak-anak di Jepang

Sejarah topi kuning yang dipakai anak-anak di Jepang/ Foto: Pexels.com/Tien Nguyen
Topi kuning yang dipakai anak-anak mini di Jepang diciptakan sekitar tahun 1960-an, Beauties. Pada periode itu, seperti yang dijelaskan dalam situs Birth Place, Jepang mengalami pertumbuhan ekonomi yang sigap sehingga kehidupan dan kesejahteraan masyarakat membaik.
Banyak di antara mereka yang mempunyai kendaraan sehingga seiring dengan bertambahnya jumlah mobil, tingkat kecelakaan di jalan raya ikut meningkat. Kecelakaan fatal menyantap jumlah korban yang disebut-sebut melampaui jumlah tentara Jepang yang gugur dalam Perang Sino-Jepang Pertama, dan kebanyakan korban kecelakaan adalah anak-anak dan lansia. Periode ini pun dijuluki sebagai "Perang Lalu Lintas."
Topi kuning ini pun menjadi sebuah solusi keselamatan yang diinisasi oleh Toshiro Sakashita, kepala bagian lampau lintas di Kantor Polisi Wakayama Barat. Dalam pekerjaannya sehari-hari, Sakashita berdiri di pinggir jalan untuk memperingatkan pengemudi dan menjalankan kegunaan layaknya lampu lampau lintas. Namun, satu petugas polisi tidak cukup untuk menekan nomor kematian akibat kecelakaan lampau lintas. Terlebih anak mini yang sering kali tidak terlihat lantaran berada di posisi titik buta pengemudi.
Dari masalah tersebut, Sakashita mengusulkan buahpikiran kepada Kantor Polisi Wakayama Barat agar anak-anak sekolah dasar mengenakan topi berwarna mencolok. Dengan menempatkan warna terang di bagian kepala (titik tertinggi tubuh anak), maka anak-anak bakal lebih mudah terlihat oleh pengemudi dan lebih mudah dikenali dari kejauhan.
Sakashita kemudian melakukan penelitian yang melibatkan 10,000 anak mini untuk menguji tingkat keterlihatan dari jarak 300 meter terhadap tiga warna topi berbeda, ialah merah, biru, dan kuning. Hasilnya, warna kuning adalah warna yang paling mudah terlihat.
Pada bulan April 1960, Kantor Polisi Wakayama Barat pun mengimbau anak-anak sekolah dasar dan taman kanak-kanak di daerah hukumnya untuk mengenakan topi berwarna kuning. Sejak itu, jumlah korban jiwa akibat kecelakaan lampau lintas di kalangan anak-anak (di bawah usia 15 tahun) mengalami penurunan.
Topi yang Melindungi dari Benturan

Topi kuning yang dipakai anak-anak di Jepang/ Foto: yellowhat.jp
Hingga saat ini, anak-anak TK di Jepang tetap mengenakan topi kuning tersebut, Beauties. Bahkan kini, jenis warnanya semakin beragam dan fungsinya dipoles lagi sehingga dapat memberi perlindungan pada kepala dari tumbukan ringan. Mengutip dari situs Hotto-Anshinbou, topi yang disebut “tsuugaku bōshi” itu telah dilengkapi dengan material peredam tumbukan tiga lapis, tapi tetap ringan dan ringkas sehingga nyaman digunakan anak-anak.
Topi ini bakal melindungi anak dari tumbukan ringan, seperti saat anak berlari dan tanpa sengaja menabrak satu sama lain, ketika anak jatuh dan kepalanya terbentur, alias saat bus berguncang dan kepala terjedot bangku alias jendela. Dengan begitu, anak-anak bisa eksplor dan bermain dengan nyaman dan kondusif ketika mengenakan topi ini.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(dmh/dmh)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.