Kenapa Banyak Orang Menyukai True Crime dan Serial Killer? Ini Kata Psikolog

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 5 menit 511x dilihat
Kenapa Banyak Orang Menyukai True Crime dan Serial Killer? Ini Kata Psikolog

Bagikan Postingan

Kenapa Orang Suka True Crime dan Serial Killer? Ini Penjelasan Psikolog/Foto: Magnific.com/Drazen Zigic

Serial true crime seperti dokumenter kejahatan nyata, kasus pembunuhan, hingga kisah serial killer semakin mudah ditemukan di beragam platform streaming. Tidak sedikit orang yang mulai terobsesi dengan aliran ini lantaran adanya rasa mau tahu, kesukaan pada misteri, ilmu jiwa manusia, hingga dorongan untuk memahami situasi rawan dari jarak yang aman.

Alasan orang menyukai true crime juga berangkaian dengan respons emosional, langkah manusia mengenali ancaman, apalagi proses belajar yang berjalan tanpa disadari. Kalau Anda termasuk orang yang bisa menghabiskan beberapa bagian sekaligus untuk mengetahui siapa pelakunya dan gimana sebuah kasus akhirnya terungkap, yuk simak penjelasan psikolog tentang kesukaan terhadap true crime dan kapan kebiasaan ini perlu dikurangi.

True Crime Bukan Hanya Soal Kekerasan

Alasan seseorang menyukai true crime sering kali berangkaian dengan rasa mau tahu terhadap misteri, ilmu jiwa manusia, dan langkah sebuah kasus dipecahkan.
Misteri dan ilmu jiwa jadi daya tarik serial true crime/Foto: Magnific.com/magnific

Sebagaimana telah dilansir dari WION, banyak orang mungkin mengira daya tarik utama true crime adalah kekerasan yang ditampilkan. Menurut Saikishore, seorang clinical psychologist di Aster Whitefield Hospital, kesukaan terhadap true crime juga muncul lantaran aliran ini menggabungkan misteri, psikologi, dan perilaku manusia.

Penonton diajak mencari tahu kenapa seseorang melakukan kejahatan, gimana polisi memecahkan kasus rumit, serta aspek apa yang dapat mendorong seseorang melakukan tindakan ekstrem. Ada pula aspek pembelajaran yang terjadi secara tidak langsung.

Dr. Megha Agarwal, consultant psychiatrist di Kailash Deepak Hospital, menjelaskan bahwa penonton bisa menyerap info mengenai pola perilaku predator, tanda-tanda peringatan dalam hubungan, hingga proses investigasi secara tidak langsung. Dalam psikologi, proses ini dikenal sebagai incidental learning.

Rasa Penasaran Membuat Emosi Ikut Terpancing

Rasa penasaran juga menjadi argumen seseorang menyukai true crime/Foto: Pexels.com/Vitaly Gariev

True crime biasanya membawa penonton melewati beragam emosi dalam satu cerita. Awalnya mungkin muncul rasa penasaran lantaran mau mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Setelah itu, ketegangan dapat meningkat ketika cerita mengungkap bukti baru, tersangka, alias perincian yang tidak terduga.

Saikishore menjelaskan bahwa rasa mau tahu menjadi salah satu emosi yang paling kuat lantaran penonton mau mengetahui keseluruhan cerita, termasuk apa yang terjadi dan kenapa perihal tersebut bisa terjadi. Menariknya, emosi tersebut tidak berakhir pada rasa takut.

Penonton juga bisa bersimpati kepada korban dan keluarganya. Ketika sebuah kasus akhirnya terpecahkan alias keadilan sukses ditegakkan, rasa lega dan kepuasan pun muncul dalam diri penonton.

Suka Serial Killer Bukan Berarti Punya Sisi Gelap

Orang yang menyukai true crime alias cerita serial killer tidak otomatis menunjukkan dirinya garang alias menikmati kekerasan.
Menyukai serial killer dan true crime tidak berfaedah mempunyai sisi gelap/Foto: Magnific.com/

Salah satu dugaan yang sering muncul adalah orang yang menikmati serial killer pasti mempunyai sisi gelap dalam dirinya. Menurut Saikishore, dugaan tersebut merupakan mitos.

Menikmati true crime tidak berfaedah seseorang garang alias diam-diam menikmati kekerasan. Ketertarikan ini lebih mungkin menunjukkan rasa mau tahu, minat terhadap ilmu jiwa manusia, dan kemauan memahami situasi yang kompleks.

Meski begitu, Dr. Agarwal mengingatkan bahwa penonton yang terlalu sering menyaksikan dokumenter pidana dapat mempunyai rasa percaya diri berlebihan terhadap pengetahuan mereka mengenai perilaku kriminal.

Serial Killer Menarik lantaran Sulit Dipahami

Alasan lain orang menyukai serial killer lantaran berangkaian dengan kemauan manusia memahami perilaku ekstrem yang terasa susah dijelaskan.
Serial killer menarik lantaran susah dipahami/Foto: Pexels.com/cottonbro studio

Serial killer menjadi salah satu tontonan yang paling banyak menarik perhatian dalam aliran true crime lantaran perilakunya terasa bertentangan dengan apa yang dianggap normal dalam kehidupan sosial. Dr. Agarwal menyebut serial killer sebagai sebuah paradoks. Mereka tetap manusia, tetapi melakukan tindakan yang melanggar norma sosial paling mendasar.

Kontradiksi ini membikin manusia terdorong untuk mencari penjelasan mengenai gimana seseorang dapat melakukan tindakan yang begitu ekstrem. Ketertarikan ini berangkaian dengan morbid curiosity, ialah kemauan memahami sisi gelap dari sifat manusia dari jarak yang relatif aman.

Di sisi lain, Saikishore menjelaskan bahwa manusia juga mempunyai sistem memperkuat hidup yang membuat diri lebih memperhatikan potensi ancaman. Ketika unsur ancaman tersebut digabungkan dengan misteri, perhatian semakin mudah terjaga lantaran manusia condong mau menemukan jawaban atas pertanyaan yang belum selesai.

Perempuan Lebih Menyukai Tontonan True Crime

Perbedaan argumen menonton true crime pada wanita dan pria/Foto: Magnific.com/YuliiaKa

Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa wanita mengonsumsi konten true crime dalam tingkat yang lebih tinggi dibandingkan pria. Banyak wanita secara tidak sadar memandang cerita pidana sebagai semacam pelajaran mengenai keselamatan diri. Mereka dapat memperhatikan tanda-tanda peringatan, perilaku korban, maupun situasi yang berpotensi berbahaya.

Sementara itu, laki-laki condong lebih tertarik pada sisi investigasi, seperti pengetahuan forensik dan proses memecahkan misteri. Namun, pola ini bukanlah patokan mutlak. Baik laki-laki maupun wanita tetap menikmati true crime lantaran argumen yang sama, ialah rasa mau memahami perilaku manusia yang tidak biasa.

Kapan Binge-Watching True Crime Mulai Tidak Sehat?

Waktu menonton true crime perlu diperhatikan ketika kebiasaan menonton mulai membikin seseorang cemas, terlalu waspada, susah tidur, alias merasa tidak aman.
Terlalu sering menonton true crime bisa berakibat pada kesejahteraan mental/Foto: Magnific.com/gpointstudio

Salah satu akibat paparan berlebihan terhadap konten kekerasan adalah pengaruhnya terhadap kesejahteraan mental. Dr. Agarwal menjelaskan bahwa otak tidak selalu membikin pemisah yang jelas antara cerita dan ancaman nyata. Karena itu, konsumsi true crime secara berlebihan berpotensi membuat kamu merasa lebih cemas, terlalu waspada, alias takut dalam situasi sehari-hari.

Ada beberapa tanda yang patut diperhatikan. Misalnya, Anda mulai susah tidur setelah menonton, acapkali memeriksa kunci pintu, semakin tidak percaya kepada orang asing, alias merasa tidak kondusif berada di tempat yang sebenarnya biasa saja. Jika sudah memunculkan respons seperti itu, alangkah lebih baik untuk mengambil jarak sejenak dari tontonan true crime alias serial killer.

Berdasarkan penjelasan psikolog di atas, kesukaan ketika Anda menyukai dokumenter pidana alias serial killer dapat muncul lantaran manusia secara alami penasaran terhadap bahaya, misteri, perilaku manusia, dan proses menemukan jawaban. True crime juga memungkinkan Anda mempelajari situasi rawan dari jarak yang aman, sekaligus mengikuti cerita tentang korban, investigasi, dan keadilan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads