Jakarta -
Kesuburan wanita secara alami bakal menurun seiring bertambahnya usia, Bunda. Memasuki usia 35 tahun, kesuburan mulai menurun hingga memengaruhi kesempatan untuk mendapatkan kehamilan.
Melansir dari laman John Hopkins Medicine, kesuburan mulai menurun secara berjenjang sekitar usia 35 tahun, dengan penurunan yang lebih sigap sekitar usia 37 tahun. Perempuan yang mempunyai rahim dilahirkan dengan semua sel telur yang bakal dimiliki tubuhnya sepanjang hidup, yang biasanya berjumlah jutaan pada awalnya.
Seiring bertambahnya usia, baik jumlah maupun kualitas sel telur bakal menurun, sehingga kemungkinan untuk mendapatkan kehamilan menjadi lebih kecil. Pada usia 45 tahun, kehamilan bisa semakin susah terjadi hingga siklus menstruasi secara resmi berhujung dan menopause dimulai.
"Mulai usia 35 tahun ke atas, laju penurunan kualitas dan jumlah sel telur semakin cepat," kata master kandungan dan ginekolog serta peneliti klinis di Imperial College London.
"Namun, laju penurunan tersebut bakal bervariasi dari perseorangan ke individu," sambungnya, dilansir BBC.
Salah satu studi terbesar yang diterbitkan di Europe PMC tahun 2013 menemukan bahwa dari 2.820 wanita di Denmark yang melakukan hubungan seksual setidaknya dua kali seminggu, sukses mengandung dalam 12 siklus menstruasi. Jumlah wanita tersebut dilaporkan 84 persen berumur 25-29 tahun, 88 persen berumur 30-34 tahun, dan 73 persen berumur 35-40 tahun.
Studi lain di jurnal Obstetrics & Gynecology tahun 2004 menemukan bahwa, dari wanita berumur akhir 30-an yang belum mengandung setelah satu tahun mencoba, lebih dari setengahnya tetap mengandung secara alami setelah dua tahun kemudian, andaikan mempunyai pasangannya lebih muda. Tapi jika pasangannya berumur 40 tahun, tingkat keberhasilannya hanya berkisar 43 persen.
Faktor usia memengaruhi kesuburan
Dikutip dari Healthline, wanita terlahir dengan seluruh jumlah sel telur yang bakal mereka miliki seumur hidup, ialah sekitar dua juta sel telur. Jumlah sel telur bakal berkurang secara berjenjang seiring berjalannya waktu.
Pada usia 37 tahun, wanita bakal mempunyai sisa sekitar 25.000 sel telur. Pada usia 51 tahun, jumlahnya tinggal 1.000 sel telur.
"Angka tersebut mungkin terdengar tetap banyak, namun kualitas sel telur juga menurun seiring bertambahnya usia," ungkap master Holly Ernst, PA-C.
Ya, kualitas sel telur juga penting. Seiring bertambahnya usia, proporsi sel telur abnormal yang tersisa bakal semakin tinggi, Bunda.
"Seiring bertambahnya usia, wanita mempunyai lebih sedikit sel telur, dan kualitas sel telur juga menurun. Jadi, lebih susah untuk mengandung secara alami, dan apalagi ketika menjalani perawatan kesuburan, tingkat keberhasilan secara keseluruhan mungkin lebih rendah, dibandingkan jika wanita melakukannya saat tetap muda,"
Di usia yang sudah tua, seorang wanita juga berisiko mengalami beberapa kondisi medis yang dapat memengaruhi kesuburan, seperti endometriosis dan penyakit saluran tuba. Akibat faktor-faktor tersebut, kesuburan mulai menurun secara berjenjang pada usia sekitar 32 tahun. Mulai usia 35 hingga 37 tahun, tingkat kesuburan mulai menurun lebih cepat.
Risiko lainnya adalah keguguran. Banyak wanita di usia lanjut yang sukses mengandung namun tidak memperkuat hingga mengalami keguguran.
"Hal lain yang terjadi di akhir usia 30-an adalah kromosom X menjadi semakin tidak stabil. Itulah sebabnya ada peningkatan akibat kelainan kromosom, seperti sindrom Down. Jadi, banyak kehamilan bakal berhujung dengan keguguran," kata guru besar dari University of Copenhagen, Anja Bisgaard Pinborg.
Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal BMJ tahun 2020 melibatkan lebih dari 1,2 juta kehamilan menemukan bahwa akibat keguguran sekitar 10 persen pada wanita berumur 20 hingga 24 tahun, tetapi mulai meningkat lebih tajam mendekati usia 35 tahun, ialah lebih dari 20 persen. Pada usia 42 tahun, lebih dari separuh kehamilan yang direncanakan mengalami keguguran.
Menjalani kehamilan setelah usia 35 tahun
Kehamilan tetap bisa terjadi setelah usia 35 tahun. Namun, terdapat faktor-faktor akibat tambahan yang mengenai dengan kehamilan di usia lebih lanjut, selain keguguran. Berikut faktor-faktornya:
- Diabetes gestasional
- Kelainan kromosom janin, seperti sindrom Down
- Persalinan caesar
- Kelahiran prematur
- Kematian janin dalam kandungan.
Meski terdapat risiko, kehamilan di usia lanjut juga bisa bermanfaat, Bunda. Studi menunjukkan bahwa orang yang melahirkan di usia lebih tua condong hidup lebih lama.
Mereka juga condong mempunyai pendapatan dan pendidikan yang lebih tinggi daripada orang tua yang lebih muda, sehingga memungkinkan mereka untuk memberikan lebih banyak kesempatan kepada anak-anak di tahap awal perkembangan.
Demikian penyebab kesuburan menurun setelah usia 35 tahun. Semoga info ini berfaedah ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·