Beauties, pernah lihat orang Jepang membungkuk saat menyapa? Mungkin Anda langsung berpikir, “Kenapa kudu membungkuk segala?”
Ternyata, aktivitas ini bukan sekadar kebiasaan. Orang Jepang sering membungkuk sebagai langkah untuk menunjukkan rasa hormat, terima kasih, meminta maaf, hingga menyapa orang lain. Dilansir dariJapan Wanderlust, membungkuk apalagi menjadi salah satu gestur paling dasar dalam etika Jepang.
Mengapa Orang Jepang Sering Membungkuk?

Alasan Orang Jepang Sulit Membungkuk/Foto: Magnific
Coba perhatikan saat seseorang menyapa temannya di Jepang. Tidak selalu ada jabat tangan alias pelukan. Anggukan mini saja sudah bisa menjadi corak salam.
Dalam situasi yang lebih formal, gerakannya tentu berbeda. Misalnya saat berjumpa pelanggan, atasan, alias orang yang lebih senior.
Semakin dalam membungkuk, biasanya semakin tinggi tingkat penghormatan yang mau ditunjukkan. Gerakan ini juga bisa menjadi semacam tone marker dalam komunikasi.
Ada beberapa makna yang bisa disampaikan lewat ojigi (membungkuk dalam bahasa Jepang). Mulai dari menyapa, berterima kasih, meminta maaf, sampai menunjukkan kerendahan hati.
Budaya ini juga berangkaian dengan reigi (tata krama alias etika). Karena itu, membungkuk bukan sekadar aktivitas tubuh.
Buat wisatawan, Anda sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir. Membungkuk ringan alias mengangguk mini biasanya sudah cukup sopan. Kamu juga bisa membalas ketika seseorang membungkuk kepadamu.
Sejarah Membungkuk di Jepang

Sejarah Membungkuk di Jepang/Foto: Magnific
Ternyata, budaya membungkuk di Jepang sudah ada sejak beratus-ratus tahun lalu. Menurut sumber Japan Wanderlust, praktik ini berkembang sejak periode Asuka sekitar 538–710 Masehi.
Pada masa tersebut, para biksu Buddha membawa ritual membungkuk dari Tiongkok dan Korea. Awalnya, aktivitas tersebut berangkaian dengan penghormatan dalam praktik keagamaan.
Memasuki periode Nara dan Heian, sekitar 710–1185, penggunaannya mulai meluas. Membungkuk kemudian menjadi bagian dari protokol sosial.
Pada periode Kamakura, budaya samurai membikin patokan membungkuk semakin terstruktur. Gerakannya mulai menunjukkan hubungan jenjang dan posisi sosial.
Aturan tersebut semakin ketat pada periode Edo, ialah 1603–1868. Ada tiga tingkat membungkuk yang digunakan untuk menunjukkan perbedaan status sosial.
Masyarakat juga menggunakan gestur berbeda saat berhadapan dengan orang yang sederajat, atasan, hingga penguasa feodal. Tradisi tersebut kemudian tetap memperkuat setelah Jepang memasuki era Meiji.
Kini, bentuknya memang lebih sederhana. Namun, kegunaan dasarnya tetap sama, ialah menunjukkan rasa hormat, terima kasih, permintaan maaf, dan salam.
Jenis dan Aturan Membungkuk Ala Orang Jepang

Jenis dan Aturan Ojigi/Foto: Magnific
Nah, bagian ini yang sering bikin pengunjung bingung. Memangnya membungkuk ada tingkatannya? Jawabannya ada, ya, Beauties! Dilansir dari Japan Wanderlust ada tiga jenis utama:
1. Eshaku — sekitar 15 derajat
Ini merupakan corak membungkuk yang paling santai. Biasanya digunakan saat menyapa kenalan alias dalam hubungan sehari-hari.
2. Keirei — sekitar 30 derajat
Gerakan ini lebih formal. Keirei umum digunakan dalam situasi bisnis, perkenalan resmi, alias saat berbincang dengan orang yang lebih senior.
3. Saikeirei — sekitar 45 derajat
Ini merupakan corak membungkuk yang paling dalam di antara ketiganya. Biasanya digunakan untuk menunjukkan rasa hormat yang sangat tinggi, permintaan maaf serius, alias rasa terima kasih yang mendalam.
Jadi, jangan asal membungkuk sedalam-dalamnya, ya. Situasi menentukan jenis ojigi yang tepat.
Apakah Ada Perbedaan untuk Perempuan dan Pria?

Perbedaan Ojigi/Foto: Magnific
Ternyata, ada juga perbedaan tradisional antara langkah wanita dan laki-laki melakukan ojigi. Perbedaannya terutama terlihat dari posisi tangan dan kaki.
Perempuan secara tradisional meletakkan kedua tangan di depan tubuh alias di sekitar paha. Laki-laki biasanya membiarkan kedua tangan berada di samping tubuh.
Posisi kaki juga berbeda. Perempuan condong berdiri dengan kaki lebih rapat. Sementara itu, pria biasanya berdiri dengan kaki selebar bahu.
Dalam tradisi lama, wanita juga dapat membungkuk sedikit lebih dalam untuk menunjukkan tingkat penghormatan yang sama.
Namun, patokan tersebut sekarang mulai berubah. Dalam lingkungan ahli modern, banyak tempat menggunakan standar membungkuk yang sama untuk pria dan perempuan.
Jadi, jika suatu saat Anda berjamu ke Jepang, tidak perlu takut salah gerakan. Perhatikan situasinya, ikuti gestur orang lain, lampau balas dengan membungkuk secara natural.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)