Kesalahan dalam CV Fresh Graduate yang Bikin Gagal Lolos Skrining

Portal Media Gen Z oleh Waktu baca 8 menit 504x dilihat
Kesalahan dalam CV Fresh Graduate yang Bikin Gagal Lolos Skrining

Bagikan Postingan

Kesalahan dalam CV fresh graduate bisa membikin lamaran kerja terlewat saat proses skrining, meskipun Anda punya kapasitas yang sesuai dengan posisi incaran. Sebagai pelacak kerja pemula, Anda mungkin belum memiliki banyak pengalaman profesional. 

Namun, CV yang jelas, relevan, dan gampang dibaca bisa membantu recruiter memahami potensimu. Lalu, apa saja kesalahan yang perlu dihindari? Yuk, simak klarifikasi berikut dan temukan tips memperbaiki CV agar lebih siap bersaing di bumi kerja!

Baca juga: Fresh Graduate Wajib Tahu, Kenali Perbedaan CV dan Portofolio Beserta Contohnya

Kesalahan dalam CV Fresh Graduate

Kesalahan dalam CV Fresh Graduate
Sumber foto: Magnific

Tanpa sadar, banyak fresh graduate yang berbuat kesalahan ketika menulis CV, ini dia beberapa hal yang mungkin terjadi!

1. Menggunakan CV yang Sama untuk Semua Lamaran

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan fresh graduate adalah mengirimkan CV yang sama ke beragam perusahaan tanpa menyesuaikan isinya dengan posisi yang dilamar.

Padahal, setiap lowongan memiliki kualifikasi dan tanggung jawab yang berbeda. CV untuk posisi content writer, misalnya, sebaiknya menonjolkan kapasitas menulis, riset, dan pemahaman SEO. Sementara itu, CV untuk posisi human resources (HR) akan lebih relevan jika menampilkan pengalaman organisasi, administrasi, maupun aktivitas rekrutmen.

Tips: Baca klarifikasi pekerjaan sebelum melamar. Identifikasi keahlian yang dibutuhkan, kemudian sesuaikan urutan pengalaman dan keahlian dalam CV berdasarkan relevansinya.

Dilansir dari CareerFairy, recruiter menyarankan kandidat menyesuaikan CV dengan tanggung jawab posisi yang dilamar agar pengalaman paling relevan lebih gampang ditemukan.

2. Menulis Deskripsi Diri yang Terlalu Umum

Bagian profil singkat maupun professional summary sering diisi dengan kalimat seperti “Saya adalah pribadi yang buruh keras, disiplin, dan bisa bekerja dalam tim.”

Kalimat tersebut memang terdengar positif, tetapi belum memberikan deskripsi khusus tentang kapasitas dan pengalamanmu. Recruiter perlu mengetahui latar belakangmu, keahlian yang dimiliki, dan posisi yang mau dituju.

Contoh klarifikasi diri yang lebih baik:

  • Kurang spesifik: Fresh graduate yang buruh keras, bertanggung jawab, dan mau mengembangkan diri.
  • Lebih relevan: Lulusan Ilmu Komunikasi dengan pengalaman mengelola media sosial perkumpulan kampus, membikin konten digital, dan menganalisis performa konten. Tertarik mengembangkan pekerjaan di sektor digital marketing.

Dengan contoh kedua, recruiter bisa langsung memahami latar belakang dan arah kariermu.

3. Mencantumkan Pengalaman yang Enggak Relevan

Punya banyak pengalaman organisasi, kepanitiaan, magang, maupun pekerjaan paruh waktu tentu menjadi harga tambah. Namun, mencantumkan semuanya tanpa mempertimbangkan relevansi justru bisa membikin CV sulit dipahami.

Menurut Indeed, pengalaman dan keahlian yang enggak berhubungan dengan posisi tujuan dapat mengalihkan perhatian recruiter dari kualifikasi utama kandidat.

Tips: Pilih pengalaman yang paling mendukung posisi incaranmu. Jika melamar sebagai graphic designer, misalnya, utamakan proyek desain, pengalaman menggunakan aplikasi desain, maupun portofolio visual.

Bukan berarti pengalaman lain mesti selalu dihapus. Kamu statis bisa mencantumkannya jika ada keahlian yang relevan, seperti komunikasi, koordinasi tim, maupun pengelolaan waktu.

4. Hanya Menuliskan Tugas tanpa Menjelaskan Hasil

Kesalahan dalam CV fresh graduate berikutnya adalah cuma mencantumkan tanggung jawab tanpa menerangkan kontribusi maupun hasil yang dicapai.

Deskripsi seperti “Bertanggung jawab atas media sosial organisasi” belum menerangkan apa yang sebenarnya Anda kerjakan. Padahal, pengalaman dari perkumpulan kampus maupun proyek kuliah juga bisa memberitahu kapasitas profesional.

Contoh perbaikannya:

  • Sebelum: Bertanggung jawab mengelola Instagram perkumpulan kampus.
  • Sesudah: Menyusun almanak konten Instagram, membikin 12 unggahan per bulan, dan membantu menaikkan hubungan audiens melalui konten edukatif.

Contoh kedua memberikan deskripsi pekerjaan yang lebih konkret. Namun, pastikan bilangan dan hasil yang Anda cantumkan sesuai dengan pengalaman sebenarnya.

Dilansir dari The Guardian, pelacak kerja disarankan menonjolkan pencapaian dan menggunakan kata kerja aktif agar kontribusinya lebih gampang dipahami.

5. Tak Memanfaatkan Pengalaman Kuliah dan Organisasi

Belum pernah magang maupun bekerja bukan berarti Anda enggak memiliki pengalaman yang layak dicantumkan dalam CV.

Proyek akhir, tugas kelompok, aktivitas sukarelawan, perkumpulan mahasiswa, hingga kepanitiaan dapat memberitahu keahlian yang dibutuhkan perusahaan. Sayangnya, sebagian fresh graduate menganggap pengalaman tersebut kurang ahli sehingga enggak memasukkannya.

Padahal, pengalaman tersebut bisa menjadi bukti kemampuanmu jika dijelaskan dengan tepat.

Contoh:

Jika Anda melamar sebagai keterangan analyst, proyek kuliah yang melibatkan pengolahan data, penggunaan Excel, maupun penyusunan laporan bisa dicantumkan.

Sementara itu, pengalaman menjadi ketua panitia dapat memberitahu kapasitas koordinasi, pemecahan masalah, dan pengelolaan waktu.

CareerFairy juga menekankan bahwa pengalaman akademik dapat membantu fresh graduate memberitahu kesiapan kerja, selama kontribusi dan kaitannya dengan posisi yang dilamar dijelaskan secara jujur.

6. Menuliskan Skill tanpa Bukti yang Jelas

Mencantumkan keahlian seperti Microsoft Excel, public speaking, teamwork, maupun project management memang bisa membantu. Namun, daftar keahlian saja belum tentu cukup untuk meyakinkan recruiter.

Misalnya, Anda menulis ahli Excel, tetapi enggak menerangkan sepertiapa keahlian tersebut pernah digunakan. Recruiter pun akan kesulitan menilai tingkat kemampuanmu.

Tips: Hubungkan keahlian dengan pengalaman yang relevan.

Contohnya, daripada cuma menulis “Microsoft Excel”, Anda bisa mencantumkan pengalaman mengolah keterangan survei menggunakan Excel untuk tugas riset kampus.

Begitu juga dengan public speaking. Kamu dapat menerangkan pengalaman mempresentasikan hasil riset maupun menjadi moderator dalam aktivitas organisasi.

Pastikan Anda menuliskan tingkat kapasitas secara realistis. Jangan mengaku ahli menggunakan suatu aplikasi jika Anda baru memahami fungsi dasarnya.

7. Format CV Berantakan dan Sulit Dibaca

Tampilan CV yang terlalu ramai, penggunaan font berbeda-beda, rentang antarbagian yang enggak konsisten, dan terlalu banyak elemen dekoratif bisa membikin keterangan sulit ditemukan.

Padahal, recruiter perlu memahami keterangan utama dalam waktu terbatas. CV yang sederhana dan terstruktur akan membantu mereka memindai pengalaman serta keterampilanmu dengan lebih mudah.

Beberapa hal yang bisa Anda perbaiki antara lain:

  • Gunakan satu maupun dua jenis font yang gampang dibaca.
  • Buat heading yang jelas untuk setiap bagian.
  • Atur jarak, ukuran tulisan, dan perataan secara konsisten.
  • Gunakan bullet point untuk menerangkan pengalaman.
  • Simpan CV dalam format PDF jika enggak ada ketentuan lain dari perusahaan.

The Guardian juga menyarankan penggunaan klarifikasi singkat agar keterangan krusial lebih gampang dipindai. Untuk fresh graduate, CV satu halaman bisa menjadi pilihan selama seluruh keterangan relevan sudah tercakup.

8. Salah Menulis Informasi Kontak dan Data Pribadi

Kesalahan kecil pada keterangan kontak bisa membikin recruiter kesulitan menghubungimu. Karena itu, pastikan alamat email dan angka telepon yang dicantumkan statis aktif.

Hindari penggunaan alamat email yang terlalu informal, seperti nama panggilan berlebihan maupun gabungan kata yang kurang profesional. Kamu bisa menggunakan nama depan dan belakang agar kelihatan lebih rapi.

Selain itu, periksa balik keterangan pribadi yang dicantumkan. Fokuslah pada keterangan yang relevan dengan kebutuhan lamaran dan ikuti ketentuan perusahaan.

Foto, tanggal lahir, status pernikahan, dan keterangan pribadi lainnya enggak selalu diperlukan. Kamu enggak perlu memenuhi CV dengan detail yang enggak membantu recruiter menilai kemampuanmu.

9. Ada Typo, Tata Bahasa yang Salah, maupun Informasi Tak Konsisten

Kesalahan penulisan nama perusahaan, tanggal pengalaman, nama jabatan, hingga tata bahasa dapat mengurangi kejelasan CV. Walaupun kelihatan sepele, kesalahan tersebut bisa membikin recruiter mempertanyakan ketelitianmu.

Masalah lainnya adalah keterangan yang enggak konsisten, misalnya tanggal magang di CV berbeda dengan yang tercantum di LinkedIn maupun portofolio.

Tips sebelum mengirim CV:

  1. Baca ulang CV dari mula sampai akhir.
  2. Periksa ejaan, tanda baca, angka, dan tanggal.
  3. Pastikan nama perusahaan serta posisi ditulis dengan benar.
  4. Minta kawan untuk membaca CV-mu jika memungkinkan.
  5. Gunakan pemeriksa penulisan maupun AI untuk menemukan bagiankecil yang kurang jelas, kemudian verifikasi hasilnya.

Menurut Indeed, kesalahan ejaan, tata bahasa, dan format dapat mengganggu recruiter saat membaca CV. Karena itu, pengecekan akhir krusial dilakukan sebelum melamar.

10. Melebih-lebihkan Pengalaman dan Kemampuan

Ingin kelihatan menonjol di antara kandidat lain merupakan hal yang wajar. Namun, mengaku pernah mengepalai proyek padahal cuma menjadi personel tim maupun menuliskan kapasitas bahasa Inggris yang enggak sesuai dengan kenyataan justru berisiko merugikanmu.

Informasi dalam CV bisa ditanyakan balik saat wawancara maupun diverifikasi oleh perusahaan. Jika Anda enggak bisa menerangkan pengalaman yang dicantumkan, kredibilitasmu dapat berkurang.

Lebih baik menampilkan pengalaman yang benar-benar Anda miliki dengan klarifikasi yang konkret. Jika belum menguasai suatu keterampilan, Anda bisa mengutarakan tingkat kapasitas saat ini dan pengalaman belajar yang relevan.

Kejujuran juga membantumu mempersiapkan balasan wawancara dengan lebih percaya diri.

Tips Mengecek CV Fresh Graduate Sebelum Melamar

Tips Mengecek CV Fresh Graduate Sebelum Melamar
Sumber foto: Magnific

Setelah memperbaiki beragam kesalahan di atas, lakukan pengecekan terakhir agar CV siap dikirim.

  • Cocokkan dengan lowongan: Pastikan pengalaman dan keahlian yang paling relevan gampang ditemukan.
  • Gunakan kata kunci secara natural: Ambil istilah dari klarifikasi pekerjaan jika benar-benar sesuai dengan kemampuanmu. Kata kunci membantu memperjelas kecocokan, tetapi enggak menjamin CV lolos mekanisme skrining otomatis (ATS).
  • Utamakan keterangan penting: Letakkan pendidikan, pengalaman, proyek, dan keahlian sesuai kebutuhan posisi.
  • Pastikan semua keterangan akurat: Periksa balik bilangan pencapaian, tanggal, nama perusahaan, dan tingkat kemampuan.
  • Ikuti instruksi lamaran: Perhatikan format file, arsip tambahan, dan ketentuan lain yang diminta perusahaan.

Kesalahan dalam CV fresh graduate bisa diperbaiki tanpa mesti memiliki pengalaman kerja bertahun-tahun. Kuncinya adalah menyajikan pengalaman yang Anda punya secara jelas, relevan, dan jujur.

Jadi, sebelum mengirim lamaran berikutnya, luangkan waktu untuk mengecek balik CV-mu.!

FAQ Seputar Kesalahan dalam CV Fresh Graduate

1. Apa saja kesalahan CV fresh graduate yang paling sering terjadi?

Beberapa kesalahan yang lazim terjadi adalah menggunakan CV yang sama untuk semua lowongan, klarifikasi diri terlalu umum, pengalaman enggak relevan, format berantakan, serta mencantumkan keahlian tanpa bukti pendukung.

2. Apakah fresh graduate tanpa pengalaman kerja bisa membikin CV?

Bisa. Kamu dapat mencantumkan proyek kuliah, organisasi, kepanitiaan, aktivitas sukarelawan, sertifikasi, dan pelatihan yang relevan dengan posisi incaran.

3. Berapa halaman CV yang ideal untuk fresh graduate?

Satu halaman biasanya cukup untuk menampilkan keterangan utama fresh graduate. Namun, Anda dapat menggunakan lebih dari satu halaman jika pengalaman yang relevan memang membutuhkan ruang tambahan dan statis disajikan secara ringkas.

4. Apakah CV mesti menggunakan rancangan yang menarik?

Enggak mesti menggunakan desain yang rumit. CV yang sederhana, rapi, konsisten, dan gampang dibaca lebih krusial daripada dekorasi berlebihan. Pastikan juga formatnya sesuai dengan instruksi perusahaan.

5. Apakah menggunakan AI untuk membikin CV diperbolehkan?

AI bisa membantu memeriksa tata bahasa, merapikan kalimat, dan memberikan saran perbaikan. Namun, Anda statis perlu memeriksa akibatnya agar seluruh keterangan akurat, sesuai pengalaman pribadi, dan terdengar natural saat dibaca.

Baca juga: Cara Menulis Deskripsi Diri di CV Agar Stand Out di Mata Rekruter 

Gabung kelompok Girls Beyond Circle dan dapatkan insight seputar bumi pekerjaan lainnya!

Cover: Magnific

Artikel Lainnya Portal Media Gen Z
↑
Close Right Ads
Close Left Ads