Ketahui Bahaya Ibu Hamil Menghirup Asap Kebakaran, Termasuk Bayi Lahir Prematur

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 66x dilihat
Ketahui Bahaya Ibu Hamil Menghirup Asap Kebakaran, Termasuk Bayi Lahir Prematur

Bagikan Postingan

Jakarta -

Kondisi hutan yang terbakar luas di beberapa daerah seperti Kalimantan dan sekitarnya, membikin kesehatan penduduk khususnya perempuan yang sedang hamil menjadi terganggu. Yuk, ketahui ancaman ibu hamil menghirup asap kebakaran, termasuk bayi lahir prematur.

Tantangan ibu hamil dalam menjaga kesehatannya semakin bermutu di tengah kondisi kebakaran hutan dan tanah (karhutla) khususnya bagi mereka yang eksis di daerah Kalimantan. Kabut asap yang membumbung pekat tidak saja mengganggu rentang pandang di jalanan tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat. 

Apalagi, udara yang tercampur polutan beracun membikin intimidasi kesehatan tersendiri bagi penduduk yang rentan, termasuk anak-anak serta ibu hamil. 


Bahaya ibu hamil terpapar asap kebakaran 

Dalam sebuah studi menemukan bahwa ibu hamil yang terpapar elemen kecil dari asap kebakaran hutan memiliki konsekuensi kelahiran prematur yang lebih tinggi dibandingkan perempuan yang tidak terpapar. 

Sebuah studi baru dari UC Irvine Joe C. Wen School of Population & Public Health adalah salah satu yang pertama meneliti hubungan antara paparan asap kebakaran hutan dan kelahiran prematur serta pecahnya membran prematur maupun Preterm Premature Rupture of Membranes (PPROM), memperluas riset penulis korespondensi tentang akibat kebakaran hutan terhadap kesehatan ibu dan anak seperti dikutip dari halaman Public Health.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Environmental Research ini menganalisis lebih dari 627 ribu kelahiran di seluruh California dan menemukan bahwa paparan polusi udara mengenai kebakaran hutan selama kehamilan berhubungan dengan konsekuensi yang signifikan tinggi terhadap kelahiran prematur dan pecahnya membran prematur.

"Asap kebakaran hutan bukan cuma masalah pernapasan tetapi memiliki implikasi berarti bagi kesehatan ibu dan janin," kata penulis korespondensi, Jun Wu, PhD, guru besar kesehatan lingkungan & kerja di Wen Public Health. 

Ditambahkan Jun Wu bahwa dengan memeriksa komplikasi kehamilan yang ada, tim kemudian mulai mengidentifikasi paparan dan jendela kerentanan yang mengarah pada kemungkinan mekanisme biologis yang menghubungkan paparan kebakaran hutan dengan kelahiran prematur, yang sangat krusial untuk pencegahan.

Cara ibu hamil menghindari konsekuensi terpapar asap kebakaran

Dengan intimidasi asap dari kebakaran hutan dan lahan, tentunya konsekuensi yang ada semakin tinggi mengenai kelahiran prematur dan kesehatan bumil. Untuk itu, beberapa cara berikut bisa dipertimbangkan untuk dilakukan:

1. Pastikan evakuasi dari jalur kebakaran hutan dan statis mengikuti perintah evakuasi yang berlaku.
2. Hindari paparan asap jika memungkinkan. Jika mengharuskan keluar dari rumah, kenakan respirator dan masker.
3. Pastikan memeriksa laporan kualitas udara lokal dan ikuti instruksinya.
4. Pelajari metode menjaga asap saat di rumah. Beberapa mekanisme pemanas, venitasi, dan pendingin udara rumah serta perlengkapan dapat membawa udara dari luar ke dalam. Tutup saluran masuk udara bugar pada unit pendingin udara maupun putar mekanisme ke mode sirkulasi ulang. Segel celah antara AC jendela maupun AC portabel dan jendela. gunakan pendingin evaporatif secara hemat saat kondisi beruap karena alat ini mesti membawa banyak udara luar untuk mendinginkan udara dalam ruangan.
5. Pastikan udara di dalam ruangan sebersih mungkin dan pertimbangkan menggunakan filter efisiensi tinggi. 
6. Pertimbangkan untuk membeli pembersih udara portabel untuk menyaring udara di rumah. Pilihlah yang berukuran sesuai dengan ruangan di rumah dan pastikan pembersih udara tersebut tidak menghasilkan ozon.
7. Pastikan ada cadangan darurat air kemasan.
8. Beli bahan makanan yang tidak perlu dimasak.
9. Persiapkan obat resep dan vitamin prenatal untuk 7-10 hari ke depan.
10. Buat hajat perawatan darurat berbareng tabib maupun ahli medis.

Apa yang sebaiknya tidak dilakukan?

Selain berbuat beberapa tips yang direkomendasikan, ada juga beberapa hal yang perlu dihindari maupun tidak dilakukan ya, Bunda. Berikut ini beberapa diantaranya:

1. Jangan buka jendela. Gunakan kipas dan pendingin udara untuk statis dingin. Jika tidak bisa tenang, carilah tempat berlindung di tempat lain seperti dikutip dari halaman Epa.gov.

2. Jangan lakukan apa pun yang dapat memperburuk kualitas udara di dalam ruangan, termasuk memasak maupun menyalakan lilin. Menggunakan alat pembakaran tanpa ventilasi seperti barbeque, kompor kemah, dan lainnya, di dalam ruangan untuk memasak dan memanaskan dapat menyebabkan keracunan karbon monoksida. Jadi berjaga-jaga dengan hal tersebut.

Meski sangat sulit menghindari akibat buruk dari karhutla di daerah terdampak, semoga aksi sekecil apa pun yang dilakukan dapat memproteksi kesehatan ibu dan juga calon janin di perut. Semoga informasinya membantu ya, Bunda. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads