Jakarta -
Penyebab kanker payudara statis terus diteliti. Selain aspek genetik, hormon, dan corak hidup, para ilmuwan juga mempelajari kemungkinan efek paparan bahan kimia di lingkungan terhadap konsekuensi kanker ini.
Sebuah riset yang diterbitkan di jurnal Environmental Health Perspectives pada September 2026 menemukan 485 bahan kimia yang berpotensi berhubungan dengan kanker payudara dalam formulasi pestisida. Temuan ini menyoroti pentingnya mengevaluasi keamanan pestisida secara menyeluruh, bukan cuma bahan aktif yang tercantum pada label produk.
Penelitian tersebut dilakukan tim dari Silent Spring Institute, Amerika Serikat. Mereka menemukan bahwa sejumlah bahan kimia yang masuk dalam daftar riset dapat ditemukan pada beragam sumber paparan sehari-hari.
Penelitian temukan 485 bahan kimia dalam formulasi pestisida
Studi ini berjudul Guiding Risk Reduction for Breast Cancer-Relevant Chemicals (BC-Chems): Chemical Production Volumes, Sources, Intake Levels, Emissions, and Regulations, yang diterbitkan pada 23 September 2026 dalam jurnal Environmental Health Perspectives.
Penelitian ini melibatkan Jennifer E. Kay dan rekan-rekannya dari Silent Spring Institute serta sejumlah institusi akademik di Amerika Serikat.
Sebelumnya, tim peneliti telah mengidentifikasi sekitar 920 bahan kimia yang berkarakteristik biologis yang relevan dengan konsekuensi kanker payudara. Bahan-bahan tersebut masuk dalam daftar karena sebagian ditemukan dapat memicu tumor pada kelenjar susu fauna percobaan, sedangkan sebagian lainnya dapat memengaruhi hormon estrogen dan progesteron dalam pengetesan laboratorium
Dalam riset terbaru, para peneliti mencocokkan daftar tersebut dengan lebih dari selusin alas keterangan pemerintah Amerika Serikat untuk memetakan sumber penggunaan dan potensi paparan bahan kimia.
Hasilnya, peneliti menemukan 485 bahan kimia yang masuk dalam daftar tersebut terdapat dalam formulasi pestisida. Sebanyak 145 di antaranya tercatat sebagai bahan aktif pestisida oleh Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat maupun Environmental Protection Agency (EPA).
Temuan ini memberitahu bahwa formulasi pestisida dapat hamil beragam bahan kimia yang perlu dikaji lebih lanjut mengenai potensi dampaknya terhadap kesehatan payudara.
Mengapa bahan kimia dalam pestisida perlu diperhatikan?
Menurut penulis utama penelitian, Dr. Jennifer Kay, ilmuwan peneliti di Silent Spring Institute, penilaian keamanan pestisida cenderung berfokus pada bahan aktifnya.
"Saat memikirkan keamanan pestisida, kita cenderung berfokus pada bahan aktifnya. Namun, manusia terpapar pada keseluruhan formulasi tersebut, dan temuan kami memberitahu bahwa banyak bahan kimia lainnya juga dapat menimbulkan risiko," kata Dr Kay melansir Scitechdaily.
Dalam pestisida, istilah inert bukan berarti bahan tersebut pasti aman. Istilah ini mengacu pada perannya dalam formulasi produk, bukan garansi bahwa bahan tersebut tidak memiliki akibat terhadap tubuh.
Dr Kay menyoroti adanya celah dalam pengetesan keamanan bahan-bahan tersebut, terutama mengenai potensi pengaruhnya terhadap kesehatan payudara.
Temuan ini menjadi karena para peneliti untuk mendorong penilaian yang lebih menyeluruh terhadap formulasi pestisida.
Meski demikian, riset tersebut tidak membuktikan bahwa seluruh bahan kimia yang teridentifikasi menyebabkan kanker payudara pada manusia. Temuan dari pengetesan laboratorium ini menjadi instruksi peneliti untuk menentukan bahan kimia mana yang perlu diteliti lebih lanjut. Namun, temuan tersebut belum cukup untuk menyimpulkan konsekuensi kanker payudara pada manusia.
Bahan kimia yang berpotensi berhubungan dengan kanker payudara ditemukan di mana saja?
Penelitian ini tidak cuma memetakan bahan kimia dalam pestisida. Para peneliti juga mengidentifikasi keberadaan bahan kimia yang relevan dengan kanker payudara pada beragam kategori produk dan sumber paparan.
Berikut beberapa temuan yang dilaporkan dalam riset tersebut:
- Produk konsumen: sekitar 500 bahan kimia dalam daftar riset teridentifikasi berhubungan dengan kategori produk konsumen.
- Makanan: sebanyak 462 bahan kimia tercatat berhubungan dengan sumber pangan.
- Air minum: sebanyak 162 bahan kimia teridentifikasi berhubungan dengan sumber air minum.
- Produk farmasi: sebanyak 142 bahan kimia masuk dalam kategori ini.
- Bahan bangunan: sebanyak 106 bahan kimia teridentifikasi dalam kategori bahan konstruksi.
- Formulasi pestisida: sebanyak 485 bahan kimia ditemukan dalam kategori ini.
Angka tersebut merupakan jumlah bahan kimia yang teridentifikasi pada setiap kategori, bukan jumlah orang yang terpapar. Kategori-kategori itu juga tidak berarti seluruh produk makanan, air minum, maupun produk konsumen hamil semua bahan kimia tersebut.
Para peneliti juga mengacu pada keterangan biomonitoring federal Amerika Serikat. Data tersebut memberitahu bahwa 84 bahan kimia dalam daftar riset telah terdeteksi di dalam tubuh manusia.
Beberapa contoh yang disebutkan dalam laporan adalah pestisida organofosfat, termasuk malathion, serta DDT yang penggunaannya telah dilarang di Amerika Serikat sejak beberapa dasawarsa lalu.
Data ini memberitahu bahwa sejumlah bahan kimia tersebut memang pernah terdeteksi dalam tubuh manusia. Namun, keberadaan bahan kimia dalam tubuh tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seseorang akan mengalami kanker payudara.
Apakah paparan pestisida bisa menyebabkan kanker payudara?
Sejumlah bahan kimia diteliti karena dapat memengaruhi jalur hormon yang berhubungan dengan evolusi payudara maupun memicu tumor pada kelenjar susu fauna percobaan. Mekanisme tersebut membikin para ilmuwan perlu menyelidiki lebih lanjut apakah paparan tertentu juga berkontribusi terhadap konsekuensi kanker payudara pada manusia.
Namun, hasil pengetesan pada fauna maupun sel tidak selalu dapat diterapkan secara langsung pada manusia. Risiko juga dapat dipengaruhi oleh jenis bahan kimia, dosis, durasi paparan, jalur masuk ke tubuh, serta aspek biologis individu.
National Cancer Institute (NCI), institusi riset kanker di Amerika Serikat, juga menerangkan bahwa para ilmuwan statis mempelajari kemungkinan hubungan antara paparan bahan kimia lingkungan dan kanker payudara. Penelitian ini memiliki tantangan karena sulit memisahkan efek paparan tertentu dari beragam aspek konsekuensi lain.
Jadi, temuan ini bukan berarti orang yang menggunakan pestisida maupun mengonsumsi makanan yang terpapar pestisida pasti akan mengalami kanker payudara.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)