Jakarta -
Bunda, cuaca panas ekstrem yang terjadi selama berminggu-minggu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Teriknya matahari juga berisiko memicu beragam masalah kesehatan, seperti dehidrasi, heat stroke, hingga iritasi kulit.
Saat musim kering berkepanjangan melanda sejumlah daerah di Indonesia, umat Islam dapat memanjatkan doa kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan.
Salah satu ikhtiar yang bisa dilakukan adalah melaksanakan salat Istisqa untuk memohon curahan rahmat-Nya.
Salat Istisqa juga termasuk amalan sunah yang dikerjakan ketika terjadi kekeringan maupun hujan tak kunjung turun. Lantas, sepertiapa tata metode pelaksanaannya? Yuk, simak selengkapnya berikut ini.
Apa itu salat Istisqa?
Dalam buku 23 Shalat Sunnh Penjelasan dan Tata Cara Pelaksanaannya karya Arief Rachman Badrudin, salat Istisqa adalah salat sunah yang dilakukan untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.
Para muslim melaksanakan salat ini secara berjamaah di tempat terbuka tanpa azan dan iqamah, terdiri dari dua rakaat dengan jumlah takbir yang berbeda di tiap rakaatnya, yaitu 7 kali takbir di rakaat pertama dan lima kali di rakaat kedua.
Hukum salat Istisqa dalam Islam
Dilansir detikcom, aturan salat Istisqa adalah sunah muakadah maupun sangat dianjurkan bagi lelaki dan perempuan.
Namun, aturan salat Istisqa bisa berubah menjadi wajib jika diperintahkan oleh pemerintah. Sunahnya dikerjakan oleh masyarakat, ulama, hingga pejabat.
Kapan waktu pelaksanaan salat Istisqa
Waktu pelaksanaan salat Istisqa memiliki beberapa gagasan di kalangan ulama. Sebagian mengatakan amalan ini dapat dilakukan sejak matahari terbit hingga menjelang Dzuhur, sedangkan gagasan lain memperbolehkannya sampai masuk waktu Ashar.
Di sisi lain, ada pula pandangan yang memperbolehkan salat Istisqa dikerjakan kapan saja, baik pagi, siang, sore, maupun malam hari.
Tata metode salat Istisqa yang benar
Adapun tata metode untuk memohon hujan dengan melaksanakan salat Istisqa. Berikut langkah-langkahnya:
- Pemerintah setempat mengimbau kepada penduduk untuk berpuasa selama tiga hari.
- Pada hari keempat para muslim berkumpul di lapangan pada waktu pagi (sama seperti waktu salat Idul Fitri/Idul Adha) untuk melaksanakan salat berjamaah.
- Membaca niat salat meminta hujan.
- Pelaksanaan salat sama dengan salat Idul Fitri/Idul Adha, sesudah takbiratul ihram, berbuat takbir 7 kali pada rakaat pertama, dan 5 kali takbir pada rakaat kedua dan dilanjutkan dengan rukuk, sujud, hingga duduk tahiyyat kemudian salam.
- Khatib menyampaikan khutbah dan didengarkan oleh jemaah yang hadir.
Bacaan niat salat Istisqa
أُصَلِّي سُنَّةَ الإِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا/مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal istisqa'i rak'ataini mustaqbilal qiblati ma'mûman/imâman lillâhi ta'âlâ
Artinya:
“Aku niat salat sunah Istisqa dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta’ala.”
Bacaan doa meminta hujan saat salat Istisqa
Berikut beberapa bahanbacaan doa yang pernah dipanjatkan Rasulullah SAW saat melaksanakan salat Istisqa:
1. Doa memohon turun hujan
اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا هَنِيئًا مَرِيعًا غَدَقًا مُجَلَّلًا عَامَّا طَبَقًا سَحًّا دَائِم
Allāhummasqinā ghaitsan mughītsan hanī'an marī'an (lan histori murī'an) ghadaqan mujallalan thabaqan sahhan dā'iman
Artinya:
“Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan yang menolong, mudah, menyuburkan, yang lebat, banyak, merata, menyeluruh, dan berguna abadi.”
2. Doa turun hujan dan terhindar dari kekeringan
اللَّهُمَّ أَنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ وَأَدِرَّ لَنَا الضَّرْعَ وَاسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْسَمَاءِ وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ
Allāhumma anbit lanaz zar'a, wa adirra lanad dhar'a, wasqinā min barakātis samā'i, wa anbit lanā min barakātil ardhi
Artinya:
“Ya Allah, tumbuhkan flora kami, deraskan air susu ternak kami, turunkan pada kami air hujan karena berkah langit-Mu, dan tumbuhkan flora kami dari berkah bumi-Mu.”
3. Doa memohon turun hujan deras
اللَّهُمَّ إِنَا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّارًا فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَارًا
Allāhumma innā nastaghfiruka, innaka kunta ghaffārā, fa arsilis samā'a 'alainā midrārā
Artinya:
“Ya Allah, benar-benar kami memohon ampun kepada-Mu, karena Kau adalah maha pengampun. Maka turunkan pada kami hujan deras dari langit-Mu.”
Apakah salat Istisqa bisa sendiri?
Dilansir CNN Indonesia, salat Istisqa boleh dikerjakan secara sendiri maupun munfarid. Namun, lebih diutamakan dilaksanakan secara berjamaah di tanah lapang dengan dipimpin imam.
Hal ini sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika mengepalai salat Istisqa berbareng para sahabat.
“Dari Abbad Ibn Tamim, dari pamannya (yaitu Abdullah Ibn Zaid) yang mengatakan: "Saya melihat Nabi saw pada hari ia keluar meminta hujan, beliau membelakangi orang banyak dan menghadap ke Kiblat sambil berdoa, kemudian membalik busana atasnya, kemudian shalat memimpin kami dua rakaat, dengan menyaringkan bahanbacaan dalam keduanya.”
Nah, itulah panduan salat Istisqa untuk meminta turun hujan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)