Kisah Ibu Hamil Tiba-Tiba Ingin Melahirkan di Usia Kehamilan 28 Minggu, Ternyata...

Aug 05, 2026 11:35 AM - 5 hari yang lalu 269

Jakarta -

Setiap ibu mengandung tentu berambisi dapat menjalani kehamilan hingga cukup bulan. Namun, seorang Bunda asal Inggris, Ashleigh McNicholas, mengalami perihal yang tak biasa. Saat usia kandungannya baru 28 minggu, dia tiba-tiba mempunyai emosi yang sangat kuat bahwa bayinya kudu segera dilahirkan.

Perasaan tersebut membuatnya gelisah. Meski tidak dapat menjelaskan alasannya, dia merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan kehamilannya.

Kisahnya kemudian dibagikan melalui media sosial dan menarik perhatian banyak orang. Dilansir dari Newsweek, awalnya master juga belum memahami kenapa sang ibu begitu percaya bahwa bayinya perlu segera lahir. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan dan pemantauan lebih lanjut, rupanya ada kondisi medis yang membikin bayi memang memerlukan penanganan secepatnya.


Merasa ada yang berbeda sejak mengandung 28 minggu

Dalam unggahannya, sang ibu yang berumur 31 tahun mengaku terus memikirkan bayinya. Ia merasa tubuhnya memberi sinyal bahwa kehamilannya tidak melangkah seperti yang diharapkan. 

McNicholas mengatakan bahwa pengalaman ibunya sendiri yang melahirkan bayi meninggal pada usia kehamilan 38 minggu membentuk banyak ketakutannya selama kehamilan. Dia menjadi percaya perihal yang sama bakal terjadi padanya.

Sepanjang kehamilannya, dia berulang kali mencari info secara online dan sering meminta kepastian dari para ahli medis. Pada bulan kedelapan, dia menghadiri pemeriksaan tiga kali seminggu.

"Saya bakal mengira dia sudah meninggal. Saya bakal menusuk dan mendorong untuk mencoba membuatnya menendang, tetapi jika dia tidak melakukannya, saya bakal pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan pemantauan yang meyakinkan," katanya.

Namun, bagi McNicholas, kekhawatiran utamanya adalah mengelola banjir pikiran mengganggu yang terus-menerus membayangi pengalaman pertamanya sebagai seorang ibu.

"Saya merasa sangat bersalah lantaran melewatkan bulan-bulan pertama bersamanya banyak perihal yang kabur lantaran semuanya dirusak oleh pikiran-pikiran mengganggu yang terus-menerus," katanya.

Penelitian menunjukkan bahwa kekhawatiran orang tua mengenai kesehatan dapat memengaruhi gimana anak-anak memandang penyakit dan indikasi fisik.

Sebuah studi family yang melibatkan 150 rumah tangga menemukan bahwa ibu dengan kekhawatiran kesehatan yang parah lebih condong menganggap anak-anak mereka tidak sehat secara bentuk alias emosional, lebih sering mencari perawatan medis untuk mereka, dan melaporkan kekhawatiran kesehatan yang lebih besar atas nama mereka.

Para peneliti beranggapan bahwa tumbuh dewasa dengan orang tua yang sangat resah tentang penyakit dapat membentuk sikap anak terhadap sensasi tubuh normal dari waktu ke waktu, berpotensi meningkatkan akibat perilaku mengenai kesehatan serupa di kemudian hari.

Meski pemeriksaan awal belum menunjukkan tanda ancaman yang jelas, tim medis memutuskan untuk terus memantau kondisi ibu dan janin. Keputusan tersebut menjadi langkah krusial lantaran dari pemeriksaan lanjutan diketahui adanya gangguan pada plasenta yang memengaruhi kondisi bayi di dalam kandungan.

Dokter akhirnya menyarankan persalinan lebih awal demi keselamatan ibu dan janin. Bayi pun lahir secara prematur dan langsung mendapatkan perawatan intensif di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) hingga kondisinya stabil.

Benarkah hatikecil ibu bisa menjadi pertanda?

Bunda mungkin pernah mendengar istilah mother's intuition alias intuisi seorang ibu. Banyak ibu mengaku lebih peka terhadap perubahan yang terjadi selama kehamilan, mulai dari aktivitas janin hingga kondisi tubuhnya sendiri.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa firasat dapat digunakan sebagai perangkat pemeriksaan medis. Namun, para mahir sepakat bahwa ibu mengandung adalah orang yang paling mengenal perubahan pada tubuhnya.

Karena itu, jika Bunda merasa ada sesuatu yang berbeda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Keluhan sekecil apa pun tetap layak diperiksa agar kondisi ibu dan janin dapat dipastikan dalam keadaan baik.

Kapan Bunda kudu segera memeriksakan diri?

Selama hamil, ada beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan, antara lain:

  • Gerakan janin terasa jauh berkurang dari biasanya.
  • Keluar darah dari jalan lahir.
  • Ketuban pecah sebelum waktunya.
  • Nyeri perut dahsyat alias kontraksi yang datang terlalu dini.
  • Sakit kepala berat disertai pandangan kabur alias bengkak mendadak.

Jika mengalami salah satu tanda tersebut, segera hubungi master alias datang ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan.

Mengapa bayi terkadang kudu dilahirkan lebih awal?

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), ada beberapa kondisi yang membikin master perlu mempertimbangkan persalinan sebelum usia kehamilan 37 minggu. Misalnya, jika plasenta tidak bekerja dengan baik, ibu mengalami preeklamsia, ketuban pecah dini, alias janin menunjukkan tanda-tanda kekurangan oksigen.

Dalam kondisi seperti ini, master bakal mempertimbangkan faedah mempertahankan kehamilan dibandingkan akibat yang mungkin terjadi jika bayi tetap berada di dalam kandungan. Bila dinilai lebih aman, persalinan prematur menjadi pilihan terbaik untuk melindungi ibu dan bayi.

Bayi lahir di usia 28 minggu tetap mempunyai kesempatan baik

Bayi yang lahir pada usia kehamilan 28 minggu memang memerlukan perawatan unik lantaran organ-organ tubuhnya belum berkembang sempurna. Menurut penelitian yang dilakukan di Universitas Utah, AS, bayi tersebut mempunyai tingkat kelangsungan hidup antara 80 dan 90 persen, dan hanya sekitar 10 persen kemungkinan mengalami masalah kesehatan jangka panjang.

Namun, dengan kemajuan teknologi di ruang NICU, kesempatan hidup bayi prematur sekarang jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu. Selama menjalani perawatan, bayi bakal dibantu untuk bernapas, menjaga suhu tubuh, memenuhi kebutuhan nutrisi, serta dipantau secara ketat hingga kondisinya cukup stabil untuk pulang ke rumah.

Kisah ibu ini menjadi pengingat bahwa setiap kehamilan mempunyai perjalanan yang berbeda. Jika Bunda merasa ada perubahan yang tidak biasa, jangan ragu untuk menyampaikannya kepada dokter. Pemeriksaan sejak awal dapat membantu mendeteksi masalah lebih sigap sehingga penanganan yang tepat bisa segera diberikan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya