Kisah Langka Perempuan Perutnya Selalu Tampak Hamil 9 Bulan Setiap Usai Makan

Apr 24, 2026 09:40 PM - 3 jam yang lalu 110

Jakarta -

Perut perempuan ini selalu tampak mengandung 9 bulan setiap setelah makan. Ia adalah Rachael Harley sampai merasa tubuhnya terasa asing baginya. Kondisi ini terjadi setiap kali dia makan sesuatu. 

Kisah Harley rupanya berangkaian dengan kondisi langka. Bagi sebagian orang, perut kembung setelah makan mungkin perihal biasa. Tapi bagi Harley, kondisinya jauh lebih ekstrem… Bahkan terasa menyakitkan.

Penyebab perut wanita tampak hampir 9 bulan setiap setelah makan

Remaja berumur 19 tahun itu dikenal sebagai sosok yang ceria. Namun di kembali itu, dia kudu menghadapi kondisi kesehatan yang tidak biasa.

Setiap kali makan, perutnya langsung membesar drastis hingga terlihat seperti sedang mengandung sembilan bulan. Tak hanya perubahan corak yang mencolok, dia juga merasakan nyeri dahsyat yang membikin kegiatan sehari-harinya terganggu.

"Perutku tidak mengosongkan isinya dengan cukup sigap sehingga membengkak. Aku bisa makan makanan ringan, tapi ketika kondisinya sangat buruk, saya nyaris tidak bisa minum air lantaran merasa mual," kata Harley.

Awalnya, kondisi ini muncul tiba-tiba. Perutnya mendadak membengkak dan dia kudu dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, serangkaian pemeriksaan awal belum bisa menjelaskan penyebabnya seperti dilansir HeraldSun.

Ia dipulangkan dari rumah sakit dan tampaknya membaik, tetapi kemudian pada minggu yang sama dirawat kembali, lagi-lagi dengan rasa sakit dan pembengkakan yang hebat. Setelah menjalani operasi investigasi, master akhirnya menemukan penyebabnya, ialah adhesi abdominal (adhesi perut).

Apa itu adhesi abdominal?

Adhesi abdominal ialah jaringan fibrosa yang membentuk pita di antara organ-organnya, seperti yang dilaporkan Daily Mail. Menurut penelitian dalam jurnal World Journal of Gastroenterology, kondisi ini paling sering terjadi akibat jaringan parut setelah operasi, infeksi, alias peradangan.

Melansir laman National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease, adhesi abdominal biasanya, permukaan organ dan tembok perut tidak saling menempel saat bergerak. Namun, adhesi abdominal dapat menyebabkan permukaan ini menjadi saling menempel.

Adhesi abdominal dapat menekuk, memutar, menarik, alias menekan usus dan organ lain di perut, menyebabkan indikasi dan komplikasi, seperti obstruksi alias penyumbatan usus.

Dalam banyak kasus, adhesi abdominal tidak menimbulkan gejala. Jika menimbulkan gejala, nyeri perut kronis adalah indikasi yang paling umum.

Pada kasus Harley, master menemukan bahwa Harley mempunyai adhesi yang menempel pada usus dan usus buntu yang tumbuh akibat radang usus buntu.

Meskipun adhesi Harley telah dipotong, adhesi tersebut kembali, menyebabkan perutnya membengkak.

Setelah tindakan tersebut, kondisinya sempat membaik. Ia apalagi merasa 'normal' kembali dan bisa makan seperti biasa. Namun, angan itu tidak berjalan lama.

Harley dibawa kembali ke rumah sakit, kali ini ke Aberdeen Royal Infirmary di Skotlandia. Dokter tetap belum tahu gimana langkah mengobati kondisinya dan cemas bahwa operasi investigasi lebih lanjut dapat memperburuk kondisinya.

"Sayangnya, dalam banyak kasus, adhesi kembali terjadi. Dan sekarang, sayangnya, adhesi saya kembali terjadi dan kita kembali ke titik awal. Hari demi hari, adhesi tersebut menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada usus, lambung, kantung empedu, dan organ kesuburan saya. Ketika adhesi tersebut menyebabkan penyumbatan sebagian secara teratur, saya menjadi tidak dapat makan banyak dan kondisi saya memburuk," jelas Harley.

Apa saja komplikasi adhesi abdominal?

Adhesi abdominal dapat menyebabkan obstruksi usus dan infertilitas pada perempuan. Berikut beberapa komplikasi yang dapat terjadi.

  • Obstruksi usus

Obstruksi usus adalah penyumbatan sebagian alias seluruhnya terhadap pergerakan makanan, cairan, udara, alias feses melalui usus. Adhesi abdominal merupakan penyebab paling umum obstruksi usus halus.

  • Infertilitas pada perempuan

Pada perempuan, adhesi abdominal di panggul alias di dalam rahim dapat menekan alias menyumbat bagian-bagian sistem reproduksi dan menyebabkan infertilitas.

Apa penyebab adhesi perut?

Operasi perut adalah penyebab adhesi abdominal yang paling umum. Adhesi yang disebabkan oleh operasi lebih mungkin menyebabkan indikasi dan komplikasi daripada adhesi yang mengenai dengan penyebab lain.

Gejala dan komplikasi dapat dimulai kapan saja setelah operasi, apalagi bertahun-tahun kemudian.

Kondisi yang melibatkan peradangan alias jangkitan di perut juga dapat menyebabkan adhesi. Kondisi ini termasuk penyakit Crohn, penyakit divertikular, endometriosis, penyakit radang panggul, dan peritonitis.

Penyebab lain dari adhesi abdominal termasuk dialisis peritoneal jangka panjang untuk mengobati kandas ginjal dan terapi radiasi untuk mengobati kanker. Dalam beberapa kasus, adhesi perut sudah ada sejak lahir.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya