Kisah Usamah bin Zaid, Pemuda 18 Tahun yang Ditunjuk Rasulullah Jadi Panglima Perang

Intisari Islam oleh Waktu baca 2 menit 90x dilihat
Kisah Usamah bin Zaid, Pemuda 18 Tahun yang Ditunjuk Rasulullah Jadi Panglima Perang

Bagikan Postingan

JAKARTA -- Usia muda bukan penghalang untuk memikul tanggung jawab besar dan menjadi pemimpin. Rasulullah SAW mempercayakan pasukan perang kepada seorang pemuda yang baru berumur 18 tahun, meski dalam pasukan tersebut terdapat sejumlah sahabat senior.

Kisahnya menjadi teladan tentang kepercayaan terhadap kapabilitas pemuda dan pentingnya memberi mereka ruang untuk berpartisipasi dalam sejarah Islam. Hepi Andi Bastoni dalam buku 101 Sahabat Nabi mengisahkan, Farwah bin Umar Al-Judzami, imam daerah Ma'an dan sekitarnya yang diangkat oleh Kaisar Romawi, segera memeluk kepercayaan Islam.

Mengetahui hal itu, para penguasa Romawi sangat marah. Sebab, Farwah bukan rakyat biasa, melainkan imam daerah yang menjadi panutan banyak orang.

Romawi segera menangkap Farwah dan menjebloskannya ke penjara. Selanjutnya, Farwah dibunuh dan kepalanya dipancung, kemudian diletakkan di sebuah mata air disebut Arfa' di Palestina. Mayatnya disalib untuk menakut-nakuti penduduk agar tidak mengikuti jejaknya.

Mengetahui insiden tersebut, Nabi Muhammad SAW segera menyiapkan pasukan. Usamah bin Zaid bin Haritsah diangkat sebagai panglima perang. Kala itu, Usamah bin Zaid baru berumur 18 tahun. Rasulullah SAW memerintahkannya untuk mendirikan markas perkemahan di daerah Juraf, di luar Kota Madinah.

Beberapa sahabat sempat mempertanyakan keputusan tersebut. Apalagi, dalam pasukan itu turut serta para sahabat senior, seperti Umar bin Khattab, Abu Ubaidah bin Jarrah, Sa'ad bin Abi Waqqash, Abul Awar Sa'id bin Zaid bin Amru bin Nufail, dan lainnya.

Artikel Lainnya Intisari Islam
↑
Close Right Ads
Close Left Ads