Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas saat berbincang dengan Republika di Gedung PP Muhammadiyah Jakarta, Jumat (18/7/2025).
Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan, Buya Anwar Abbas mengeluarkan pendapatnya tentang persetujuan Andrea Bocelli, seorang penyanyi yang dikenal sebagai pendukung berat Israel untuk tampil dalam konser musik di Indonesia.
"Itu sama saja artinya kita menerima dan membenarkan kolonialisme yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina," kata Buya Anwar kepada Republika, Rabu (28/10/2026)
Buya Anwar menegaskan, persetujuan yang dikeluarkan tidak memperhatikan ideologi dalam mengelola negara. Hal ini jelas tidak sesuai batin dan semangatnya dengan pesan konstitusi seperti yang terdapat dalam alinea pertama dari pembukaan UUD 1945, yang mengatakan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh karena itu, maka kolonialisme di atas bumi mesti dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
"Oleh karena itu keputusan (izin) tersebut jelas merupakan sebuah tindak pelecehan terhadap konstitusi. Akibatnya sudah jelas di mana persatuan dan kesatuan di antara kita sebagai penduduk bangsa akan retak dan nama baik Presiden Prabowo sendiri di mata sebagian besar rakyat di negeri ini akan bermasalah karena Prabowo dilihat cuma sibuk dengan Pasal 33 dari UUD 1945 tetapi abai dengan jati diri bangsanya sendiri sebagai bangsa yang anti terhadap penjajahan," ujar Buya Anwar.
Perlu diketahui, ia mengatakan, tidak anti terhadap adanya pelaksanaan konser-konser musik yang berkualitas dunia, asal saja dalam penyelenggaraannya memperhatikan dan menghormati konstitusi yang ada. Tetapi apa yang dilakukan oleh pihak yang memberi persetujuan ini jelas sebuah paradoks karena di satu sisi Presiden Prabowo mau menegakkan konstitusi, tapi di pihak lain anak buahnya sendiri malah yang merebahkannya.
"Hal ini tentu tidak bisa ditolerir karena kecuali tidak baik bagi hayat berbangsa dan bernegara juga merupakan pembusukan terhadap nama baik dari Presiden Prabowo itu sendiri, dan kita tentu saja tidak mau hal itu terjadi," kata Buya Anwar.