JEMBER — Pondok Pesantren Baitul Arqom, Balung, Jember, Jawa Timur terus merawat kemandirian yang menjadi fondasi pendidikannya sejak berdiri pada 1958. Berawal dari tanah sawah wakaf seluas dua hektare, pesantren alumni Gontor pertama ini kini berkembang menjadi area seluas 16 hektare, dengan 12 hektare di antaranya berupa sawah produktif.
Memasuki usia ke-68 tahun, Baitul Arqom juga menyambut kedatangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membantu memenuhi kebutuhan gizi para santri. Program tersebut dinilai penting, terutama bagi santri dari famili petani, pedagang, dan anak-anak yatim yang memiliki latar belakang ekonomi beragam.
Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Arqom, KH Izzat Fahd, mengatakan, tanah pertanian menjadi salah satu penopang kemandirian pesantren. Dari total 16 hektare lahan, empat hektare dimanfaatkan untuk area pendidikan, sedangkan sisanya digunakan sebagai sawah produktif.
“Alhamdulillah, hingga usia 68 tahun ini, kami meminta doa agar Pondok Pesantren Baitul Arqom senantiasa dapat memberikan sumbangsih dan semangat perjuangan kepada anak-anak dalam pendidikan, karena anak-anak inilah masa depan kita,” ujar dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2026).
Menurut Izzat, pesantren berkomitmen menyediakan pendidikan yang dapat diakses beragam kalangan tanpa mengesampingkan mutu. Kebijakan pembiayaan dirancang dengan mempertimbangkan kapasitas famili santri agar kesempatan menuntut ilmu statis terbuka.
Dalam konteks itu, kedatangan MBG disambut dengan rasa syukur. “Kami bersyukur karena anak-anak kami mendapatkan makanan bergizi. Di antara mereka ada anak-anak yatim, anak-anak petani, dan anak-anak pedagang,”kata dia.