Kapan terakhir kali Anda betul-betul merasa rileks tanpa memikirkan deadline atau daftar tugas yang menumpuk? Jika Anda sampai lupa kapan momen itu terjadi, ini bisa jadi warning sign buat kamu, Beauties. Rasa capek yang berkepanjangan itu bukanlah perihal biasa yang bisa diabaikan begitu saja.
Di tengah padatnya kegiatan kuliah, kejaran tenggat waktu kerjaan, hingga tuntutan kehidupan personal, menjaga keseimbangan hidup memang menjadi tantangan tersendiri bagi anak muda. Namun tenang saja, burnout bukanlah akhir dari segalanya.
Yuk, kita bedah berbareng langkah mengatasi burnout yang praktis dan bisa langsung Anda coba!
Bedanya Stres Biasa dan Burnout

Bedanya Stres Biasa dan Burnout/Foto: Magnific
Sebelum melangkah lebih jauh, Anda perlu memahami bahwa stres dan burnout adalah dua perihal yang berbeda. Dilansir dari Anxiety & Depression Association of America (ADAA), Dr. Leighann Forbes, PhD, memberikan gambaran afinitas yang sangat mudah dipahami.
Stres biasa bisa Anda bayangkan seperti baterai smartphone yang berkurang, tetapi bisa kembali penuh setelah diisi daya sebentar. Sementara itu, burnout terjadi ketika baterai smartphone milikmu betul-betul lenyap total hingga matot (mati total) dan nggak bisa menyala kembali.
Stres umumnya berkarakter sementara akibat tekanan singkat, seperti saat Anda mau ujian. Sebaliknya, burnout adalah kondisi kelelahan fisik, mental, dan emosional yang sangat parah akibat tekanan berkepanjangan yang nggak ditangani.
Tanda-Tanda Kamu Sedang Mengalami Burnout

Tanda-Tanda Kamu Sedang Mengalami Burnout/Foto: Magnific
Burnout nggak datang secara mendadak, melainkan menumpuk secara perlahan. Dilansir dari Healthline, ada beberapa indikasi utama yang perlu Anda waspadai pada diri sendiri:
- Kelelahan Fisik dan Emosional: Kamu merasa daya terkuras lenyap setiap hari, mengalami perubahan pola tidur, nafsu makan terganggu, hingga sering menderita sakit kepala.
- Menarik Diri dari Lingkungan: Kamu merasa enggan bersosialisasi, malas membalas pesan teman, alias menarik diri dari kegiatan sosial yang biasanya Anda sukai.
- Cepat Marah dan Sensitif: Hal-hal mini yang biasanya biasa saja sekarang membikin Anda mudah merasa frustrasi, jengkel, alias lenyap kesabaran.
- Kehilangan Motivasi dan Performa: Pekerjaan alias tugas sekolah yang biasanya mudah dikerjakan sekarang terasa sangat berat, membosankan, dan nggak berarti lagi.
Cara Mengatasi Burnout yang Bisa Kamu Coba

Cara Mengatasi Burnout yang Bisa Kamu Coba/Foto: Magnific
Mengatasi burnout nggak bisa dilakukan secara instan dalam semalam. Kamu perlu memulainya dari langkah-langkah mini yang konsisten tanpa menambah beban baru pada rutinitasmu. Berikut adalah beberapa tips praktis yang bisa Anda terapkan:
1. Gerakkan Tubuh Tipis-Tipis
Kamu nggak perlu langsung memaksakan diri melakukan olahraga berat di gym selama satu jam. Aktivitas bentuk ringan yang dilakukan secara konsisten sudah cukup untuk memicu pelepasan hormon endorfin.
Kamu bisa memulai hari dengan peregangan ringan selama 5 hingga 10 menit setelah bangun tidur, alias sekadar melangkah kaki santuy di area terbuka saat rehat makan siang.
2. Perhatikan Asupan Nutrisi dan Cairan
Saat sedang stres dan burnout, kita sering kali terjebak dalam kebiasaan mengonsumsi makanan sigap saji alias malah lupa makan.
Padahal, nutrisi dan hidrasi yang cukup sangat krusial untuk memulihkan daya tubuh. Usahakan untuk selalu minum air putih yang cukup dan siapkan camilan sehat seperti buah alias kacang-kacangan di meja kerjamu.
3. Prioritaskan Tidur Berkualitas
Tidur adalah kunci utama untuk memulihkan kesehatan bentuk serta emosional. Usahakan untuk tidur selama 7 hingga 8 jam setiap malam secara teratur. Kurangi penggunaan ponsel alias laptop senggaknya 30 menit sebelum tidur agar otak dan matamu bisa betul-betul beristirahat.
4. Unplug dan Cerita ke Support System
Jangan menanggung semua beban sendirian, Beauties. Dr. Leighann Forbes menekankan sungguh pentingnya mempunyai jaringan pendukung (support system).
Luangkan waktu untuk mengobrol alias sekadar mencurahkan isi hati kepada sahabat alias keluarga. Selain itu, berikan waktu bagi dirimu untuk unplug alias mematikan notifikasi media sosial sejenak.
5. Belajar Berkata "Tidak" dan Minta Bantuan
Jika beban pekerjaan alias tugasmu sudah melampaui kapasitas, jangan ragu untuk berbincang dan meminta support orang lain. Berani menetapkan batas adalah corak kepedulian terbaik untuk dirimu sendiri.
Kapan Harus Menghubungi Profesional?

Kapan Harus Menghubungi Profesional/Foto: Pexels
Jika kelelahan dan rasa sunyi ini sudah berjalan lama hingga mengganggu kegiatan sehari-hari, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog alias psikiater. Meminta support ahli bukanlah tanda kelemahan, melainkan langkah bijak untuk memulihkan kesehatan mentalmu.
Ingat ya, Beauties, seperti pesan dari Dr. Forbes, "We cannot pour from an empty cup." Kamu nggak bisa memberikan yang terbaik untuk orang lain jika cangkir energimu sendiri sedang kosong. Yuk, pelan-pelan isi kembali energimu!
---
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(sim/sim)