Masih di Dalam Kandungan, Bayi Ini Jalani Operasi agar Selamat dari Kondisi Langka

Aug 10, 2026 08:10 AM - 19 jam yang lalu 61

Bagi orang tua, mendengar berita bahwa bayi yang di kandungan mempunyai kondisi medis tertentu tentu menjadi momen yang mengkhawatirkan. Hal itulah yang dirasakan Maisie Savage ketika pemeriksaan USG menunjukkan bahwa bayi laki-lakinya mengalami gastroschisis, kelainan langka yang membikin sebagian usus bayi berkembang di luar tubuh.

Namun, kisah bayi berjulukan Theo ini membawa angan baru. Untuk pertama kalinya di Inggris, seorang bayi dengan kondisi tersebut menjalani operasi saat tetap berada di dalam rahim ibunya. Berikut kisahnya dikutip dari Independent.

Terkejut saat USG, Bunda Theo mengetahui kondisi langka bayinya

Kehamilan Maisie awalnya melangkah seperti biasa. Hingga saat pemeriksaan USG usia 20 minggu, master menemukan adanya kelainan pada perkembangan tubuh bayinya. Theo didiagnosis mengalami gastroschisis, ialah kondisi ketika tembok perut bayi tidak terbentuk sempurna sehingga usus keluar melalui celah mini di dekat pusar.


Berbeda dengan organ bayi normal yang terlindungi di dalam perut, usus bayi dengan gastroschisis dapat terpapar cairan ketuban selama berada di rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan iritasi, pembengkakan, apalagi gangguan kegunaan usus setelah lahir. 

Bagi Maisie dan pasangannya, berita tersebut tentu membikin mereka takut. Sebab, bayi dengan gastroschisis biasanya memerlukan operasi segera setelah lahir dan perawatan intensif dalam waktu tertentu.

Namun, master menawarkan pilihan yang sebelumnya tetap sangat jarang dilakukan, ialah operasi saat bayi tetap berada dalam kandungan. 

Operasi dilakukan saat Theo berumur 26 minggu di dalam kandungan

Ketika usia kehamilan mencapai sekitar 26 minggu, Maisie menjalani prosedur unik di Texas Children's Hospital, Amerika Serikat, sebagai bagian dari penelitian klinis.

Tim master menggunakan teknik operasi minimal invasif alias keyhole surgery. Dengan support perangkat khusus, master berupaya memperbaiki kondisi Theo dengan memasukkan kembali ususnya ke dalam rongga perut sebelum dia lahir. Teknik inovatif ini serupa dengan prosedur untuk spina bifida, di mana master melakukan operasi untuk menutup celah pada tulang belakang, biasanya antara usia kehamilan 19 hingga 26 minggu.

Operasi ini menjadi salah satu langkah besar dalam perkembangan bumi kedokteran janin (fetal medicine), lantaran master tidak hanya menunggu bayi lahir untuk memberikan pertolongan, tetapi mencoba memperbaiki masalah sejak bayi tetap berada di rahim.

Beberapa bulan kemudian, Theo lahir dalam kondisi baik. Ia apalagi dapat menyusu dan hanya memerlukan beberapa hari perawatan sebelum diperbolehkan pulang. Theo dikandung hingga cukup bulan dan lahir di Texas pada bulan Februari. Ms Savage menyebut putranya sebagai "keajaiban kecil." Ia adalah bayi pertama dari Inggris yang mendapatkan faedah dari prosedur ini, dan baru yang ketiga di seluruh dunia.

Apa itu gastroschisis pada bayi?

Gastroschisis merupakan kelainan bawaan yang terjadi, ketika tembok perut bayi tidak berkembang sempurna sejak dalam kandungan. Biasanya, kondisi ini bisa diketahui melalui pemeriksaan USG kehamilan, terutama saat pemeriksaan anatomi bayi sekitar usia 18–22 minggu. 

Pada bayi dengan gastroschisis, usus keluar melalui lubang mini di dekat pusar. Tidak ada lapisan pelindung yang menutupi usus.Bayi biasanya memerlukan operasi setelah lahir.Sebagian bayi memerlukan perawatan intensif sebelum dapat menyusu normal. 

Meski terlihat mengkhawatirkan, banyak bayi dengan gastroschisis dapat tumbuh sehat setelah mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Kenapa master mencoba operasi sebelum bayi lahir?

Selama ini, pengobatan utama gastroschisis dilakukan setelah bayi lahir. Namun, para peneliti memandang bahwa semakin lama usus bayi terpapar cairan ketuban, semakin besar kemungkinan terjadi peradangan dan kerusakan.

Karena itu, operasi sebelum lahir dikembangkan dengan angan dapat membantu beberapa perihal berikut:

  • Mengurangi kerusakan pada usus bayi.
  • Membantu perkembangan rongga perut.
  • Mengurangi komplikasi setelah persalinan.
  • Mempercepat proses pemulihan bayi.

Sebuah penelitian dalam jurnal Ultrasound in Obstetrics & Gynecology membahas potensi operasi janin (fetoscopic repair) untuk kasus gastroschisis kompleks. Para peneliti menyebut bahwa pendekatan ini tetap memerlukan penelitian lebih lanjut, tetapi mempunyai kesempatan menjadi pilihan terapi di masa depan. 

Apakah semua bayi dengan gastroschisis bisa dioperasi saat dalam kandungan?

Belum tentu, Bunda. Operasi janin seperti yang dilakukan Theo tetap termasuk prosedur unik dan hanya dilakukan pada kasus tertentu. Dokter kudu mempertimbangkan kondisi ibu, tingkat keparahan kelainan, usia kehamilan, serta akibat terhadap ibu dan bayi.

Sebagian besar bayi dengan gastroschisis tetap menjalani operasi setelah lahir dengan pengawasan master ahli bedah anak dan neonatologi. 

Pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin

Kisah Theo menjadi pengingat bahwa pemeriksaan kehamilan bukan hanya untuk memandang jenis kelamin alias perkembangan bayi, tetapi juga membantu mendeteksi kemungkinan masalah sejak dini.

Melalui USG rutin, master dapat mengetahui kondisi bayi lebih awal sehingga ibu dan tim medis bisa mempersiapkan langkah terbaik.

Perjalanan Theo menunjukkan bahwa perkembangan teknologi medis terus membuka kesempatan baru. Dahulu, beberapa kondisi bayi hanya bisa ditangani setelah lahir. Kini, beberapa masalah apalagi mulai dapat diperbaiki ketika si mini tetap berada dalam pelukan rahim bundanya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Selengkapnya