Jakarta -
Melahirkan satu anak sudah cukup menguras daya perempuan, apalagi melahirkan bayi kembar ya, Bun. Seperti kisah wanita yang melahirkan 5 bayi sekaligus, perjuangan bumil ini jadi sorotan.
Kelahiran bayi memang selalu jadi momen yang ditunggu-tunggu dan membahagiakan. Melihatnya terlahir ke bumi dengan selamat tanpa kurang suatu apa pun, rasanya mengalahkan segalanya. Apalagi kisah unik berikut yang datang dari seorang ibu yang melahirkan bayi kembar lima.
Adalah Jessica Lottbrein yang mempunyai kisah tersebut, Bun. Jessica diketahui melahirkan bayi-bayi tersebut akhir tahun lampau dengan berat masing-masing sekitar 2 pon yang tiga di antaranya berjenis kelamin laki-laki dan dua di antaranya perempuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Desember lalu, family besarnya di Western, New York menanti dengan sabar kepulangan bayi kembar lima Jessica. Saat ini, Jessica dan suaminya, John mempunyai family yang berjumlah 9 orang, Bunda.
"Kami hanya menjalani semuanya hari demi hari," kata Jessica seperti dikutip dari laman People.
Setelah kelahiran bayi kembar limanya, sepertinya Jessica dan John perlu membeli sebuah bus mengingat personil keluarganya yang cukup banyak ialah sembilan orang.
"Rasanya tidak nyata," kata Jessica tentang pengalamannya melahirkan lima bayi pada 18 Desember di The Golisano Children Hospital of Buffalo. "Sangat menyenangkan memandang mereka sebagai perseorangan dan kemudian berasosiasi sebagai kelima bayi," tambahnya.
Jessica dan suaminya, John Lottbrein, sebelumnya memang sudah mempunyai dua anak ketika mereka menjalani perawatan kesuburan agar dapat mempunyai anak ketiga, berasas keterangan pers dari pihak rumah sakit. Tetapi, selama pemeriksaan janin pertama mereka, diketahui bahwa mereka tidak hanya bakal mempunyai satu bayi tetapi mereka sebenarnya bakal mempunyai bayi kembar lima.
“Awalnya, saya takut. Saat mendengarnya, saya mulai panik, dan bertanya, bisakah tubuh saya melakukannya?" katanya.
Dawei David Wang, MD, seorang ahli kedokteran ibu dan janin di GCH Buffalo, memberi tahu orang tua tentang akibat yang dihadapi Jessica saat mengandung lima janin, menurut rumah sakit.
“Kehamilan seperti ini membawa peningkatan akibat yang signifikan, termasuk persalinan prematur, hipertensi, preeklampsia, dan diabetes,” katanya. Selain itu, ada juga tantangan bentuk dari membawa lima janin, termasuk tekanan pada sistem jantung dan pernapasan,” jelasnya.
Dokter percaya kehamilannya berhujung dengan keguguran...
Saat menghadapi kemungkinan komplikasi, Jessica menjalani hidup senormal mungkin sembari menunggu kelahiran bayinya. Ia apalagi turut bermain trick or treat berbareng anak-anak perempuannya dan membeli pohon Natal, menurut penjelasan pihak rumah sakit.
Pada 13 Desember, dia dirawat di NICU Level IV di GCH Buffalo, tempat tim telah mempersiapkan hari besar tersebut. Jessica mengalami persalinan dini, yang sukses ditunda oleh tim perawatannya selama beberapa hari hingga kemudian bayinya lahir.
“Rasanya seperti mesin yang terawat dengan baik,” kata Dr. Kavya Rao, seorang neonatolog di rumah sakit tersebut. “Kami mempunyai semua orang yang dibutuhkan sejak mereka lahir, sejak mereka distabilkan, jadi setiap bayi mempunyai sekitar lima personil tim.”
Pada awal hari tanggal 18 Desember, kelima bayi ialah Holly, Mason, Stefan, Connor, dan Layla lahir, masing-masing dengan berat sekitar 2 pon.
Sejak kelahirannya, bayi-bayi tersebut telah tumbuh, beranjak dari oksigen dan belajar minum susu botol secara mandiri, berasas keterangan pihak rumah sakit.
Seiring perjalanannya, Jessica menginfokan bahwa putranya, Mason, mengalami sakit lantaran necrotizing enterocolitis, ialah masalah pencernaan yang berpotensi rawan dan kudu diintubasi. Namun pada Februari lalu, Jessica mengatakan putranya sedang dalam proses pemulihan.
"Mason baik-baik saja. Dia mengalami beberapa kemunduran kecil, dan mereka perlu meningkatkan support oksigennya, tetapi secara keseluruhan, dia adalah pejuang dan semakin kuat setiap hari,"kata Jessica.
Sementara itu, saudaranya, Stefan, juga mengalami beberapa kemunduran, dan telah dirawat secara preventif lantaran infeksi. Namun, jejeran tim medisnya tetap menunggu hasil laboratorium. Jessica sendiri mengatakan bahwa dia tampaknya mengalami kemajuan, dan kerabat lainnya, Connor, baik-baik saja.
Sedangkan untuk anak perempuan, dia mengatakan, "Ada kemungkinan Holly dan Layla pulang paling sigap minggu depan, tetapi tidak ada yang pasti."
"Kami hanya menjalani semuanya hari demi hari," tambahnya sembari berbagi info bahwa untuk anak laki-laki, dia membayangkan mereka tetap kudu beberapa minggu lagi di rumah sakit.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·