Kincai Media ,JAKARTA -- Berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW, orang yang syahid tidak hanya yang gugur di medan perang, tapi orang yang wafat di jalan Allah pun termasuk syahid. Mengenai musibah, diriwayatkan bahwa musibah bisa menjadi ladang pahala yang tidak terhingga nilainya jika disikapi dengan iman, takwa, dan tawakal.
Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menguji sahabatnya dengan pertanyaan, "Siapakah orang yang meninggal syahid di antara kalian?" Para sahabat menjawab, "Orang yang gugur di medan perang itulah syahid ya Rasulullah."
Rasulullah SAW berkata, "Kalau begitu, sedikit sekali umatku yang meninggal syahid." Sahabat bertanya, "Lalu siapa ya Rasul?"
Rasulullah SAW menjawab, "Orang yang gugur di medan perang itu syahid, orang yang meninggal di jalan Allah juga syahid, orang yang terkena tha’un (wabah) pun syahid, orang yang meninggal lantaran sakit perut juga syahid, dan orang yang tenggelam adalah syahid." (HR Imam Muslim).
Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Orang yang meninggal syahid ada lima macam, ialah orang yang terkena tha’un (wabah), orang yang meninggal lantaran sakit perut, korban tenggelam, korban yang tertimpa reruntuhan, dan orang syahid di jalan Allah." (HR Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim).
Keutamaan di Balik Musibah
Dalam khazanah sabda yang dikutip Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Banteni terdapat penjelasan mendalam tentang keistimewaan sabar menghadapi musibah.
Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Banteni dalam Nashaihul Ibad meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW berfirman sebagai berikut:
"Apabila hariakhir telah tiba, maka timbangan diletakkan, lampau mahir shalat didatangkan, maka dipenuhi pahala-pahala mereka sesuai kalkulasi mizan. Lalu didatangkan orang-orang yang berpuasa dan diberikan pahala mereka sesuai dengan kalkulasi mizan."
"Akhirnya didatangkan orang-orang yang sewaktu hidup di bumi ditimpa musibah, untuk mereka tidak diperhitungkan dengan mizan dan tidak pula dibentangkan kepada mereka catatan amalnya, (mereka) diberi pahala sepenuhnya tanpa hitungan, sehingga orang-orang yang selamat mengharapkan mendapat kedudukan seperti mereka lantaran banyaknya pahala dari Allah SWT."
English (US) ·
Indonesian (ID) ·