Mengapa Alasan Budak Wanita Melahirkan Tuannya Disebut Tanda Kiamat? Ini Penjelasannya

Intisari Islam oleh Waktu baca 2 menit 267x dilihat
Mengapa Alasan Budak Wanita Melahirkan Tuannya Disebut Tanda Kiamat? Ini Penjelasannya

Bagikan Postingan

Kincai Media,Rasulullah SAW mengutarakan sejumlah tanda hariakhir ketika menjawab pertanyaan Malaikat Jibril Alahissalam. Salah satunya adalah seorang budak perempuan yang melahirkan tuannya. Apa arti di balik tanda hariakhir tersebut dan sepertiapa para ulama menjelaskannya dalam konteks hayat penduduk pada masa lalu?

Diriwayatkan dari Umar bin Khattab Radhiyalahu anhu, bahwa Malaikat Jibril Alahissalam pernah mendatangi Rasulullah SAW dalam bentuk seorang lelaki yang memakai busana putih bersih serta berambut-rambut sangat hitam. 

Malaikat Jibril bertanya kepada Rasulullah SAW tentang Islam, kepercayaan dan ihsan. Maka Rasulullah SAW pun menjawabnya.  Kemudian Malaikat Jibril bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hari kiamat, maka Rasulullah SAW menjawab, "Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari si penanya." 

Malaikat Jibril berkata, "Beritahukanlah kepadaku tentang tanda-tandanya."

Rasulullah SAW menjawab, "Seorang budak perempuan yang melahirkan tuannya, dan jika engkau melihat orang yang tak berdasarkan kaki, bugil dan penggembala kambing berlomba-lomba meninggikan bangunan." (HR Imam Muslim)

Syekh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam bukunya Asyratus sa'ah al-hasyru wa qiyamus sa'ah menerangkan, pada masa dinasti Ummayah serta Abbasiyah dan kecuali dari dua masa tersebut, banyak budak perempuan yang didapat dari beragam peperangan. Sampai-sampai, ada yang mengatakan, pada masa pemerintahan Harun Ar-Rasyid, rumah yang paling fakir di Baghdad memiliki tiga budak wanita. 

Para pemilik budak perempuan tersebut dapat bersenang-senang dengan mereka tanpa pernikahan sampai mereka melahirkan anak. Dengan demikian, anak tersebut menjadi anak tuannya, sedangkan hamba sahaya tersebut statis menjadi hamba sahaya. Anak ini tumbuh besar dan menjadi seorang tuan, sedang ibunya statis menjadi hamba sahaya, seorang ummu walad (ibu dari anak) yang tidak boleh dijual. Jika tuannya mati, maka sang anak bisa membebaskannya.

Ini adalah berita dari Rasulullah SAW tentang banyaknya pertempuran serta penaklukan daerah timur dan barat. Dari situlah banyaknya hamba sahaya yang didapat dari para tawanan perang. Selain itu pula, melimpah ruahlah harta disebabkan kemenangan yang berhasil diraih kaum muslimin dan mereka memperoleh ghanimah.

Ibnu Abbas meriwayatkan, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda: Jika engkau telah melihat seorang budak perempuan melahirkan tuannya, maka hal itu termasuk dari petunjuk-petunjuk dan tanda-tanda kiamat'." (HR Imam Ahmad)

Artikel Lainnya Intisari Islam
Close Right Ads
Close Left Ads