Mengapa Bayi Baru Lahir Harus Segera Diberi Imunisasi Vitamin K? Penting Diketahui!

May 05, 2026 03:10 PM - 1 minggu yang lalu 11919

Bayi baru lahir tidak mempunyai persediaan vitamin K yang cukup dalam tubuh. Di beberapa kasus, kekurangan vitamin K dapat membawa Si Kecil pada kondisi yang lebih serius.

Vitamin K dalam tubuh diproduksi oleh mikrobioma usus. Produksinya bakal berkembang seiring pertumbuhan dan semakin beragamnya asupan makanan anak. Namun, pada bayi yang baru lahir, kadar vitamin K tetap sangat rendah.

Penelitian terbaru menemukan sebuah langkah untuk mencegah kekurangan kadar vitamin K dalam tubuh. Disampaikan dalam Yale Medicine, pemberian imunisasi vitamin K dipercaya membantu menghindari akibat pendarahan pada bayi yang baru lahir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Mengenal vitamin K

Vitamin K merupakan nutrisi yang krusial untuk pembekuan darah dan kesehatan tulang. Tanpa vitamin K, tubuh tidak bisa menghentikan pendarahan, mulai dari luka ringan hingga kasus yang lebih serius seperti pendarahan di otak.

Vitamin K umumnya bisa didapatkan anak-anak dan orang dewasa melalui konsumsi sayuran hijau, produk susu, telur, dan daging. Selain itu, kuman sehat di usus juga memproduksi vitamin K.

Sementara itu, pada bayi yang baru lahir, mereka belum bisa mengonsumsi makanan tersebut. Bahkan, selama di dalam kandungan, vitamin K tidak bisa menembus plasenta sehingga bayi tidak mempunyai cukup vitamin untuk memenuhi kebutuhan pembekuan darah.

Bagi bagi yang diberi susu formula, mereka sedikit lebih beruntung lantaran susu formula diperkaya dengan vitamin K. Akan tetapi jumlah vitamin K tersebut juga terbatas dan hanya mendukung sebagian kebutuhannya.

Maka dari itu, bayi diharapkan mendapatkan kebutuhan vitamin K sesegera mungkin, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Imunisasi vitamin K ini menjadi standar perawatan untuk semua bayi yang baru lahir terlepas dari metode pemberian makannya.

Mengapa imunisasi vitamin K begitu penting?

Seperti yang disampaikan sebelumnya, minimnya vitamin K membikin darah pada tubuh susah membeku alias terjadi pendarahan. Hal ini berangkaian dengan kondisi defisiensi vitamin K alias VKDB (Vitamin K Deficiency Bleeding).

VKDB adalah kondisi yang langka namun serius, di mana darah bayi yang baru lahir tidak dapat membeku dengan benar. Pendarahan ini dapat terjadi di beberapa bagian tubuh, seperti otak, yang menyebabkan cedera permanen alias kondisi yang lebih fatal.

Terdapat 3 jenis VKDB yang dikelompokkan berasas waktu terjadinya:

  • VKDB onset dini: Muncul dalam 24 jam pertama setelah kelahiran. Biasanya diakibatkan oleh ibu yang mengonsumsi obat-obatan tertentu yang mengganggu vitamin K, seperti antikejang dan pengencer darah.
  • VKDB klasik: Terjadi antara 2 hari hingga 1 minggu setelah kelahiran. Kasus VKDB klasik ini terjadi sekitar 1 dari 60 hingga 1 dari 250 bayi baru lahir yang tidak menerima vaksinasi.
  • VKDB onset terlambat: Terjadi antara 1 minggu hingga 6 bulan setelah lahir dan memengaruhi sekitar 1 dari 14.000 hingga 1 dari 2.000 bayi yang tidak menerima vaksinasi. VKDB jenis ini yang paling rawan lantaran memungkinkan untuk pendarahan otak.

Gejalanya bervariasi, mulai dari bayi yang mudah memar, pendarahan dari hidung dan area tali pusar, hingga pendarahan dalam yang parah. Bayi dengan VKDB yang parah kemungkinan besar kudu menerima perawatan intensif.

Sementara itu, bayi yang tidak mendapatkan imunisasi vitamin K juga mempunyai kemungkinan 81 kali lebih besar mengembangkan degenerasi kromosom Vitamin K, yang muncul di kemudian hari dibandingkan dengan bayi yang menerima imunisasi.

Kapan imunisasi vitamin K diberikan kepada anak?

Melansir kondusif resmi Yale University, pemberian suntikan alias imunisasi vitamin K diutamakan saat bayi belum melakukan kontak kulit ke kulit dengan orang tua, alias lebih spesifiknya satu jam pertama setelah lahir. Sebab periode tersebut merupakan periode emas bagi keduanya.

“Setelah proses pengikatan awal itu, kami biasanya membawa bayi ke inkubator alias keranjang bayi untuk diperiksa oleh perawat alias master dan dapat memberikan suntikan saat itu juga, biasanya berbarengan dengan salep mata untuk mencegah konjungtivitis kuman neonatal,” kata master ahli Rumah Sakit Yale, Jaspreet Loyal, MD, MS.

Melansir Children's Hospital of Philadelphia, pemberian imunisasi ini sangatlah aman, Bunda. Namun, tetap ada beberapa pengaruh samping yang terjadi, seperti memar ringan, nyeri singkat, alias sedikit pembengkakan di tempat suntikan. 

Suntikan umumnya diberikan di paha dan nantinya vitamin tersebut bakal tersimpan di hati bayi. Vitamin ini sangat krusial untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka, terutama untuk mencegah pendarahan.

Demikian penjelasan mengenai imunisasi vitamin K yang sangat krusial bagi bayi baru lahir. Semoga info ini bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Selengkapnya