Sering memandang tanaman krokot di luar rumah? Jangan diremehkan, tanaman liar ini punya banyak faedah kesehatan lho, Bunda.
Krokot alias Portulaca oleracea selama ini sering dianggap tanaman liar yang tumbuh di pekarangan rumah, sela trotoar, hingga area kebun. Padahal tanaman berdaun mini ini rupanya menyimpan banyak faedah kesehatan berkah kandungan nutrisi dan senyawa aktif di dalamnya.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa krokot mempunyai potensi membantu menjaga kadar gula darah, melindungi kesehatan jantung, hingga mempercepat pengobatan luka. Dalam 100 gram krokot mentah, terkandung sekitar 16 kalori, 1,3 gram protein, vitamin A, vitamin C, kalium, magnesium, kalsium, hingga unsur besi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kandungan omega-3 dan antioksidan di dalamnya juga cukup tinggi sehingga membikin tanaman ini mulai banyak dilirik sebagai bahan pangan sehat.
Manfaat tanaman krokot untuk kesehatan
Mengutip Tuasaude, berikut faedah tanaman krokot untuk kesehatan.
1. Membantu mengontrol gula darah
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ekstrak krokot dapat membantu mengatur kadar gula darah. Para peneliti menemukan jika tanaman ini berpotensi memperbaiki metabolisme glukosa sekaligus meningkatkan sensitivitas insulin dalam tubuh.
Ahli gizi menekankan bahwa faedah tersebut bakal lebih optimal jika krokot dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat dan seimbang. Untuk itu, krokot tidak bisa dijadikan pengganti obat diabetes, tapi pelengkap style hidup sehat.
2. Kaya anti oksidan yang baik untuk kesehatan
Krokot mengandung beragam antioksidan penting, seperti vitamin C, quercetin, apigenin, gallotannin, dan omega-3. Senyawa tersebut berfaedah melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Menurut peneliti, konsumsi makanan kaya antioksidan secara rutin dapat membantu memperkuat sistem imun, mengurangi akibat penuaan awal hingga membantu menurunkan akibat beberapa jenis kanker.
Kandungan nutrisi pada krokot membikin tanaman ini dinilai mempunyai potensi besar untuk mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.
3. Meredakan radang sendi
Penelitian laboratorium juga menemukan bahwa ekstrak krokot mempunyai sifat antiinflamasi. Dalam studi pada hewan, pengaruh tanaman ini disebut mirip dengan beberapa jenis kortikosteroid yang biasa digunakan untuk menangani peradangan.
Untuk itu, krokot dinilai berpotensi membantu meredakan indikasi arthritis alias radang sendi. Namun para mahir mengingatkan bahwa penelitian lebih lanjut pada manusia tetap diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.
4. Punya sifat antibakteri
Manfaat lain dari krokot adalah sifat antibakterinya. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tanaman ini bisa melawan beberapa jenis kuman seperti Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa, Streptococcus pyogenes, dan Staphylococcus aureus.
Menariknya, pengaruh antibakteri tersebut tetap terlihat pada beberapa kuman yang diketahui mempunyai resistensi terhadap antibiotik tertentu. Temuan ini membikin krokot semakin menarik untuk diteliti dalam bumi kesehatan.
5. Bagus untuk jantung dan tekanan darah
Kandungan omega-3 pada krokot dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa tanaman ini berpotensi membantu mengontrol kadar kolesterol dan trigliserida sehingga akibat penyakit kardiovaskular dapat berkurang.
Selain itu, kandungan kalium yang tinggi pada krokot juga disebut dapat membantu menurunkan tekanan darah. Efek diuretik alami dari tanaman ini turut membantu tubuh mengontrol tekanan darah dengan lebih baik.
6. Bisa melindungi lambung
Flavonoid seperti kaempferol, quercetin, dan apigenin dalam krokot diketahui dapat membantu melindungi lapisan lambung. Senyawa tersebut menciptakan perlindungan alami yang membikin akibat tukak lambung alias maag menjadi lebih rendah.
7. Mempercepat pengobatan luka
Tak hanya dikonsumsi, krokot juga sering digunakan secara tradisional untuk pengobatan luar. Daun dan batangnya yang ditumbuk dipercaya dapat membantu mempercepat pengobatan luka ringan dan luka bakar dengan langkah mengurangi area luka serta memperkuat jaringan kulit yang sedang pulih.
8. Mudah diolah
Krokot cukup mudah diolah menjadi beragam menu sehat. Daunnya bisa dicampurkan ke dalam salad, sup, alias tumisan.
Tanaman ini juga dapat diseduh menjadi teh dengan langkah merendam sekitar 50 gram daun krokot dalam 1 liter air panas selama 5 hingga 10 menit. Selain itu, krokot dapat dijadikan saribuah segar dengan campuran nanas, lemon, mentimun, dan air. Kombinasi tersebut menghasilkan minuman sehat yang kaya vitamin dan menyegarkan.
Krokot tidak boleh dikonsumsi berlebihan
Meski mempunyai banyak manfaat, konsumsi krokot tetap perlu diperhatikan. Tanaman ini mengandung masam oksalat cukup tinggi sehingga sebaiknya dihindari oleh orang yang mempunyai riwayat batu ginjal.
Para mahir juga mengingatkan bahwa konsumsi berlebihan dapat memicu gangguan pencernaan seperti sakit perut dan mual. Oleh karena itu, konsultasi dengan master alias mahir gizi dianjurkan sebelum mengonsumsi krokot secara rutin, terutama bagi Bunda dengan kondisi kesehatan tertentu.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·