Mengenal Red String Theory, Benarkah Adanya?

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 3 menit 510x dilihat
Mengenal Red String Theory, Benarkah Adanya?

Bagikan Postingan

  1. Home
  2. Life
  3. love & relationship

Vira Nabilla | Beautynesia

Selasa, 15 Sep 2026 09:30 WIB

Mengenal Red String Theory, Benarkah Adanya?

Ilustrasi Red String Theory/ Foto: Freepik.com

Pernah mendengar tentang Red String Theory? Teori satu ini cukup terkenal di kalangan pencinta kisah romantis lantaran dipercaya ada benang merah tak kasatmata yang menghubungkan dua orang yang memang ditakdirkan untuk bertemu. Terdengar menarik kan, Beauties? 

Yup! Konsepnya memang terdengar romantis sekaligus misterius, apalagi jika dikaitkan dengan cerita  jodoh  dan pertemuan yang terasa seperti sudah direncanakan oleh semesta. Namun, apakah sebenarnya teori ini betul adanya? 

Untuk itu, cari tahu faktanya lebih lanjut, yuk! 

Asal Usul Red String Theory

Ilustrasi Red String Theory/ Foto: Freepik.com

Red String Theory adalah sebuah kepercayaan yang mengatakan bahwa dua orang yang memang ditakdirkan untuk berjumpa bakal terhubung oleh ‘benang merah’ tak kasatmata. Dalam jenis terkenal sekarang, teori ini sering dikaitkan dengan jodoh alias soulmate, meskipun sebenarnya maknanya sangat luas. 

Asal usulnya dipercaya berasal dari mitologi Tiongkok kuno, terutama kisah tentang Yue Xia Lao Ren alias Yue Lao, dewa yang mengatur pernikahan dan jodoh. Konon, Yue Lao mengikat benang merah pada kaki orang-orang yang memang ditakdirkan untuk menjadi pasangan, sehingga sejauh apapun mereka pergi alias berapa lama waktu berlalu, mereka tetap bakal menemukan jalan untuk bertemu. 

Konsep ini kemudian berkembang dan punya kemiripan dengan kepercayaan Jepang yang dikenal sebagai ‘akai ito’, ialah benang merah takdir yang menghubungkan dua orang melalui jari kelingking mereka. Dari sinilah Red String Theory akhirnya menjadi simbol romantis tentang pertemuan yang terasa kebetulan. 

Memiliki Konsep yang Unik

Ilustrasi Red String Theory/ Foto: Freepik.com

Konsep teori ini bekerja dari pendapat bahwa setiap orang yang ditakdirkan untuk datang dalam hidup kita sudah mempunyai semacam benang merah tak terlihat yang menghubungkan satu sama lain. 

Benang ini bukan berfaedah mereka bakal langsung berjumpa dan jatuh cinta sejak pertama kali memandang satu sama lain. Justru, perjalanan menuju pertemuan itu bisa panjang dan penuh dengan kebetulan. Hal yang menarik dari konsep ini, jarak dan waktu dipercaya tidak bisa betul-betul memutus benang tersebut. 

Sebenarnya, teori ini bukan hanya tentang jodoh, lho! Namun juga bisa dalam perihal pertemanan, keluarga, dan perihal lainnya yang berangkaian dengan takdir pertemuan. 

Apakah Teori Ini Benar Adanya?

Ilustrasi Red String Theory/ Foto: Freepik.com

Secara ilmiah, teori ini belum terbukti nih, Beauties. Sampai sekarang, tidak ada bukti bahwa manusia mempunyai benang tak kasatmata yang secara bentuk menghubungkan kita dengan soulmate alias orang yang ditakdirkan datang dalam kehidupan kita. 

Tentunya, perihal ini lebih merujuk pada mitos, kepercayaan, dan simbol romantis tentang takdir. Namina menariknya, konsepnya bisa terasa nyata dalam kehidupan, misalnya saja seseorang yang pernah saling berjumpa tak sengaja sebagai orang asing, beberapa waktu kemudian justru menjadi sangat dekat. 

Hal-hal seperti ini bisa dijelaskan lewat kebetulan, pilihan hidup, lingkungan sosial, dan langkah otak kita untuk memilih pola. Tentunya, teori ini mempunyai makna yang indah, apalagi seolah semesta mengirim tanda alias kisi-kisi untuk kita yang terkadang tidak kita sadari. 

Jadi, apakah Anda percaya dengan teori ini, Beauties? 

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads