- Home
- Life
- Cultured
Nadya Quamila | Beautynesia
Sabtu, 29 Aug 2026 19:30 WIB
Menurut Pakar, Orang Sukses Rela Melakukan Hal Tidak Nyaman Ini untuk Bertumbuh/Foto: Pexels/Andrea Piacquadio
Beauties, Anda pasti mengerti bahwa meraih kesuksesan bukanlah perihal yang mudah. Butuh perjuangan alias apalagi pengorbanan untuk bisa berada di puncak kesuksesan. Namun, tak banyak orang yang menyadari sungguh beratnya menjalani pengorbanan tersebut.
Menurut penulis kitab "The Long Game: How to Be a Long-Term Thinker in a Short-Term World", Dorie Clark, kemauan dan kerelaan untuk mengambil jalan yang susah adalah perihal yang membedakan orang sukses dengan yang tidak.
Hal yang menantang dari melakukan tugas yang sulit, selain tugas itu sendiri, adalah kesediaan untuk menghadapi rasa tidak nyaman yang muncul secara emosional. Tapi orang sukses percaya bahwa langkah ini bisa membikin mereka menjadi pribadi yang lebih tangguh, Beauties.
Berikut ini adalah tiga perihal yang tidak nyaman dan tidak menyenangkan yang rela dilakukan oleh orang sukses. Dirangkum dari CNBC Make It, yuk, simak!
Menolak Peluang yang “Bagus”

Menurut Pakar, Orang Sukses Rela Melakukan Hal Tidak Nyaman Ini untuk Bertumbuh/Foto: Magnific.com
Orang sukses menyadari bahwa mereka perlu menyisihkan waktu dalam agenda mereka untuk menerima peluang-peluang yang luar biasa. Salah satu caranya adalah dengan menolak beberapa kesempatan yang “sekadar” bagus.
Ada beberapa pertanyaan yang diajukan orang sukses sebelum menerima kesempatan baru, mereka bakal memberikan skala 1 hingga 10:
-
"Seberapa antusias saya terhadap kesempatan ini?"
-
"Seberapa besar dampaknya bagi kemajuan pekerjaan saya?"
-
"Apa yang kudu saya tolak alias kurangi jika saya menerima tawaran ini?"
Terus Mengasah Kemampuan Meski Tidak Ada yang Memerhatikan

Menurut Pakar, Orang Sukses Rela Melakukan Hal Tidak Nyaman Ini untuk Bertumbuh/Foto: Magnific.com/freepik
Menerima support dari orang lain memang bisa membantu kita untuk terus maju dalam mengembangkan kemampuan. Namun, sebagian orang merasa susah untuk menjaga konsistensi dalam berlatih ketika tidak ada orang yang peduli alias memberikan dukungan.
Namun, orang sukses tidak terpaku pada perihal tersebut, Beauties. Mereka bakal terus mengasah keahlian mereka meskipun tidak ada yang peduli alias memerhatikan. Mereka percaya bahwa konsistensi bisa mengantarkan mereka pada tujuan yang mau dicapai.
Mengaku saat Tujuan alias Identitas Berubah

Menurut Pakar, Orang Sukses Rela Melakukan Hal Tidak Nyaman Ini untuk Bertumbuh/Foto: Pexels/Andrea Piacquadio
Terkadang, perihal tersulit untuk dilakukan adalah mengakui bahwa diri kita telah berubah dan memerlukan penyesuaian. Jauh lebih mudah untuk tetap mempertahakan identitas diri yang lama, lantaran perubahan, bagi sebagian orang, bisa terasa sebagai corak pengkhianatan terhadap diri sendiri di masa lalu.
Namun, orang sukses menyadari pentingnya untuk segera mengubah arah langkah, alih-alih terus berjuang keras demi hasil yang sebenarnya tidak lagi mereka inginkan. Sebagai contoh, Anda berkarier dalam bidang finansial selama bertahun-tahun. Namun, belakangan Anda menyadari bahwa jiwa dan pikiranmu tidak lagi merasa terpanggil di bagian itu. Menyadari bahwa tujuan dan apa yang Anda inginkan dalam hidup telah berubah memang tidak mudah, tapi memperkuat di situasi yang tidak Anda sukai juga sama sulitnya, bukan?
Sangatlah krusial untuk tetap peka terhadap perubahan dan mengenali tanda-tanda kecil. Misalnya rasa enggan berangkat kerja di pagi hari padahal sebelumnya kamu menikmatinya, kesukaan pada bagian baru, alias emosi bahwa langkah orang lain menggambarkan diri kamu tidak lagi sesuai dengan kenyataan.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.