Microsoft Dikabarkan Akan Phk Sekitar 5.500 Karyawan Lagi, Fokus Ai Jadi Alasannya?

Jul 06, 2026 01:51 PM - 2 hari yang lalu 2941

PHK masal tampaknya tetap terjadi bukan hanya di Indonesia namun juga di nyaris seluruh perusahaan besar didunia, termasuk Microsoft yang rumornya mereka tengah mempersiapkan putaran baru pemutusan hubungan kerja (PHK) yang diperkirakan bakal diumumkan pada pekan depan.

Jadi, menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, jumlah tenaga kerja yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 5.500 orang, alias kurang dari 2,5% dari total sekitar 220.000 tenaga kerja Microsoft di seluruh dunia.

Dan jika laporan ini benar, maka ini bakal menjadi salah satu PHK besar Microsoft setelah perusahaan sebelumnya juga melakukan pengurangan ribuan tenaga kerja dalam beberapa tahun terakhir.

Divisi Xbox Hingga Sales Disebut Akan Terdampak

Nah laporan tersebut menyebut bahwa PHK kali ini tidak bakal hanya menyasar satu bagian saja, namun menyasar beberapa bagian mulai dari bagian sales, bagian consulting, dan tim Xbox Gaming.

Meskipun begitu, menurut info dari Bussiness Insider, sebagian tenaga kerja yang terdampak kemungkinan bakal langsung ditawarkan posisi lain di dalam Microsoft, sehingga tidak semuanya betul-betul kehilangan pekerjaan.

Tetapi, hingga saat ini Microsoft sendiri tetap belum memberikan konfirmasi resmi mengenai berita tersebut.

AI Kembali Jadi Alasan Utama

Nah jika memandang arah upaya Microsoft selama beberapa tahun terakhir, berita ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Mereka terus meningkatkan investasi dibidang Artificial Intelligence mulai dari pengembangan Copilot, Azure AI, prasarana informasi center, hingga beragam jasa AI lainnya.

Di sisi lain, besarnya investasi tersebut membikin perusahaan kudu melakukan efisiensi di beragam sektor.

Bahkan menurut laporan tersebut, para penanammodal juga mulai memberikan tekanan kepada Microsoft lantaran cemas investasi AI yang sangat besar belum menghasilkan untung sesuai harapan. Nah mengenai perihal tersebut, apalagi dalam satu bulan terakhir, nilai saham Microsoft apalagi disebut mengalami penurunan sekitar 19%, yang menjadi performa bulanan terburuk sejak era dot-com.

Tapi, meskipun begitu berita ini tetap sebatas laporan dari sumber internal yang mengetahui rencana tersebut, sementara itu belum ada konfirmasi resmi dari Microsoft sehingga bisa saja keputusan ini bakal berubah.

Via : Bussiness Insider


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya