Jakarta -
Banyak wanita merasa mual alias muntah secara aktif khususnya di awal kehamilan. Terkait mual saat hamil, kapan sebaiknya dimuntahkan alias ditahan? Ini faktanya, Bunda.
Dalam kebanyakan kasus, mual dan muntah di awal kehamilan memang tidak memerlukan pengobatan. Kondisi ini merupakan indikasi normal pada kehamilan di trimester awal yang dikenal dengan morning sickness.
Seringnya, kondisi mual di pagi hari tersebut, gejalanya cukup ringan. Sehingga, Bunda tidak memerlukan pengobatan khusus. Namun, dalam kasus yang lebih parah, obat anti mual terkadang juga diperlukan, seperti dikutip dari laman Health.nsw.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenal kondisi mual saat mengandung (morning sickness)
Mual saat mengandung (morning sickness) merupakan indikasi alami dalam kehamilan. Sekira 70 persen wanita mengalaminya pada trimester pertama kehamilan. Dan, mual serta muntah khususnya di pagi hari ini dapat terjadi kapan saja. Dalam perihal ini, perubahan pola bakal dan style hidup bisa membantu meredakan kondisi tersebut.
Mual di pagi hari terasa paling jelek bagi sebagian besar wanita sekitar minggu ke-8 hingga ke-10 kehamilan. Namun, waktu ini bervariasi, dan indikasi setiap orang tidak mencapai puncaknya pada waktu yang sama.
Mual di pagi hari condong membaik alias lenyap sekitar minggu ke-13 kehamilan (akhir trimester pertama). Namun, beberapa wanita mengalami indikasi yang tetap ada hingga awal trimester kedua (minggu ke-14 hingga ke-27 kehamilan). Dalam kasus yang jarang terjadi, mual di pagi hari terjadi hingga akhir kehamilan.
Penyebab dari mual di pagi hari (morning sickness) memang belum sepenuhnya diketahui. Tim medis percaya bahwa perihal tersebut merupakan campuran antara perubahan bentuk dan kimia. Biasanya, penyebabnya adalah gula darah rendah, peningkatan hormon kehamilan (hCG), perubahan tekanan darah, perubahan metabolisme, dan lainnya.
Kondisi morning sickness biasanya bertambah parah ketika dibarengi dengan stres dan kecemasan, kelelahan yang berlebihan, makan alias mencium aroma tertentu, mabuk perjalanan, adanya cuaca panas alias hangat.
Mual saat hamil: Kapan sebaiknya dimuntahkan alias ditahan?
Mual saat mengandung yang berhujung dengan muntah lebih sering memang menimbulkan kekhawatiran bagi kesehatan bayi yang belum lahir. Apalagi, mual dan muntah dapat menegangkan otot perut dan menyebabkan rasa sakit dan nyeri lokal. Tetapi, sistem bentuk muntah tidak bakal membahayakan bayi, Bunda. Sebab, janin dilapisi sempurna di dalam kantung cairan ketubannya.
Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa mual di pagi hari sedang dikaitkan dengan penurunan akibat keguguran. Namun, muntah yang berkepanjangan (yang menyebabkan dehidrasi dan penurunan berat badan) dapat menghilangkan nutrisi yang tepat dan meningkatkan akibat bayi kekurangan berat badan saat lahir.
Terkait mual saat hamil, kondisi ini merupakan indikasi alami dalam kehamilan, Bun. Sehingga, tubuh yang bakal berupaya penyesuaian dengan proses perubahan tersebut khususnya di awal kehamilan. Jadi, biarkan tubuh yang mengatur ritmenya secara alami. Jika memang terasa mual dan mau muntah, Bunda bisa langsung mengikuti ritme tersebut dan tidak boleh memaksakan alias menginduksi muntah secara sengaja.
Penting diingat bahwa, seseorang tidak boleh menyebabkan muntah selain memang diinstruksikan oleh dokter, Bun. Sebab, muntah yang disebabkan diri sendiri mungkin bisa menyebabkan potensi akibat seperti dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, dan kerusakan pada tenggorokan, gigi alias gusi, seperti dikutip dari laman Medical News Today.
Cara mengatasi mual saat hamil
Mual di pagi hari yang parah dikenal sebagai hiperemesis gravidarum dan dapat memengaruhi sekitar satu dari 1.000 wanita hamil. Gejala HG termasuk adanya muntah berulang, penurunan berat badan, dan dehidrasi.
Meski mengalami ketidaknyamanan, ada beragam langkah mengatasi mual saat mengandung yang bisa Bunda praktikkan guna membikin situasi lebih nyaman. Berikut ini di antaranya ya, Bunda:
1. Tidak minum obat dalam corak apa pun, selain dalam rekomendasi dokter
2. Makan makanan mini seperti biskuit manis sebelum bangun dari tempat tidur di pagi hari
3. Jangan mengonsumsi makanan yang dicurigai membikin Bunda mual.
4. Makan makanan mini secara teratur lantaran perut kosong condong memicu mual
5. Menghindari memasak alias menyiapkan makanan
6. Minum sebanyak mungkin. terkadang, menyesap jus, teh jahe, sup bening, alias minuman ekstrak daging sapi dapat membantu
7. Pertimbangkan akupresur alias akupunktur di pergelangan tangan
8. Kenakan busana longgar
9. Beristirahat lebih banyak lantaran bergerak dapat memperburuk mual di pagi hari
10. Konsumsi suplemen vitamin B6 bisa membantu dengan saran dari dokter
Morning Sickness/ Foto: HaiBunda/ Mia Kurnia Sari
Daftar makanan untuk menghilangkan mual pada ibu hamil
Mual dan muntah pada ibu mengandung memang tidak menyenangkan dan bisa membikin stres. Bagi sebagian perempuan, sangat krusial mencari langkah berbaikan dengan situasi tersebut. Salah satunya adalah selektif memilih makanan guna meminimalisir terjadinya mual dan muntah pada ibu hamil. Berikut ini daftar makanan untuk menghilangkan mual pada ibu mengandung yang bisa dijadikan rekomendasi harian:
1. Makanan tawar dan mudah dicerna seperti pisang, saus apel, roti panggang
2. Makanan berprotein tinggi seperti ayam, selai kacang, dan kacang-kacangan
3. Minuman dingin dan makanan ringan seperti smoothie dan susu almond
4. Jahe
5. Teh herbal
6. Buah-buahan dan sayuran tinggi kandungan air seperti semangka dan mentimun
7. Buah jeruk
8. Mint
9. Makanan tinggi vitamin B6 seperti salmon dan alpukat
10. Kaldu
Doa agar tidak mual dan muntah saat hamil
Morning sickness alias rasa mual dan muntah biasanya terjadi pada masa tiga bulan awal kehamilan. Setiap ibu mengandung mungkin bakal merasakan derajat mual yang berbeda-beda. Ada yang biasa saja, tetapi ada juga yang merasakan mual dan muntah cukup parah sehingga memerlukan pengobatan.
Nah, agar Bunda bisa melewati masa tersebut dengan baik, melantunkan angan demi kebaikan Bunda dan bayi dalam rahim menjadi perihal terbaik yang bisa dilakukan. Berikut ini salah satu angan agar tidak mual dan muntah saat mengandung ya Bunda seperti dikutip dari Buku Doa & Zikir Mustajab untuk Ibu Hamil dan Menyusui yang ditulis Ummu Azzam dan diterbitkan Qultum Media:
Bismillaahil ladzii laa ilaaha illaa huwal haliimul kariimu rabbil 'arsyil 'azhiim. Laa ilaaha illallaahu rabbus samaawaati wa rabbul 'arsyil 'azhiim.
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Penyabar, Yang Mahamulia, Tuhan 'Arsy yang agung. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan semesta langit dan bumi, dan Tuhan 'Arsy yang agung.
Posisi tidur yang sebaiknya dipilih untuk atasi mual dan muntah saat hamil
Menciptakan kenyamanan khususnya di trimester awal kehamilan perlu dilakukan sesuai kenyamanan masing-masing, Bunda. Selain mempraktikkan tips di atas, salah satu langkah yang juga bisa dilakukan guna meredakan morning sickness yang parah ialah dengan memilih posisi tidur. Berikut ini posisi tidur yang sebaiknya dipilih untuk atasi mual dan muntah saat hamil:
1. Berbaring miring dengan support sandaran bantal
2. Jika Bunda mengalami mulas di malam hari, cobalah menopang tubuh bagian atas dengan bantal
3. Jika Bunda mengalami masalah sakit punggung, gunakan bantal dan letakkan di bawah perut
4. Hindari posisi tidur telentang lantaran dapat menyebabkan masalah dengan sakit punggung, pernapasan, sistem pencernaan, wasir, tekanan darah rendah, dan menyebabkan penurunan sirkulasi ke jantung dan bayi, seperti dikutip dari laman American Pregnancy
5. Hindari juga posisi tidur tengkurap lantaran dapat membikin Bunda tidak nyaman
Tanda muntah yang rawan saat hamil
Mual dan muntah di pagi hari bisa mencakup mual ringan, sedang, hingga muntah sesekali. Biasanya, kondisi ini dapat dikelola dengan penyesuaian style hidup seperti makan makanan mini lebih sering, dan menjaga diri dari akibat dehidrasi, seperti dikutip dari laman Giurgentcare.
Mengenali tingkat keparahan dan indikasi dari mual dan muntah sebenarnya dapat membantu mencegah komplikasi seperti dehidrasi dan kekurangan gizi. Untuk itu, kenali tanda muntah yang rawan saat mengandung dan menyegerakan diri ke master untuk mendapatkan pengobatan ya, Bunda:
1. Penurunan berat badan melampaui 5 persen dari berat badan pra kehamilan yang menandakan adanya akibat malnutrisi
2. Muntah terus menerus yang terjadi lebih dari tiga kali sehari
3. Adanya tanda-tanda dehidrasi parah seperti urine gelap, pusing, dan kelelahan
4. Ketidakmampuan melakukan kegiatan rutin sehari-hari lantaran tingkat keparahan gejala
5. Merasakan indikasi kardiovaskular seperti pusing saat berdiri, pingsan
6. Warna urine gelap dan sedikit selama periode delapan jam menandakan adanya dehidrasi parah
7. Selaput lendir kering dan haus yang hebat, mencerminkan kehilangan cairan yang signifikan
8. Muntah darah alias bahan yang menyerupai serbuk kopi, demam tinggi terus menerus, alias sakit perut yang hebat
Mengidentifikasi tanda ancaman tersebut sedini mungkin dapat melindungi kesehatan Bunda dan janin dalam rahim. Karenanya, segera dapatkan pertolongan medis dan memastikan akses kesehatan dengan sigap yang bisa menyelamatkan jiwa diri sendiri dan bayi yang ada di kandungan.
Semoga informasinya membantu, Bunda. Jaga kesehatan dan jangan lupa bahagia, lantaran kebahagiaan Bunda juga dirasakan janin di kandungan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·