Jakarta -
Sejak beberapa waktu lalu, nipple shield dipercaya menjadi perangkat bantu yang dapat memperlancar proses menyusui. Namun, apakah penggunaannya efektif dalam mendukung pemberian ASI secara eksklusif?
Melansir dari Very Well Family, nipple shield biasanya digunakan saat proses menyusui terasa lebih sulit. Kondisi umum yang memerlukan nipple shield biasanya juga berangkaian dengan persoalan di area puting, terutama perlekatan.
Nipple shield mempunyai corak yang menyerupai puting sungguhan, berwarna bening, dan lentur. Dengan bahan silikon tipis dan elastis ini, nipple shield sering kali digunakan pada bayi yang lahir prematur dengan masalah perlekatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada bayi prematur, setidaknya nipple shield dapat membantu mengatasi masalah perlekatan dan memudahkan bayi menempel pada puting. Namun, dalam konteks pemberian ASI eksklusif, penggunaan nipple shield perlu mendapat perhatian dari ahli.
Apa saja masalah menyusui yang dapat mengganggu perlekatan?
Selain pada bayi prematur, terdapat beberapa kondisi yang memerlukan perangkat bantu nipple shield selama proses menyusui. Kondisi tersebut meliputi:
1. Tongue tie
Bayi yang lahir dengan tongue tie biasanya mempunyai kesulitan perlekatan pada puting, Bunda. Akibatnya, bayi tidak dapat memperoleh ASI yang cukup dan berat badannya menjadi susah bertambah lantaran tidak bisa menyusu dengan benar.
Perlekatan yang jelek akibat tongue tie juga bisa menyebabkan nyeri pada puting. Untuk mengatasi perihal tersebut, Bunda dapat menggunakan nipple shield untuk melindungi puting dari rasa nyeri.
2. Puting datar, retraksi, alias inverted
Beberapa ibu mempunyai kondisi puting tetek yang tidak biasa seperti ini. Nah, nipple shield dapat membantu menarik keluar puting datar (flat nipple), pendek (retracted nipple) serta inverted nipple, sehingga memudahkan bayi untuk menyusu ke payudara.
3. Nyeri pada puting
Beberapa masalah perlekatan dapat membikin puting Bunda terasa nyeri dan pecah-pecah. Agar efeknya berkurang, Bunda dapat menggunakan nipple shield tiap kali menyusui. Dengan perangkat tersebut, menyusui terasa lebih nyaman.
Bagaimana efektivitas penggunaan nipple shield untuk ASI eksklusif?
Mengutip dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Mahidol, Bangkok, penggunaan nipple shield bisa meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif. Namun, hanya terjadi pada bulan-bulan awal, terutama ibu dengan kondisi khusus.
Penelitian ini melibatkan 660 ibu menyusui yang dibagi menjadi dua kelompok, ialah ibu yang menggunakan nipple shield dan ibu yang tidak menggunakan nipple shield. Hasilnya menunjukkan gimana efektivitas nipple shield terhadap perkembangan ASI, sebagai berikut:
- Bulan pertama: Tingkat pemberian dan produksi ASI pada kedua golongan tetap relatif sama.
- Bulan kedua dan ketiga: Ibu yang menggunakan nipple shield condong mempunyai tingkat ASI eksklusif yang lebih tinggi.
- Bulan keenam: Tidak ditemukan perbedaan yang signifikan di antara keduanya.
Pada bulan kedua hingga ketiga, penggunaan nipple shield sangat membantu ibu menyusui yang mempunyai kondisi puting pendek alias yang baru pertama kali melahirkan. Dengan perangkat bantu ini, proses menyusui menjadi lebih ringan, mudah, dan lancar.
Meski begitu, kelebihan tersebut tidak memperkuat lama, Bunda. Memasuki bulan keenam, efektivitas dari penggunaan nipple shield seakan menurun, karena tidak ada perbedaan yang signifikan pada jumlahi ASI yang diproduksi oleh kedua golongan tersebut.
Bahkan di beberapa kasus yang ditemukan dalam penelitian lain, ibu yang tidak menggunakan nipple shield justru mempunyai tingkat produksi ASI yang jauh lebih tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa nipple shield sangat membantu di fase awal menyusui, tetapi tidak berakibat untuk jangka panjang.
Bagaimana langkah memakai nipple shield?
Penggunaan nipple shield cukup sederhana, Bunda. Berikut tata langkah memakai nipple shield yang baik dan benar:
- Sebelum digunakan, bilas nipple shield menggunakan air hangat agar lebih melekat di payudara.
- Letakkan nipple shield yang sudah basah pada posisinya.
- Pastikan puting dan areola Bunda sudah berada dalam bagian pelindung yang terangkat.
- Sambil menahan pelindung pada tempatnya, dekatkan mulut bayi ke tetek agar perlekatan lebih baik.
Apa saja perihal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan nipple shield?
Hal pertama yang perlu diperhatikan saat memakai nipple shield adalah memastikan jumlah ASI yang diterima bayi mencukupi kebutuhannya. Pasalnya, penggunaan nipple shield terkadang membikin pengukuran ASI menjadi terbatas, Bunda.
Akibatnya, bayi mungkin merasa ASI yang diberikan kurang cukup sehingga mereka bakal menangis alias rewel saat Bunda menggunakan nipple shield. Jadi, meskipun perangkat ini mempunyai manfaat, efeknya juga dapat mengurangi pengeluaran ASI.
Oleh lantaran itu, usahakan Bunda selalu rutin menimbang bayi saat menggunakan nipple shield untuk memastikan berat badannya tidak turun. Pastikan pula jumlah popok basah, gelombang buang air besar, serta tanda-tanda dehidrasi lainnya.
Kedua, selain berangkaian dengan kecukupan ASI yang diterima Si Kecil, kebersihan dalam penggunaan nipple shield juga perlu diperhatikan, Bunda. Sama seperti botol susu (dot) dan kempeng, nipple shield kudu selalu rutin dibersihkan.
Bunda dapat membersihkan perangkat ini setiap kali setelah digunakan dengan sabun dan air panas. Pastikan permukaannya sudah mengering sebelum digunakan kembali.
Demikian penjelasan mengenai penggunaan nipple shield untuk membantu proses pemberian ASI eksklusif. Semoga info ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·